Ada banyak cara untuk menunjukkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air, termasuk saat menjelang peringatan Dirgahayu atau HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa Pencinta Alam atau Mapala Trabas Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen dengan membentangkan bendera merah putih berukuran raksasa.
Mereka membentangkan bendera merah putih berukuran raksasa di Jembatan Tembana, perbatasan antara Desa Kutosari Kecamatan Kebumen dan Dukuh Gunungsari Desa Pejagoan–sentra Nasi Penggel khas Kebumen.
Berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
Beginilah momen bendera merah putih raksasa yang dikibarkan di salah satu jembatan di Kebumen, Jawa Tengah. Bendera merah putih yang dibentangkan di jembatan era kolonial tersebut memiliki ukuran 25×6 meter.
Sebanyak tujuh petugas yang terdiri dari tiga pria dan empat wanita bertugas untuk membentangkannya. Acara ini juga disaksikan oleh sekitar 60 tamu undangan, yang sebagian besar adalah pencinta alam dan pendaki gunung, termasuk siswa pencinta alam dari SMA/SMK, mahasiswa pencinta alam kampus, serta kelompok independen di Kebumen.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, persiapan tersebut diketahui dimulai pada pukul 07.00 pagi. Setelah melewati proses yang penuh ketegangan, bendera raksasa itu mulai dibentangkan pukul 09.00 WIB.
Advertisement
Setiap penerjun pun tampak dilengkapi dengan peralatan standar seperti harness, helm, sarung tangan, carabiner, descender, sepatu, dan tali karmantel sebagai akses turun bagi penerjun yang tertambat di tiang pagar beton jembatan. Setelah bendera berhasil dibentangkan dengan sempurna, panitia, tamu undangan, dan masyarakat setempat bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengingatkan kita akan perjuangan para pahlawan dalam mengibarkan bendera merah putih di masa penjajahan dulu.
Advertisement
Tak hanya itu, ada juga aksi seorang kakek berusia 76 tahun dari Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, yang melakukan aksi spesial menyambut HUT ke-79 Republik Indonesia. Untuk menunjukkan rasa cintanya pada Tanah Air, ia rela memanjat pohon setinggi 80 meter demi mengibarkan bendera Merah Putih di puncaknya.
Kakek yang bernama Tulih Sutan Khalifah ini awalnya berangkat ke tengah hutan diantar oleh teman-temannya. Setibanya di lokasi pohon, Tulih mulai memanjat menggunakan peralatan sederhana berupa seutas tali dan sebuah kapak.
Advertisement
Dengan semangat tinggi, Tulih yang kulitnya sudah keriput, membuka jalan menuju puncak pohon dengan mengayunkan kapak pada bagian pohon yang akan dipanjat. Hal ini bertujuan untuk memudahkan langkahnya di atas batang pohon yang memiliki diameter dua meter itu.
Untuk memastikan keselamatannya, Tulih mengikat tubuhnya dengan tali yang diikatkan pada batang pohon. Selama proses pemanjatan menuju puncak, Tulih disaksikan oleh teman-temannya yang setia menemani di hutan. Ia membutuhkan waktu empat jam tanpa berhenti untuk mencapai puncak pohon.
Advertisement
Setelah mencapai puncak, kakek yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini membersihkan beberapa dahan pohon untuk menyiapkan tempat pengibaran bendera Merah Putih.
Setelah bendera berhasil dikibarkan, Tulih memberi hormat kepada Sang Saka Merah Putih. Kemudian, ia berhasil turun dari pohon dengan selamat.
Advertisement
Terakhir, ada juga aksi unik yang dilakukan oleh sekelompok pencinta satwa di Gampong Nusa, Aceh, dalam rangka menyambut HUT ke-79 Republik Indonesia. Mereka mengadakan pawai mengelilingi kawasan Gampong Nusa sambil mengibarkan bendera merah putih.
Dalam video yang beredar, terlihat puluhan pencinta satwa di Banda Aceh melakukan pawai dengan membawa bendera merah putih dan hewan peliharaan mereka. Pawai ini disambut dengan meriah oleh warga setempat, yang menunjukkan antusiasme tinggi dari anak-anak hingga orang dewasa.
Advertisement
Kelompok pencinta satwa tersebut membawa 79 bendera merah putih bersama dengan 79 hewan peliharaan mereka. Selain menyambut hari ulang tahun ke-79 Republik Indonesia, aksi ini juga bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang pentingnya bersikap ramah terhadap hewan.