Bagasi Lion Air Berbayar
-
Ekonomi •Gandeng KA Logistik untuk Pengiriman Barang, Lion Parcel Hemat Biaya 400 PersenJika mengirim barang lewat udara, maka pihaknya tidak hanya harus membayar biaya Surat Muatan Udara (SMU) saja. Ada biaya-biaya lain yang harus ditanggung, misalnya biaya gudang.
-
Ekonomi •Tarif Muatan Udara Mahal, Lion Parcel Gandeng KA Logistik untuk Pengiriman BarangMelalui kerja sama ini, sebagian barang kiriman Lion Parcel akan diangkut menggunakan kereta api. Sebaliknya, barang dari KA Logistik juga bakal dikirim menggunakan pesawat milik Lion Air.
-
Ekonomi •Pelni Gratiskan Bagasi Penumpang Hingga 50 KgSetiap barang bawaan yang melebihi ketentuan bagasi bebas sebagaimana ketentuan di atas disebut sebagai over bagasi dan dikenakan tarif over bagasi.
-
Ekonomi •BPS: Penumpang Pesawat Turun di Januari 2019 Akibat Kebijakan Bagasi BerbayarDeputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengatakan, jumlah angkutan udara domestik pada Januari 2019 sebanyak 6,7 juta orang, atau turun 16,07 persen dibandingkan Desember 2018.
-
Ekonomi •Tak Hanya Lion Air dan Citilink, Pelni Juga Terapkan Bagasi BerbayarKepala PT Pelni Cabang Baubau, Capt Akhmad Sadikin mengatakan, program memberi label pada barang bawaan penumpang seperti halnya penumpang maskapai penerbangan adalah untuk lebih mempermudah pengguna jasa kapal laut itu agar tidak repot akan barang bawaannya yang berlebihan.
-
Ekonomi •Penundaan Bagasi Pesawat Berbayar, Indef Sentil Ketidaktegasan PemerintahInstitute for Development Economy dan Finance (Indef) menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai tidak tegas terkait dengan pengenaan bagasi pesawat berbayar oleh maskapai. Hal tersebut terlihat dari tidak seragamnya penundaan pelaksanaan bagasi berbayar.
-
Ekonomi •Bagasi Pesawat Berbayar Surutkan Kinerja Industri PariwisataKeputusan maskapai penerbangan menerapkan bagasi pesawat berbayar memberikan dampak signifikan bagi sektor pariwisata. Hal ini akibat menurunnya wisatawan lokal maupun asing. Bhima juga mengatakan apalagi saat ini pemerintah sedang gencar mempromosikan 10 Bali baru.
-
Ekonomi •Bagasi Pesawat Berbayar Pukul Sektor UKM Hingga Pertumbuhan EkonomiInstitute for Development Economy dan Finance (Indef) mengatakan bahwa pengenaan bagasi pesawat berbayar bakal menghantam perekonomian Indonesia. Dalam jangka panjang, pengenaan bagasi berbayar bisa saja menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi stagnan di kisaran 5 persen.
-
Ekonomi •Kementerian Perhubungan Tegur Lion Air soal Penerapan Bagasi BerbayarPolana menilai Lion Group selama ini belum maksimal mensosialisasikan tarif bagasi dengan cara prepaid maupun EBT sehingga banyak pengguna jasa angkutan udara belum mengetahui cara pembelian bagasi yang tepat.
-
Ekonomi •Kebijakan Bagasi Berbayar Pukul Sektor Pariwisata dan UMKMKebijakan bagasi berbayar yang diterapkan sejumlah maskapai penerbangan tak hanya merugikan penumpang, tapi menimbulkan efek domino bagi sektor lain. Bahkan dampak dari kebijakan ini pasti akan memukul sektor pariwisata, perhotelan, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
-
Ekonomi •Kemenhub Evaluasi Penerapan Bagasi Berbayar Lion Air dan Wings AirDirektur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B. Pramesti mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi mengenai penerapan bagasi berbayar oleh Lion Air dan Wings air. Dalam evaluasi tersebut, ditemukan beberapa hal yang harus ditindaklanjuti.
-
Ekonomi •Bos BPS: Pengenaan Bagasi Pesawat Berbayar Bakal Sumbang InflasiKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan pengenaan tarif bagasi angkutan udara akan menyumbang inflasi. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan besaran pengaruh yang diberikan.
-
Ekonomi •Februari, Kemenhub Terbitkan Aturan Tarif Batas Bagasi PesawatKementerian Perhubungan akan menerbitkan Peraturan Menteri (PM) yang mengatur perihal bagasi maskapai. Itu termasuk didalamnya terkait persoalan tarif batas atas bagasi pesawat. Adapun untuk PM tersebut hanya diperuntukan khusus maskapai berbiaya murah atau low-cost carrier (LCC).
-
Ekonomi •Pasar Umrah di Solo Diprediksi Tumbuh 30 PersenKetua Persaudaraan Pengusaha Travel Umroh dan Haji Indonesia (Perpuhi), Her Suprabu mengatakan, setelah ada penambahan rute baru tersebut, pada periode umrah tahun ini total seat yang disediakan maskapai ada sekitar 60 ribu, baik yang dilayani Garuda Indonesia maupun Lion Air.
-
Ekonomi •Arief Yahya Sedih Kebijakan Bagasi Berbayar Maskapai Pukul Sektor PariwisataArief Yahya mengaku sedih dengan kebijakan pencabutan bagasi gratis sejumlah maskapai penerbangan berbiaya rendah itu. Menurut dia, pariwisata menjadi sektor yang terkena dampak langsung dari kebijakan tersebut.
-
Ekonomi •Pemerintah Bakal Kaji Batas Atas Pengenaan Tarif Bagasi PesawatMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, pemerintah akan mengatur batas atas pengenaan tarif bagasi penumpang pesawat. Pengaturan ini dilakukan agar pengenaan tarif bagasi tak berdampak besar pada inflasi.
-
Ekonomi •Lion Air Harap Pemerintah Pertimbangkan Kelanjutan Bisnis Maskapai PenerbanganManaging Director Lion Air Group Daniel Putut mengatakan, pemerintah seharusnya mempertimbangkan keberlanjutan industri maskapai penerbangan, jika kebijakan penetapan bagasi berbayar pada maskapai penerbangan ditunda sesuai dengan imbauan Komisi V DPR RI.
-
Ekonomi •DPR Desak Kemenhub Tunda Kebijakan Bagasi Berbayar PesawatWakil Ketua DPR RI Komisi V sebagai Pimpinan Sidang Sigit Susiantomo mengetuk palu, bahwa regulasi tersebut harus ditunda sampai pemerintah selesai mengkaji ulang keputusan penghapusan layanan bagasi cuma-cuma (Free Baggage Allowance).
-
Ekonomi •Soal Pemberlakuan Tarif Bagasi, DPR Akan Panggil Lion AirAnggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan, akan memanggil Lion Air terkait pengenaan tarif bagasi. Pernyataan tersebut dikemukakan saat melakukan sidak (inspeksi mendadak) bersama sejumlah anggota lainnya di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Rabu (23/1).
-
Ekonomi •Kemenhub: Lion Air Group Sudah Sosialisasi Soal Bagasi Berbayar Dengan BaikDirektur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramestu mengatakan, dari hasil pemantauan sejauh ini, tidak ditemukan masalah yang berarti. Menurutnya, seluruh maskapai sudah melaksanakan SOP, sehingga operasional penerbangan masih berjalan dengan baik dan lancar.