59 tahun silam, William G. Cobb pamerkan mobil surya pertama

Senin, 1 September 2014 17:00 Reporter : Bramy Biantoro
59 tahun silam, William G. Cobb pamerkan mobil surya pertama Pameran mobil bertenaga surya pertama. © Wikipedia

Merdeka.com - Mayoritas kendaraan-kendaraan yang ada di jalanan saat ini masih menggunakan mesin-mesin berbahan kabar minyak bumi. Padahal, sudah setengah abad lebih mobil bertenaga sinar matahari pertama di temukan.

Pada tanggal 31 Agustus tahun 1955 atau 59 tahun yang lalu, salah satu perusahaan mobil asal Amerika, General Motors, untuk pertama kalinya memperlihatkan mobil surya pertama. Uniknya, meski disebut mobil, ukuran dari kendaraan tersebut tak lebih dari anak balita.

Agak lucu memang, tetapi mobil yang dijalankan oleh panel surya seutuhnya tersebut hanya berukuran 15 inci atau 38 sentimeter. Mobil surya bernama "Sunmobile" tersebut adalah hasil kreasi dari salah satu peneliti General Motors, William G. Cobb. Cobb membuat mobil tersebut dari 12 panel surya yang terbuat dari sel fotovoltaik berbahan selenium.

Dua belas panel surya mini tersebut hanya mampu menggerakkan sebuah dinamo elektrik mini yang akan memutar roda-roda Sunmobile. Tetapi tetap saja, mobil tersebut terlalu kecil untuk dikendarai. Alhasil, para pengunjung pameran yang diadakan di negara bagian Illinois, Amerika Serikat, waktu itu lebih tertarik pada mobil-mobil 'sungguhan' lain yang dipamerkan oleh General Motors.

Pembuatan mobil surya pertama yang bisa dinaiki oleh manusia baru selesai pada tahun 1962 dengan menyertakan sekitar 10.640 panel surya yang diletakkan di atas atap mobil tersebut. Sayangnya, hingga puluhan tahun kemudian manusia belum bisa menciptakan mobil berbahan bakar cahaya matahari yang dapat dinikmati oleh publik.

Padahal, cadangan minyak bumi dunia diprediksi akan habis kurang dari 100 tahun. Sumber energi alternatif lain seperti bio solar pun tidak terlalu cocok untuk semua jenis. Oleh sebab itu, salah satu teknologi alternatif untuk bahan bakar kendaraan masa depan adalah panel surya dan cahaya matahari. Dunia ini tengah membutuhkan William G. Cobb lain, mungkin salah satunya berasal dari Indonesia. [bbo]

Topik berita Terkait:
  1. Teknologi
  2. TekStory
  3. General Motors
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini