Mengenal Senjata Tradisional Masyarakat Suku Mentawai, Jadi Sandangan Utama Para Kaum Laki-laki Dewasa

Sebuah senjata ampuh yang selalu digunakan untuk berburu hewan di hutan dan sudah menjadi simbol sandangan para kaum laki-laki di Mentawai.

Adrian Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Mengenal Senjata Tradisional Masyarakat Suku Mentawai, Jadi Sandangan Utama Para Kaum Laki-laki Dewasa
Mengenal Senjata Tradisional Masyarakat Suku Mentawai, Jadi Sandangan Utama Para Kaum Laki-laki Dewasa (Merdeka.com)

Mengenal Senjata Tradisional Masyarakat Suku Mentawai, Jadi Sandangan Utama Para Kaum Laki-laki Dewasa

Sebuah senjata ampuh yang selalu digunakan untuk berburu hewan di hutan dan sudah menjadi simbol sandangan para kaum laki-laki di Mentawai.

Suku Mentawai tak lekang dari pola kehidupan sehari-hari yang bergantung dari alam, mulai dari makanan hingga kebutuhan tempat tinggal. Berburu, merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh kaum laki-laki di hutan belantara.

Untuk menunjang kebutuhan berburu binatang liar di hutan, tentunya perlu sebuah senjata yang efektif dan ampuh untuk membunuh. Masyarakat Mentawai memiliki beberapa jenis senjata tradisional yang digunakan untuk berburu di hutan.

Bagi mereka, senjata tradisional merupakan sebuah unsur yang penting bagi kehidupan sehari-hari mereka. Tak ayal, jika setiap keluarga memiliki senjata untuk berburu bahkan hingga dipajang sebagai hiasan dinding di rumah.

Senjata Silogui

Silogui adalah senjata tradisional Suku Mentawai yang berbentuk panah dengan memberikan sebuah racun dibagian ujung mata panahnya. Senjata ini wajib dimiliki setiap laki-laki dan selalu dibawa kemanapun mereka pergi.

Senjata ini disimpan dalam sebuah wadah bernama bukbuk yang terbuat dari bambu dan dilapisi pelepah sagu agar tidak pecah. Anak panah ini terdapat olesan racun yang dapat membunuh hewan buruan dengan efektif dan cepat.

Racunnya sendiri terbuat dari tumbuh-tumbuhan yang ada di alam. Bahkan setiap aktivitas berburu dimulai, masyarakat Mentawai dilarang untuk makan dan minum. Hal ini dilakukan untuk keselamatan dan kelancaran dalam proses berburu.

Rourou

Selanjutnya, masyarakat Mentawai memiliki Rourou, sebuah anak panah yang juga tak kalah penting dari Silogui. Senjata ini cukup ampuh untuk berburu sekaligus menjadi alat perisai musuh dan untuk berperang.

Anak panah ini memiliki ukuran tangkai 1 meter, atau menyesuaikan dengan ukuran busur panahnya. Tangkainya terbuat dari salah satu pelepah pohon yang tumbuh di pedalaman hutan Mentawai atau disebut dengan Pohon Duri.

Sedangkan untuk panjangnya, Rourou ini bisa berukuran 1,5 sampai 2 meter untuk orang dewasa. Sedangkan bagi pemula atau anak-anak biasanya akan disesuaikan dengan besar tubuh mereka.

Pisau Palitai

<b>Pisau Palitai</b>
Dok. Istimewa

Kemudian, ada jenis senjata tradisional lainnya yang digunakan oleh masyarakat Mentawai yaitu Palitai. Bentuknya seperti pisau dengan bilah yang licin dan diasah pada kedua sisinya.

Untuk ukurannya sendiri bermacam-macam, ada yang 30 cm hingga 1 meter atau tergantung dari keinginan si pemiliknya. Pangkalnya memiliki bagian bulat yang lebih tebal ditengah-tengahnya. Palitai dibawa di sebelah kanan tubuh, di kain pinggang dan mungkin menjadi bagian dari mahar.

Rekomendasi