Ketika sedang berada di Ibu Kota Nusantara (IKN) tentu saja banyak tempat-tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Tak jauh dari Kota Balikpapan, terdapat sebuah wilayah hutan tropis yang masih asri.
Hutan ini sudah termasuk dalam kawasan konservasi hutan yang dikelola langsung oleh PT Inhutani I. Selain itu, pengunjung juga bisa menjajal trekking maupun wahan-wahana menantang lainnya. (Foto: Instagram/bukitbangkirai)
Kawasan tersebut bernama Bukit Bangkirai yang berada di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Tempat yang satu ini menawarkan objek wisata hutan yang lebat dan hijau. Selain itu, Bukit Bangkirai bisa menjadi opsi berwisata ketika berada di IKN.
Lebih dari itu, Bukit Bangkirai masih memiliki pesona lainnya yang menarik untuk dibahas, penasaran? Simak informasinya yang dirangkum merdeka.com dari berbagai sumber berikut ini.
Advertisement
Wahana Canopy Bridge
Ketika berada di Bukit Bangkirai bisa langsung menjajal wahana Canopy Bridge atau disebut dengan Jembatan Tajuk.
Jembatan ini digantung dari pohon ke pohon dengan ketinggian lebih dari 50 meter.
Konstruksi dari Jembatan Tajuk ini sangatlah kuat, anti karat, dan bisa bertahan selama 15 sampai 20 tahun. Dulunya jembatan ini dibangun pada tahun 1998 oleh Canopy Construction Associated yang menghabiskan waktu selama 1 bulan. (Foto: sepinggan-airport.com)
Jembatan Tajuk Pertama di Indonesia
Dikutip dari berbagai sumber, Jembatan Tajuk di bukit ini menjadi yang pertama di Indonesia, kedua di Asia, dan kedelapan yang ada di dunia.
Sebagai yang pertama di negeri ini, kedua di Asia, dan kedelapan di dunia dalam jenisnya, jembatan ini bukan sekadar penghubung, tapi juga kebanggaan nasional. Sungguh menarik bukan?
Selain menjajal jembatan, di Bukit Bangkirai ini juga terdapat aktivitas trekking menembus hutan tropis yang lebat dan begitu asri. Kemudian, selama perjalanan trekking juga bisa melihat langsung jenis flora maupun fauna yang dilindungi.
Advertisement
Advertisement
Pohon Khas
Dilansir dari situs indonesiakaya.com, salah satu vegetasi utama di kawasan bukit ini adalah Pohon Bangkirai atau Shorea Laevis. Pohon ini termasuk jenis kayu komersil yang kini keberadaannya sudah sulit dijumpai.
Keunikan dari pohon ini adalah kekuatannya yang kokoh sama seperti kayu Ulin, banyak digunakan oleh masyarakat untuk membangun rumah tradisional di Kalimantan. (Foto: indonesiakaya.com)
Momen tragis pernah terjadi pada tahun 1982-1983 dan 1997-1998, beberapa bagian Bukit Bangkirai mengalami kebakaran hebat akibat adanya kemarau berkepanjangan. Namun, beberapa bagian hutan masih terselamatkan sehingga pohon endemik ini masih bisa terselamatkan.
Advertisement
Advertisement
Jenis Flora dan Fauna Endemik
Di kawasan wisata yang diresmikan pada 14 Maret 1996 ini juga bisa melihat jenis-jenis satwa maupun tumbuhan langka. Jenis satwa yang mendominasi di kawasan ini adalah monyet ekor panjang, owa-owa, beruk, lutung merah, serta rusa sambar.
Sementara itu, tanaman anggrek begitu mendominasi kawasan tersebut. Ada sebanyak 45 jenis anggrek yang tumbuh, salah satunya adalah anggrek hitam yang menjadi maskot utama Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: instagram/erwindt_)