Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Bencana Luar Angkasa Yang Mungkin Bisa Hancurkan Bumi

7 Bencana Luar Angkasa Yang Mungkin Bisa Hancurkan Bumi Bencana Luar Angkasa Yang Mungkin Bisa Hancurkan Bumi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Langit yang cerah dan dihiasi bintang adalah pemandangan yang menakjubkan. Meski demikian, hal ini menyimpan misteri yang tak akan ada habisnya.

Di luar itu semua, berbagai hal yang terjadi di balik indahnya taburan bintang di langit, ternyata punya kemungkinan berdampak ke Bumi kita. Berbagai hal mulai bola-bola gas yang terbakar, radiasi matahari, hingga asteroid, semua mungkin bisa menghujam Bumi. Bahkan beberapa di antaranya pernah terjadi sebelumnya.

Berikut deretan bencana luar angkasa yang mungkin bisa hancurkan Bumi. Melansir Listverse, ini ulasannya.

Asteroid

7 bencana luar angkasa yang mungkin bisa hancurkan bumiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Setiap hari, Bumi dihujam debu dan bebatuan angkasa. Beruntung, hampir semuanya terbakar di atmosfer. Dalam sejarah, hanya pernah satu kali asteroid yang besarnya seukuran kota menghujam Bumi, dan yang jadi korbannya adalah spesies dinosaurus.

Beberapa asteroid ukuran besar seringkali lewat dekat Bumi dan membuat ilmuwan jadi gelisah hingga akhirnya kalkulasi menunjukkan kalau tak ada kemungkinan tabrakan.

Yang masih jadi misteri soal asteroid adalah prediksi orbit dari si asteroid yang tak terprediksi sehingga risiko masih benar-benar ada meski kecil. Jadi ketika ada asteroid dengan besarnya mencapai ukuran kilometer, ilmuwan akan was-was.

Semburan Sinar Gamma

gamma rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Seperti namanya, ini adalah semburan sinar gamma yang kuat dan mematikan. Hal ini disebabkan oleh tabrakan bintang neutron atau lubang hitam.

Energi dari bintang dilepaskan dalam berbagai bentuk, di mana dua medan magnet bergabung. Hal ini memaksa sejumlah besar energi untuk dilepaskan dalam sinar radiasi gamma. Ledakan cahayanya akan sangat terang hingga terlihat dari Bumi.

Kadar mematikannya pun tergantung pada seberapa jauh jarak ledakan tersebut, dan apakah Bumi berada di garis tembaknya. Ilmuwan sendiri percaya bahwa ledakan sinar gamma yang berbahaya akan terjadi tiap lima juta tahun sekali.

Badai Matahari

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Badai matahari adalah sekadar letusan di permukaan Matahari. Biasanya, hal ini tak akan berpengaruh ke Bumi, kecuali energi magnetiknya cukup kuat untuk melaju ke arah medan magnet Bumi. Jika benar terjadi, berbagai peristiwa listrik akan mati seluruh Bumi.

Fenomena ini pernah terjadi pada tahun 1859 di mana jaringan listrik, telepon, hingga telegraf dan semua kertasnya terbakar. Diprediksi, jika hal ini terjadi kembali di dunia modern, konsekuensi akan jauh lebih luar biasa dan dunia terundung kegelapan.

Tabrakan Galaksi

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dari semua daftar ini, hal yang pasti akan terjadi menurut ilmuwan adalah tabrakan galaksi. Hal ini dikarenakan Galaksi Andromeda meluncur di ruang angkasa dengan kecepatan 110 kilometer per detik. Dalam empat miliar tahun, galaksi ini akan tabrakan dengan galaksi Bima Sakti, di mana Bumi kita berada.

Dengan ini, beberapa bnitang akan hancur dan terlontar dari galaksi secara seutuhnya. Hasil dua galaksi tabrakan ini akan berakhir dengan munculnya black hole supermasif dan lahirnya sebuah galaksi baru.

Matinya Matahari

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Matahari adalah bintang yang luar biasa. Jarak matahari dan Bumi benar-benar pas. Lautan memiliki temperatur yang pas. Tidak terlalu dingin hingga hanya berisi es atau bahkan terlalu panas hingga menguap dan hanya tersisa gurun. Bumi jadi tempat hidup yang pas karena ada matahari.

Permasalahannya, semua bintang memiliki masa hidup. Pada masa ini, di mana matahari masih hidup, masih cukup atom hidrogen dan atom helium yang bergabung hingga menghasilkan radiasi yang menerangi dan menghangatkan planet kita. Namun dalam 4,5 miliar tahun, hidrogen akan terkikis dan inti matahari akan menyusut. Hal ini akan membuat suhu inti naik dan lapisan luar mengembang.

Dengan ini, panas matahari akan membakar Bumi. Lautan kering, umat manusia terpanggang, dan Bumi hancur.

Hilangnya Bulan

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Jarak Bumi dan Bulan ternyata tidak statis. Ternyata, Bulan menjauh dari Bumi dengan hitungan selama satu tahun, Bulan menjauh 3,8 centimeter.

Jika akhirnya Bulan makin menjauh, yang paling signifikan mungkin adalah soal gelombang di laut. Sudah ribuan tahun para nelayan dan juga penjelajah di Bumi memanfaatkan gelombang untuk jalannya perahu. Gravitasi dari Bulan sebabkan hal ini terjadi. Jika Bulan tidak ada, besar gelombang lautan hanya sekitar 40 persen dari yang ada saat ini.

Gravitasi Bulan pun sangat penting bagi rotasi Bumi. Tanpa Bulan, Bumi akan berputar dengan sumbu yang tidak beraturan. Jika dianalogikan, perputaran rotasi Bumi mirip putaran pelan gasing yang akan segera berhenti.

Jika rotasi kacau tersebut terjadi, hal tersebut akan berpengaruh pada suhu Bumi yang akan menjadi ekstrem dan tak terkontrol. Bumi akan jadi seperti Venus dan Uranus yang akan membuat kita mendidih seketika karena suhu yang ekstrem.

Selain itu jika tidak ada Bulan, rotasi Bumi akan lebih cepat 3-4 kali dari saat ini. Ilmuwan memperkirakan satu hari di Bumi dapat berlangsung 6-8 jam saja. Dalam waktu satu tahun, atau satu kali Bumi mengelilingi matahari, manusia akan memiliki 1.100-1.400 hari. Hal ini akan berdampak pada sistem penanggalan yang juga kacau.

Hilangnya Hidrogen

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sama seperti matahari, mayoritas bintang yang ada di alam semesta perlahan terbakar dan akan hancur menjadi karbon dan mati.

Bintang-bintang yang lebih besar akan menjadi supernova, atau mungkin jadi bintang neutron atau black hole. Akhirnya, semua hidrogen bebas digunakan karena ini, dan bintang baru tak tercipta.

Fase selanjutnya tentu alam semesta akan dalam keadaan gelap total, berada pada temperatur minus 273 derajat Celcius, dan tak ada kehidupan yang dapat bertahan.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP