Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Benarkah Minyak Bumi Berasal dari Fosil Dinosaurus? Sains Beri Jawaban Ilmiah

Benarkah Minyak Bumi Berasal dari Fosil Dinosaurus? Sains Beri Jawaban Ilmiah T-Rex. ©AFP PHOTO/Scot Olson

Merdeka.com - Sebagian besar cadangan minyak yang dimiliki Bumi diketahui telah terbentuk sejak lama. Kira-kira sekitar 65 hingga 252 juta tahun yang lalu. Bila dilihat dari waktunya, itu sama seperti zaman dimana dinosaurus dikatakan masih hidup. Namun, sains berpendapat bahwa keberadaan minyak bumi tidak ada hubungannya dengan fosil dinosaurus.

Sains menjelaskan bahwa minyak bumi sendiri adalah sedimen laut yang terbuat dari sisa-sisa ganggang dan plankton. Meskipun kerangka hewan purba seperti plesiosaurus dan ichtyosaurus (yang sebenarnya tidak termasuk dinosaurus) telah ditemukan di lapisan geologi yang sama dengan sumber minyak, tetapi untuk mengambil kesimpulan bahwa minyak terbuat dari dinosaurus rasanya kurang tepat.

Dilansir dari ScienceFocus, Kamis (18/5), sedimen minyak terbentuk di area laut dangkal yang penuh dengan kehidupan di dekat permukaan dan mati di dasar laut. Ketika bangkai plankton dan mikroorganisme menghujani laut, mereka akan membantu pembusukan organik lain yang lebih dulu mendarat di laut sebelum mereka.

Setelah 100 juta tahun, lapisan dasar laut akan semakin jauh tersembunyi di balik tanah liat hingga panas dalam tekanan tersebut mengubah mereka menjadi minyak. Dengan teori ini, rasanya tidak mungkin bangkai plesiosaurus seberat lima ton yang jatuh mati ke dasar laut mampu bertahan hingga ratusan juta tahun tanpa kerusakan apapun.

Ilmuwan mengatakan bahwa fosil plesiosaurus yang berhasil menyentuh dasar laut hanya akan menjadi oasis sementara untuk ikan, krustasea, dan cacing yang akan dengan cepat melucuti bagian organik hewan purba itu. Sama halnya seperti apa yang dialami bangkai paus saat jatuh ke dasar laut.

Jadi, meskipun fenomena terbentuknya minyak bumi diketahui berasal dari tahun yang sama dengan zaman dinosaurus. Sains tetap tidak melihat adanya tanda yang membuktikan bahwa fosil-fosil hewan purba tersebut lah yang selama ini membentuk cadangan ketersediaan minyak Bumi.

Reporter magang: Safira Tiur Margaretha

(mdk/faz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP