Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Arkeolog Temukan Kotoran Manusia Terbesar di Dunia Panjangnya 20 Cm, Ini Pemiliknya

Arkeolog Temukan Kotoran Manusia Terbesar di Dunia Panjangnya 20 Cm, Ini Pemiliknya Arkeolog Temukan Kotoran Manusia Terbesar di Dunia Panjangnya 20 Cm, Ini Pemiliknya. Youtube/Channel4Documentaries; Jorvik Viking Centre

Merdeka.com - Sejumlah arkeolog pernah mengumumkan bahwa mereka menemukan sebuah kotoran manusia berbentuk besar dan panjang dari sebuah situs di York. York merupakan sebuah kota di North Yorkshire, Inggris, dekat Sungai Ouse dan Foss. Kotoran raksasa itu telah ditemukan 50 tahun yang lalu.

Mereka mengatakan bahwa tinja sepanjang 20 sentimeter (cm) yang digali ini merupakan kotoran manusia terbesar yang pernah ada. Berdasarkan dari hasil analisa ilmuwan menyebutkan bahwa pemilik kotoran itu telah menderita infeksi parasit.

Kotoran ini, yang secara ilmiah dikenal sebagai koprolit atau tinja yang membatu. Ditemukan oleh York Archaeological Trust selama penggalian pada tahun 1972, sebelum lahan lokasi temuan itu menjadi Lloyds Bank.

Pengujian terhadap koprolit tersebut mengungkapkan bahwa kotoran manusia ini telah bertahan lebih dari 1000 tahun dalam keadaan utuh. Karena ditemukan di wilayah York, maka peneliti melihat bahwa kemungkinan besar ini adalah peninggalan milik orang Viking.

Melansir dari laporan DailyStar pada 2021 dan Indy100, Selasa (27/6), para peneliti menemukan bahwa kotoran tersebut terdiri dari makanan yang didominasi daging dan roti. Selain itu, bagian luarnya digambarkan dengan tekstur permukaan 'lembab dan bergambut'.

Hasil tes juga melihat bahwa siapapun pemiliknya, orang Viking tersebut penuh dengan cacing usus karena koprolit ini mengandung beberapa ratus telur parasit.

arkeolog temukan kotoran manusia terbesar di dunia panjangnya 20 cm, ini pemiliknyaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Tahun 1991 silam, ahli paleoskatologi asal York Archaeological Trust, Dr Andrew Jones, mengaku sangat terpesona oleh temuan ini, ‘benda’ ini dipamerkan di Jorvik Viking Centre, salah satunya berkat ukurannya. Dr Jones berkata bahwa kotoran tersebut adalah yang menarik yang pernah dia lihat.

"Dengan caranya sendiri, kotoran ini tak tergantikan seperti Permata Mahkota," ungkap Jones.

Tinja ini bertahan dengan ukurannya yang fantastis selama berabad-abad, bahkan ribuan tahun dalam bentuk utuh. Namun, tahun 2003 silam, permata mahkota bagi Dr Jones ini telah terbelah menjadi tiga bagian.

Bencana itu timbul setelah pajangan kotoran tersebut tersenggol oleh seorang guru secara tidak sengaja, sehingga membuatnya jatuh ke lantai dan terbagi menjadi tiga bagian. Untungnya, berkat ukurannya yang sangat besar, koprolit Viking ini bisa disatukan kembali.

(mdk/faz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP