KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Capai 1000 'Giga' per detik, kecepatan data ini pecahkan rekor dunia

Selasa, 16 Februari 2016 08:00 Reporter : Indra Cahya
Transmisi data tercepat. ©2016 gizmodo.com

Merdeka.com - Makin maju teknologi, manusia tentu makin terobsesi dengan makin cepatnya koneksi internet. Meski saat ini koneksi internet terbilang sudah cukup cepat, perkembangan tak berhenti dilakukan.

Dilansir dari Phys.org (11/2), sebuah rekor untuk transmisi data digital tercepat di dunia akhirnya dicetak oleh para peneliti dari University College London, yang tergabung dalam Optical Networks Group. Mereka berhasil mencapai kecepatan 1,125 Tbps, sebagai bagian dari riset yang ditujukan untuk mencari batasan kapasitas dari sistem transmisi optik. Batasan kapasitas ini tentu dicari agar kecepatan data tertinggi bisa diperoleh.

Kepala dari peneliti ini, Dr Robert Maher, yang juga merupakan Professor Teknik Elektro di UCL, menyatakan bahwa sistem transmisi optik memang masih bisa dikembangkan.

"Sementara sistem transmisi optik sekarang hanya mampu mencapai kecepatan data hingga 100Gbps, kami bekerja dengan peralatan canggih di laboratorium kami, untuk membuat generasi baru dari sistem jaringan dan komunikasi, yang dapat menangani sinyal data dengan kecepatan 1 Tbps," ungkap sang professor.

Sebagai perbandingan, kecepatan 1Tbps adalah 50.000 kali kecepatan koneksi internet rata-rata di negara maju yang hanya 24Mbps. Untuk saat ini, koneksi 24mbps ini bahkan sudah dikategorikan sebagai "super cepat" oleh masyarakat. Dengan koneksi 1Tbps, kita bisa mengunduh 5 season series Game of Thrones dalam satu detik.

Studi ini dilakukan menggunakan teknik dari teori informasi dan proses sinyal digital, untuk membangun sistem komunikasi optik dengan berbagai kanal transmisi dan satu penerima. Proyek ini juga bertujuan untuk mencari cara untuk mengembangkan infrastruktur jaringan optik, demi menghadapi ledakan konten digital yang semakin banyak tiap harinya.

Namun teknologi ini masih belum sempurna. Salah satu kelemahan yang hingga saat ini masih dibenahi oleh para peneliti adalah soal jarak. Sistem ini masih belum memecahkan masalah berapa kecepatan data yang dapat dicapai di transmisi jarak jauh, di mana sinyal optik seringkali menyimpang jika melintasi ribuan kilometer melalui serat optik.

Jika masalah ini terpecahkan, bukan tidak mungkin kita akan mencapai masa di mana ribuan Gigabit data bisa kita unduh hanya dengan sekali kedip. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Internet
  2. Teknologi
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.