Virus Rubella
-
News •Misinformasi Pemicu Utama Penurunan Cakupan Vaksinasi Campak di IndonesiaPerhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) mengungkapkan misinformasi di media sosial menjadi faktor utama anjloknya cakupan Vaksinasi Campak, mengancam kekebalan kelompok di Indonesia.
-
Trending •Penyakit Rubella Adalah Infeksi Virus Pada Kulit, Ketahui Gejala Hingga PencegahannyaSalah satu masalah kesehatan pada kulit adalah penyakit rubella. Penyakit ini dapat dengan mudah ditularkan melalui percikan air liur yang dihasilkan oleh penderita.
-
News •Bayi Usia 7 Hari di Bengkalis Meninggal Dunia karena Virus RubellaBayi berusia 7 hari di RSUD Kabupaten Bengkalis, Riau, meninggal dunia akibat virus Rubella. Selain itu, dia juga terdeteksi hidrosefalus serta kelainan jantung.
-
News •Baru 75 Persen Anak di Sulsel Dapat Vaksin RubellaUntuk fase kedua di bulan Desember ini, kata Nurdin Abdullah, pihaknya akan memakai strategi lebih matang lagi. Caranya menggalakkan kampanye untuk percepatan vaksin MR tersebut melalui kegiatan pekan imunisasi selama sepekan. Terhitung sejak Sabtu besok, 1 Desember hingga 7 Desember mendatang.
-
News •Imunisasi MR di Riau Tak Mencapai TargetMeski penolakan masih terjadi, Diskes Riau terus berupaya untuk memberikan informasi bagaimana dampaknya apabila tidak diimunisasi anak-anak tersebut.
-
News •Vaksinasi MR di Sumsel rendah, Puskemas dinilai belum maksimal"Puskesmas lambat mengambil tindakan meski sudah diminta sekolah. Mestinya Puskesmas lebih sigap," kata dia.
-
News •Kalau vaksinasi MR gagal, Indonesia siap-siap KLB campak lagiTahap kedua melibatkan 35 juta anak di luar pulau Jawa. Pada tahap kedua ini, masih ada 32 juta anak yang belum mengikuti vaksin MR.
-
News •Istana sebut program vaksin MR terancam gagalGuna mengoptimalkan penggunaan vaksin MR di pelbagai daerah di Tanah Air, Kantor Staf Presiden sudah mengumpulkan perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga. Pemerintah bersama lembaga terkait akan mengajak dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya penggunaan vaksin MR.
-
News •Pemerintah sebut fatwa mubah vaksin MR belum tersosialisasikanMenurut Vensya, anak yang tidak mendapatkan vaksin MR akan mudah menularkan virus kepada orang lain. Tidak tertutup kemungkinan, dia juga akan jadi korban penularan virus.
-
News •Puluhan santri di Kalsel diduga kena campak-rubella, Dinkes ambil sampel darahKepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah, mengatakan terhadap santri penderita penyakit kulit itu yakni pengobatan dan pemberian vitamin A sehingga bisa meningkatkan daya tahan tubuh menghadapi penyakit tersebut.
-
News •Perjuangan Husna mencari kesembuhan bagi putrinya yang terinfeksi RubellaHusna berharap, pemerintah Aceh agar bisa menginstruksikan kepada seluruh orang tua di Aceh agar mau memberikan vaksin Measle-Rubella (MR). Melalui vaksin MR, metabolisme tubuh seseorang akan kuat, sehingga bisa mencegah terinfeksi virus yang cukup berbahaya tersebut.
-
News •4 Vaksin pernah jadi kontroversi di Indonesia gara-gara isu miringPemberian vaksin dalam tubuh juga mencegah seseorang terjangkit penyakit serius. Meskipun begitu, masih banyak orang yang meragukan vaksin karena bahan pembuatannya.
-
News •Sebaran Virus MR ditemukan di tiga Kabupaten di NTT, masyarakat diimbau vaksinHal itu dikatakan Staf Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit bagian Survei Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Acep Effendi. Ia menyebut, ada tiga kabupaten yang sudah terkena Virus MR seperti Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ende, serta Kabupaten Sikka
-
News •Jokowi: Dalam Islam, imunisasi banyak manfaat daripada mudharatJokowi: Dalam islam, imunisasi banyak manfaat daripada mudharat. Imunisasi MR merupakan program vaksinasi gratis untuk pencegahan penyebaran penyakit campak dan rubbela di Indonesia.
-
News •Kunjungan kerja di Yogya, Jokowi perkenalkan Vaksin MR untuk rubellaKunjungan kerja di Yogya, Jokowi perkenalkan Vaksin MR untuk rubella. Pada tingkat dunia, sebelum ada imunisasi, pada 1980 diperkirakan lebih dari 20 juta orang di dunia terkena campak dengan lebih dari 2,6 juta meninggal. Dari angka itu, sebagian korban meninggal adalah anak-anak di bawah usia lima tahun.