Begini prediksi industri telekomunikasi tahun 2016

Jumat, 20 November 2015 11:03 Reporter : Fauzan Jamaludin
Begini prediksi industri telekomunikasi tahun 2016 ilustrasi industri telekomunikasi. © Ryanelectronics.com

Merdeka.com - Presiden Director dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, memprediksikan jika industri telekomunikasi pada tahun 2016 akan cukup baik dibandingkan tahun ini.

Pasalnya, kata Dia, pada tahun 2016, diprediksikan jumlah pengguna smartphone akan lebih banyak dan aplikasi lokal yang bermunculan juga akan semakin banyak. Hal ini tentu saja akan berdampak pada penggunaan data pelanggan.

"Kalau menurut pandangan saya, akan lebih sehat. Karena jumlah pengguna smartphone lebih banyak, jumlah aplikasi lokal juga banyak. Jadi dengan begitu, Insyaallah penggunaan data lebih bagus lagi. Kan, balap-balapan, voice sama sms turun, tapi penggunaan data growth-nya kan belum cukup untuk nutupin pemasukan dari voice dan sms. Kalau sekarang dengan adanya ekosistem lebih terpenuhi, Insyaallah akan lebih baguslah profitability dari operator," kata dia saat tim KapanLagi Network (KLN) melakukan wawancara eksklusif pekan lalu.

"Profitability data itu rendah, karena mayoritas dari trafik itu masih 2G. Kalau nanti sudah 4G di frekuensi 1.800 MHz, akan profit. Sebab kemampuan operator jual 1 detik cuma berapa kilobyte (KB). Tapi zaman 4G, 1 detik akan jual lebih banyak KB. Sementara cost jaringan 1 detik atau 1 menit kan sama. Jadi lebih untung ke depan bagi operator," tambahnya.

Kendati begitu, bukan berarti tahun depan merupakan masa-masa quantum leap dari penggunaan data. Dia pun memprediksikan jika layanan data akan lebih profit daripada layanan suara dan SMS pada tiga tahun mendatang.

"Kalau feeling saya dilihat dari berbagai sumber data, itu tidak tahun depan. Tapi tiga tahun lagi dari sekarang," ujarnya. [lar]

Topik berita Terkait:
  1. Telco
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini