ATSI Soal Harga Sewa Infrastruktur MRT Jakarta: Masih Dibicarakan Solusinya

Selasa, 9 April 2019 19:00 Reporter : Fauzan Jamaludin
ATSI Soal Harga Sewa Infrastruktur MRT Jakarta: Masih Dibicarakan Solusinya uji coba MRT untuk umum. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys mengatakan, ramai berita tentang mahalnya biaya sewa infrastruktur yang ditetapkan oleh PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk (TBIG) untuk MRT Jakarta jangan dikaitkan dengan komersialisasi publik area. Menurutnya, semua area publik pasti akan menarik biaya.

"Semua area publik itu pasti menarik biaya. Mau Airport, jalan yol, Kebon Raya Bogor juga akan menarik biaya. Jadi jangan diasumsikan komersialisasi," kata dia kepada awak media di Jakarta, Selasa (9/4).

Lebih lanjut, kata dia, bahwa ada biaya yang dikeluarkan untuk terselenggaranya layanan ini memang tak bisa dimungkiri. Hanya saja, fokus saat ini adalah bagaimana menanggung biaya ini supaya ramai-ramai affordable, layanan kepada masyarakat tidak dirugikan dan terganggu.

"Dan itu sedang kami bicarakan solusinya bersama-sama," ungkapnya.

Dia berharap agar diskusi yang selama ini dilakukan dapat mengeluarkan hasil dan keputusan yang saling menguntungkan terutama untuk jangka panjang. Isu ini menjadi ramai manakala harga yang dipatok TBIG kepada operator seluler mahal.

Presiden Director & CEO Indosat Ooredoo, Chris Kanter, menyebutkan untuk menyewa infrastruktur tersebut dibutuhkan duit sebesar Rp 600 juta per bulan.

Padahal, melihat panjangnya jalur bawah tanah MRT Jakarta, seharusnya tidak semahal itu. Sementara, dari pihak TBIG menyatakan bahwa untuk penerapan harga sewa infrastruktur di jaluar MRT Jakarta tiada bedanya dengan kawasan lainnya seperti bandara. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Telco
  2. MRT
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini