7 Hoax dan Ilmu pengetahuan Palsu yang Dipercaya Umat Manusia

Jumat, 26 April 2019 00:01 Reporter : Indra Cahya
7 Hoax dan Ilmu pengetahuan Palsu yang Dipercaya Umat Manusia Pseudosains. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ilmu pengetahuan adalah sebuah kunci majunya suatu peradaban. Namun yang menghalangi majunya sebuah peradaban tentu adalah hal-hal yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan, namun masih dipercaya oleh masyarakat.

Permasalahannya, tak cuma masih dipercaya secara luas, banyak yang justru memegang teguh sesuatu yang tidak berdasarkan ilmu pengetahuan. Biasanya atas nama mitos atau kepercayaan, atau bisa saja berdasarkan sesuatu yang mereka percaya di internet.

Hal ini disebut pseudosains. Ini adalah ilmu semu, atau sebuah praktik salah yang menyebut diri ilmu pengetahuan, namun sama sekali tak berdasar sains.

Nah, berikut ini mari kita bahas deretan hoax dan ilmu pengetahuan palsu yang masih dipercaya banyak orang. Melansir Listverse, berikut ulasannya.

1 dari 7 halaman

Frenologi

Frenologi adalah cabang psikologi yang ingin mempelajari hubungan karakter seseorang berdasarkan bentuk tengkorak manusia. Hal ini berdasar dari gagasan bahwa otak adalah sumber pikiran, dan wilayah otak memiliki fungsi masing-masing, sehingga bentuk tengkorak yang merupakan fungsi proteksinya akan mempengaruhi karakter.

Ilmu yang telah digolongkan pseudosains ini dikembangkan oleh seorang dokter Jernam bernama Franz Joseph Gall, dan jadi sangat populer di tahun 1700an.

Salah satu hal baik yang muncul dari studi ini adalah terbangunnya jembatan menuju ilmu neurosains yang instrumental di zaman sekarang. Namun hal buruk yang muncul karena ilmu ini juga sangat banyak, termasuk justifikasi rasisme orang kulit hitam yang dianggap tidak lebih superior dari orang kulit putih.

2 dari 7 halaman

Iridologi

Iridologi adalah ilmu yang mempelajari kondisi organ atau bahkan penyakit di tubuh manusia melalui iris mata. Ilmu ini muncul di dunia barat dan juga dipraktikkan di berbagai kebudayaan timur.

Ilmu ini dikembangkan oleh Ignatz von Peczely yang menulis hipotesis tentang bagaimana iris mata terkoneksi dengan seluruh tubuh. Indikatornya adalah warna dari iris dan bagaimana detil dari iris tersebut.

Teori ini sampai sekarang masih banyak dipercaya, namun tidak pernah ada riset yang membuktikan bahwa ilmu ini adalah ilmu valid. Para tabib atau mereka yang berusaha menyembuhkan seseorang lewat iridologi, pasti hanya bermodal peta dari mata yang terkoneksi ke tubuh. Selebihnya, diagnosis tidak akan selalu benar.

3 dari 7 halaman

Refleksiologi

Tentu kita sudah sangat sering mendengar kata ini, dan bahkan sering mengaplikasikannya pada tubuh kita melalui pijat. Namun sebenarnya, tidak terlalu ada bukti empiris yang memperlihatkan bahwa refleksiologi sesuai dengan ilmu pengetahuan.

Awalnya, refleksiologi muncul dari seorang tabib dari AS bernama William Fitzgerald yang menggambar sebuah peta zona kaki yang terhubung ke organ. Dalam waktu beberapa dekade, karyanya menyebar ke seluruh AS. Akhirnya tak cuma kaki, peta ini menyebar ke seluruh tubuh.

Tidak ada ilmu kedokteran yang memberi latar belakang pada refleksiologi, namun mereka yang mengaplikasikannya berhasil menyembuhkan mulai dari batu ginjal, serangan jantung, bahkan kebutaan.

Namun ilmu pengetahuan hanya mengidentifikasinya sebagai pijat tangan dan kaki semata, yang rasanya sangat nyaman dan mungkin akan memicu kesembuhan. Tentu, kesembuhannya bukan karena pijatannya.

4 dari 7 halaman

Alien Kuno

Beralih dari ranah pseudosains, mari kita masuk ke ranah pseudoarkeologi, dan hal ini banyak sekali di internet. Ketika ilmu pengetahuan percaya adanya kehidupan selain di Bumi, namun para ilmuwan jelas membantah bahwa alien dulu pernah mampir ke Bumi dan membangun deretan benda-benda kuno yang megah, seperti piramida.

Banyak teori yang menyebut bahwa alien-lah yang membentuk kebudayaan manusia, dan meninggalkan banyak jejak seperti piramida, candi, stonehenge, dan benda hebat lainnya yang dianggap futuristik.

Namun hal ini muncul karena gagasan sepele. Jika Anda tahu soal Star Wars, Back To The Future, Jurassic Park dan lainnya, tentu Anda sadar itu adalah kisah fiksi ilmiah, dan tak akan mempercayai isi di dalamnya bukan? Nah, namun di zaman dahulu, di awal gagasan fiksi ilmiah ini ada, masyarakat sangat percaya pada hal tersebut dan mengabaikan ilmu pengetahuan sebagai dasar yang benar.

5 dari 7 halaman

Terapi Konversi Seksual

Terapi konversi seksual adalah sebuah tindakan medis dan therapeutic yang berupaya mengubah orientasi seksual seseorang. Biasanya dari yang awalnya homoseksual menjadi heteroseksual, dan dianggap sembuh.

Hal ini dianggap pseudosains oleh para ilmuwan karena homoseksualitas telah sah dianggap bukan sebagai penyakit dan kondisi medis, melainkan salah satu dari orientasi seksual semata. Jadi, sesuatu yang tidak sakit tentu tidak bisa juga disembuhkan.

Terapi ini pertama kali ditemukan oleh psikiatri Jerman bernama Albert von Schrenck-Notzing, yang mengklaim diri 'menyembuhkan' orang gay lewat hipnosis. Hal ini menjadi besar hingga saat ini, membuka lahan bagi para psikiatri dan dokter menarget komunitas LGBT untuk 'berobat.'

Tercatat, justru terapi ini pada dasarnya tak pernah berhasil karena keberhasilan selalu jadi klaim sang psikiatri atau dokter yang menangani. Disebut efek psikologis jangka panjang yang diidap para 'lulusan' terapi konversi ini justru buruk, seperti depresi, dan kecenderungan bunuh diri.

6 dari 7 halaman

Astrologi

AStrologi tak bisa dipungkiri masih lekat dengan kehidupan masyarakat. Ilmu ini sudah barang tentu tidak banyak dipercaya banyak orang, namun memang terasa menyenangkan untuk melihat ramalan berdasarkan zodiak yang terkadang tepat.

Dari semua ilmu yang ada di daftar ini, astrologi sama sekali tidak berbahaya. Namun perlu kita ingat bahwa astrologi sama sekali tak memiliki hubungan dengan ilmu pengetahuan atau latar belakang ilmu pengetahuan di belakangnya. Jadi jika sesuatu yang terjadi pada Anda sesuai dengan ramalan, tentu itu kebetulan belaka, dan bukan berarti astrologi adalah ilmu yang benar.

7 dari 7 halaman

Anti-Vaksin

Anti-Vaksin mungkin adalah kepercayaan paling kontroversial saat ini. Bagaimana tidak, ada beberapa publik figur yang menegaskan bahwa dirinya anti-vaksin dan tidak akan memberikan vaksin kepada anaknya.

Jika Anda berpikir bahwa anti-vaksin bukanlah sesuatu yang banyak dianut, Anda salah. Justru paham ini dimulai dari dunia barat dan di sana masih banyak sekali yang mempraktikkannya.

Anti-vaksin sendiri merupakan pemikiran cukup baru, namun keragu-raguan terhadap vaksin sebenarnya sudah lama terjadi. Hal ini mengabaikan bahwa menurut penelitian, semenjak ada vaksin, angka harapan hidup manusia secara keseluruhan naik dari hanya 40 tahun menjadi 80 tahun.

Penyebab orang menjadi anti-vaksin pun beragam, mulai dari dianggapnya vaksin sebagai penyebab autisme (yang kesemua teorinya telah dibantah), hingga terkandungnya bahan berbahaya seperti merkuri yang tentu juga telah dibantah.

Banyak juga penganut anti-vaksin karena merasa bahwa vaksin adalah megaproyek pemerintah yang menggandeng perusahaan farmasi, dan tak percaya akan hasil signifikan dari vaksin.

Di Indonesia sendiri, anti-vaksin muncul karena salah satu jenis vaksin untuk campak dan rubella atau MR, mengandung Babi. MUI sendiri memfatwakan bahwa penggunaannya masih diperbolehkan hingga ditemukan vaksin yang tak diambil dari babi.

[idc]
Topik berita Terkait:
  1. Sains
  2. Penelitian Ilmiah
  3. Hoaks
  4. Top List
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini