Benarkah Main Gadget saat Hujan Deras Berisiko Tersambar Petir, Berikut Penjelasannya

Jumat, 15 November 2019 17:22 Reporter : Addina Zulfa Fa'izah
Benarkah Main Gadget saat Hujan Deras Berisiko Tersambar Petir, Berikut Penjelasannya petir di swiss. ©2018 REUTERS/Stefan Wermuth

Merdeka.com - Hujan deras disertai petir sering muncul saat musim penghujan tiba. Hal ini patut diwaspadai melihat risiko yang muncul akibat hujan deras dan petir. Seperti petir yang menyambar, pohon tumbang, jaringan listrik terputus hingga banjir. Antisipasi menjelang musim penghujan harus dilakukan seperti menyediakan jas hujan atau payung.

Kejadian orang tersambar petir karena bermain gadget sepertinya bukan lagi hal baru. Banyak pertanyaan yang muncul karena kejadian-kejadian tersebut. Banyak orang berspekulasi bahwa gadget menjadi penyebab orang tersambar petir.

Pada tahun 2007, New England Journal of Medicine memberitakan seorang pelari yang berusia 37 tahun terpental saat petir menyambar pohon yang berada di dekatnya. Pria tersebut mengalami luka bakar dari perut hingga telinga yang membuat gendang telinganya pecah.

Pada saat investigasi, luka bakar di telinga disebabkan oleh earphone yang terpasang di telinga dan adanya MP3 player yang dikantongi.Pria tersebut mengalami luka bakar yang menjalar dari perut hingga ke bagian telinga yang membuat gendang telinganya pecah.

Dokter mempercayai bahwa aliran listrik yang seharusnya tersalurkan ke bumi, justru dihalangi oleh perangkat MP3 player yang berbahan logam dan kemudian masuk ke dalam tubuh.

1 dari 3 halaman

Benarkah Main Gadget saat Hujan Deras Berisiko Tersambar Petir?

NOAA atau National Oceanic and Atmospheric Administration menjelaskan terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi petir menyerang, yaitu ketinggian, bentuk runcing, dan isolasi yang menjadi faktor dominan sambaran petir.

John Jensenius peneliti bidang perubahan cuaca NOAA menyatakan bahwa ponsel, perhiasan, benda logam kecil dan benda lainnya tidak mampu memicu sambaran petir. Orang-orang yang tersambar petir saat menggunakan ponsel sebenarnya berada di tempat dan waktu yang salah. Seperti berada di luar ruangan dan tempat yang tinggi ketika hujan dan petir.

Hal yang patut di hindari saat badai petir yaitu memasang charger ke stop kontak. Pada tahun 2012, seorang pria asal Malaysia tewas tersambar petir di rumahnya saat sedang mencopot charger gadgetnya dari stop kontak.

Untuk mencegah risiko terjadinya sambaran petir, para ahli menyarankan untuk selalu waspada dan berhati-hati. Apabila berada di ruang terbuka, matikan layanan internet atau matikan mode on pada gadget.

Dilansir dari situs Centers for Disease Control and Prevention, terdapat beberapa tips sebagai upaya pencegahan, di antaranya:

2 dari 3 halaman

Apabila Berada di Dalam Ruangan

a. Hindari penggunaan segala jenis peralatan listrik. Hal ini dikarenakan listrik petir dapat merambat melalui sistem elektrik, radio, serta sistem antena televisi.

b. Hindari berada di ruangan dengan dinding dan lantai beton. Hal ini dikarenakan aliran listrik dapat merambat melalui logam besi atau kawat yang menjadi rangka beton.

c. Hindari penggunaan telepon kabel. Penggunaan telepon rumah atau telepon kabel lebih berpotensi menghantarkan listrik saat petir menyambar.

d. Hindari menggunakan air saat terjadi hujan petir. Arus listrik petir dapat mengalir melalui pipa ledeng.

3 dari 3 halaman

Apabila Berada di Luar Ruangan

a. Ketika ada petir, masuk ke dalam rumah atau carilah tempat berlindung.

b. Hindari berada di tempat dimana Anda menjadi objek yang paling tinggi dari yang lain.

c. Apabila ramalan cuaca mengatakan akan terjadi badai petir, lebih baik tunda semua aktivitas.

d. Apabila tidak ada tempat berlindung, berjalan lah dengan merayap atau merangkak, serapat mungkin dengan tanah.

e. Perhatikan panduan keamanan di saat petir, yaitu aturan 30-30. Setelah melihat kilat, mulailah berhitung hingga 30, dan jika mendengar suara geledek sebelum memasuki hitungan ke 30 masuklah ke dalam rumah. Tunda aktivitas di luar hingga waktu 30 menit setelah bunyi geledek terakhir.

f. Hindarilah lantai atau dinding beton, karena aliran listrik dapat merambat melalui logam besi atau kawat yang menjadi rangka beton tersebut.


[add]
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini