Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Divisi Drone GoPro terpuruk, ratusan karyawan dirumahkan

Divisi Drone GoPro terpuruk, ratusan karyawan dirumahkan Karma Drone GoPro. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Perusahaan kamera aksi GoPro dilaporkan memberhentukan 200 hingga 300 karyawannya, dan sebagian besar dari divisi drone miliknya yakni Karma.

Melansir laporan Techcrunch, hal ini telah diberitahukan kepada ratusan karyawannya yang akhirnya dirumahkan tersebut, dan GoPro akan tetap membayarkan gajinya hingga enam minggu mendatang. Jika semua sudah dilakukan, pihak GoPro sendiri yang akan melakukan pengumuman publik.

Sebelumnya, GoPro telah memberhentikan 270 karyawannya pada awal 2015 silam, dengan dalih makin ketatnya persaingan di bidang kamera aksi. Selain itu, peluncuran dari Karma drone yang tak memuaskan juga jadi kambing hitam. Hal ini pun akhirnya terlihat sekarang.

Pada awalnya, sebenarnya GoPro mengembangkan drone bersama pengembang drone papan atas DJI. Namun pada akhirnya GoPro melakukannya sendiri dan mengembangkan Karma. Tak lama setelah itu, banyak laporan pengguna Karma yang menyebut bahwa drone tersebut memiliki banyak masalah, yang paling parah adalah terputusnya koneksi baterai yang menyebabkan drone jatuh dari langit.

Oleh karena itu, persaingan dengan DJI yang memiliki berbagai lini seperti Spark dan Mavic Pro, mutlak dikuasai DJI. Secara fitur pun, DJI juga menang karena punya fitur seperti "follow me" yang tak dimiliki Karma.

Manajemen yang kurang baik yang berdampak pada keputusan menajemen yang payah juga diduga jadi kambing hitam pengetatan karyawan di divisi Karma. Selain itu, tentu kesehatan keuangan GoPro juga jadi kambing hitam. Pengetatan ini dilaporkan memperbaiki keuangan GoPro di kuartal terakhir 2017.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP