Dampak Pandemi, Pengguna Internet Baru di Asia Tenggara Naik Empat Kali Lipat
Merdeka.com - Pandemi Covid-19 yang masih kita alami hingga saat ini, ternyata punya dampak besar untuk ekonomi, terutama layanan digital berbasis internet di Asia Tenggara.
Pernyataan itu merupakan bagian dari laporan terbaru Google, Temasek, dan Bain & Company.
Berdasarkan laporan berjudul "At Full Velocity: Resilient and Racing Ahead" tersebut, pandemi Covid-19 disebut telah membuat penggunaan internet di wilayah Asia Tenggara semakin besar, bahkan dari yang pernah terjadi sebelumnya.
Dikutip dari blog resmi Google via Tekno Liputan6.com, sejak awal tahun ini ada sekitar 40 juta orang di Asia Tenggara yang terhubung ke internet untuk pertama kali. Jumlah pengguna internet ini jauh meningkat (naik empat kali lipat) dari 2019 yang hanya 10 juta orang.
Laporan itu juga menunjukkan teknologi memegang peranan vital selama pandemi ini berlangsung Asia Tenggara. Lonjakan jumlah pengguna layanan berbasis teknologi internet juga meningkat di sejumlah sektor hingga 30 persen, terutama di edukasi, bahan makanan, dan pinjaman.
"Delapan dari 10 orang di wilayah ini mengatakan teknologi membantu mereka menghadapi virus ini, dan ada banyak alasan mereka menggunakan internet," ujar VP Google Southeast Asia, Stephanie Davis menjelaskan laporan ini.
Laporan ini juga mencatat lebih dari satu konsumen di setiap tiga layanan digital mulai menggunakan layanan berbasis internet baru di masa pandemi ini. Para konsumen itu juga menyatakan berencana untuk menggunakan setidaknya satu layanan digital tersebut usai pandemi.
Kondisi pandemi juga membuat permintaan dan akses ke layanan digital meningkat di sejumlah kota besar di Asia Tenggara. Bahkan di Indonesia, Malaysia, dan Filipina, lebih dari setengah orang yang baru menjajal layanan digital berasal dari wilayah non-metropolitan.
"Ini merupakan kemajuan yang menggembirakan, mengingat kesenjangan digital antara perkotaan-pedesaan merupakan salah satu tantangan yang disorot dalam laporan ini selama beberapa tahun terakhir," ujar Stephanie melanjutkan.
Perubahan Ekonomi DigitalSektor e-commerce disebut mencatat pertumbuhan paling cepat selama masa pandemi ini. Laporan mencatat transaksi e-commerce mencapai USD 62 miliar di tahun ini, dan diprediksi mencapai USD 172 miliar pada 2025.
Layanan finansial digital juga kian penting di wilayah Asia Tenggara, mengingat transaksi tunai berkurang dari 48 persen saat sebelum pandemi dan kini menjadi 37 persen usai pandemi.
Oleh sebab itu, laporan mencatat nilai transaksi tahunan pembayaran digital di seluruh Asia Tenggara akan mencapai USD 1.2 triliun pada 2025. Di sisi lain, pertumbuhan layanan edutech dan health-tech juga meningkat pesat.
Pengaruh Dunia Bisnis
Mengingat ada ketidakpastian global saat ini, banyak perusahaan teknologi besar di Asia Tenggara fokus pada penguatan bisnis dan mendapatkan keuntungan, ketimbang berekspansi ke area baru.
Sementara pendanaan untuk perusahaan dengan nilai lebih dari USD 1 miliar juga turun menjadi USD 3,5 miliar pada 2020. Padahal pada 2019, nilai pendanaan untuk perusahaan semacam ini mencapai USD 5,6 miliar.
Kendati demikian, secara keseluruhan, investor masih sangat optimistis dengan kondisi ini. Kesepakatan investasi yang terjadi ternyata terus bertambah.
"Kami mulai melihat investor mencari peluang baru dalam layanan keuangan, pendidikan, dan perawatan kesehatan," tutur Stephanie. Sementara untuk pebisnis pemula yang memiliki ide dan rencana bisnis kuat, kumpulan modal yang tersedia mencapai hampir USD 12 miliar.
Sumber: Liputan6.comReporter: Agustinus Mario Damar
(mdk/idc)
VIDEO: PECAH Tangis Histeris Keluarga Kedatangan Jenazah Mahasiswa UI Dibunuh Senior
Isak tangis mewarnai pemakaman Muhammad Naufal Zidan alias MNZ (19) yang dibunuh seniornya, Altafasalya Ardnika Basya alias AAB (23).
Baca Selengkapnya
Sienna Anak Marshanda Kini Tampil Cantik Berhijab, Terungkap Alasan di Balik Keputusannya
Sienna Ameerah Kasyafani memutuskan untuk berhijab di usianya yang masih sangat muda. Keputusan ini dibuatnya secara tak sengaja.
Baca Selengkapnya
Jawaban Prajurit ini Bikin Jenderal TNI Garuk Kepala, Antara Jujur Atau Polos
Mayjen TNI Imam Santoso dibuat ngakak oleh prajuritnya yang polos saat diwawancarai olehnya. Sang jenderal bintang dua itu sampai garuk kepala dibuatnya.
Baca Selengkapnya
Prabowo Lantik Rektor Unhan, Ingatkan Hidup Mati Indonesia di Tangan Pemimpinnya
Calon Presiden dari Koalisi Perubahan dan Persatuan, Anies Baswedan, menghadiri dialog rakyat yang digelar Partai Demokrat di Bandung, Minggu (6/8).
Baca Selengkapnya
Apa yang Terjadi Pada Wajah Jika Tak Pernah Eksfoliasi? Apa Efeknya Jika Keseringan?
Dampak kulit yang jarang dieksfoliasi antara lain kusam, jerawat, komedo, dan kandungan skincare tak terserap.
Baca Selengkapnya
Temui Elon Musk, Menkes Ingin Kerja Sama Bangun Akses Internet di Puskesmas Terpencil
Pemerintah ingin bekerja sama dengan Elon Musk untuk menyediakan akses internet di puskesmas yang terletak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca Selengkapnya
Fungsi Amperemeter dan Jenisnya, Pahami Cara Membacanya
Amperemeter adalah bagian penting pada rangkaian arus listrik.
Baca Selengkapnya
Andai China Ledakan Nuklir Dekat Luar Angkasa, Satelit Elon Musk Hancur Berkeping-keping
Ini berdasarkan dari analisis dan simulasi yang pernah dilakukan oleh China.
Baca Selengkapnya
China Mulai Terusik Dominasi Satelit Starlink Milik Elon Musk
China tak mau kalah dengan satelit Starlink milik Elon Musk. Mereka kini sedang merencanakan sesuatu.
Baca Selengkapnya
Google dan TikTok Mulai Bersaing, Siapa yang Paling Kaya?
Meski pamor Google mulai turun akibat TikTok, namun pendapatan TikTok masih belum bisa melebihi pendapatan Google.
Baca Selengkapnya
Tugas Baru Jenderal Bintang Dua Polri Kawal Ruang Siber Indonesia
Sebelum menjabat sebagai Waka BSSN, Putu Jayan sempat menjabat sebagai Kapolda Bali masa tugas 2020-2023.
Baca Selengkapnya
Kodak Menemukan Kamera Digital Pertama Kali pada 1975, Tapi Kenapa Bangkrut?
Sebelum kamera digital marak di pasaran, Kodak pernah menguasai dunia fotografi.
Baca Selengkapnya