Kanker sarkoma adalah salah satu jenis kanker yang berasal dari jaringan ikat tubuh, seperti otot, tulang rawan, lemak, pembuluh darah, atau jaringan yang mendukung organ-organ tubuh.
Sarkoma dapat muncul di berbagai bagian tubuh dan dapat bersifat ganas, menyebar ke jaringan di sekitarnya atau bahkan ke bagian tubuh yang lebih jauh.
Jenis kanker ini termasuk dalam kelompok kanker jaringan lunak, dan sarkoma tulang juga termasuk dalam kategori ini. Gejala kanker sarkoma dapat bervariasi tergantung pada jenis dan lokasi sarkoma tersebut, tetapi gejala umum mungkin meliputi benjolan atau pembengkakan yang tidak nyeri, nyeri yang persisten, atau gangguan fungsi organ tergantung pada lokasi tumor.
Berikut beberapa cara mengobati kanker sarkoma dan penyebabnya yang merdeka.com lansir dari berbagai sumber:
Advertisement
Advertisement
Penyebab Kanker Sarkoma
Kanker sarkoma pada jaringan lunak dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Paparan zat kimia seperti vinyl chloride dan dioxin dapat meningkatkan risiko terkena sarkoma.
Selain itu, terapi radiasi yang digunakan untuk mengobati kanker sebelumnya juga dapat menjadi penyebab kanker sarkoma.
Penyakit Paget, yang menyebabkan pembentukan tulang abnormal, juga dapat meningkatkan risiko terkena sarkoma.
Faktor-faktor risiko ini dapat merusak DNA dalam sel, yang kemudian dapat menyebabkan pertumbuhan sel-sel yang tidak terkontrol dan membentuk tumor sarkoma.
Oleh karena itu, penting bagi individu yang memiliki risiko ini untuk mengurangi paparan zat kimia berbahaya, mempertimbangkan efek jangka panjang dari terapi radiasi, dan melakukan pemeriksaan secara berkala untuk memantau perkembangan penyakit Paget atau sindrom genetik yang diwariskan.
Dengan memahami penyebab dan faktor risiko kanker sarkoma, diharapkan kita dapat lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan jaringan lunak tubuh kita.
Advertisement
Advertisement
Gejala Sarkoma
Sarkoma jaringan lunak adalah jenis kanker yang dapat muncul di berbagai tempat di dalam tubuh.
Gejala sarkoma bisa bervariasi tergantung di mana kanker tersebut berkembang. Beberapa gejala umum yang dapat muncul adalah benjolan yang semakin membesar, nyeri, pembengkakan, atau adanya tekanan pada area tersebut.
Jika mengalami benjolan yang semakin membesar seiring berjalannya waktu, langkah pertama yang harus diambil adalah segera berkonsultasi dengan dokter.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin juga melakukan tes tambahan seperti biopsi untuk mengetahui apakah benjolan tersebut bersifat ganas atau tidak.
Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan merujuk pasien ke spesialis untuk penanganan lebih lanjut, seperti ahli bedah onkologi atau ahli radioterapi.
Namun, langkah awal yang penting adalah memeriksakan diri ke dokter umum untuk evaluasi lebih lanjut.
Jangan menunda-nunda untuk memeriksakan benjolan yang semakin membesar, karena penanganan dini dapat membantu dalam perawatan kanker.
Advertisement
Advertisement
Cara Mengobati Kanker Sarkoma
Sarkoma jaringan lunak adalah jenis kanker yang berkembang dari jaringan lunak seperti otot, lemak, saraf, atau jaringan lainnya.
Pengobatan untuk sarkoma jaringan lunak dapat meliputi kemoterapi, terapi radiasi, terapi target, dan pembedahan.
Berikut beberapa pengobatan kanker sarkoma yang bisa dilakukan, antara lain:
Advertisement
1. Prosedur bedah
Sarkoma jaringan lunak adalah jenis kanker langka yang berkembang di dalam jaringan lunak tubuh, seperti otot, lemak, syaraf, atau pembuluh darah. Prosedur bedah adalah salah satu opsi utama untuk mengatasi sarkoma jaringan lunak.
Bedah dapat dilakukan untuk mengangkat tumor sepenuhnya atau sebanyak yang mungkin, serta sekitar jaringan sehat di sekitarnya.
Pada beberapa kasus, dokter mungkin perlu melakukan amputasi jika tumor telah menyebar ke jaringan yang penting atau sulit dijangkau, seperti pada kasus sarkoma yang terjadi pada ekstremitas. Kemungkinan kecacatan juga harus dipertimbangkan, terutama ketika tumor berada di lengan atau kaki, sehingga rehabilitasi pasca operasi akan diperlukan.
Selain bedah, terdapat juga metode penanganan alternatif yang dapat dipertimbangkan oleh dokter, termasuk radioterapi, kemoterapi, imunoterapi, dan terapi target.
Radioterapi dapat digunakan sebelum atau setelah operasi untuk membantu mengurangi kemungkinan kembali tumbuhnya tumor.
Kemoterapi, imunoterapi, dan terapi target juga dapat menjadi pilihan di beberapa kasus sarkoma jaringan lunak, terutama jika tumor telah menyebar ke bagian tubuh lain atau sulit dijangkau secara bedah.
Keputusan mengenai prosedur penanganan sarkoma jaringan lunak harus dibuat secara hati-hati dan disesuaikan dengan setiap kasus serta kebutuhan pasien.
Advertisement
Advertisement
2. Kemoterapi
Kemoterapi adalah salah satu metode pengobatan yang digunakan untuk mengobati sarkoma, yaitu jenis kanker jaringan lunak.
Prosedur kemoterapi melibatkan pemberian obat-obatan antikanker melalui suntikan intravena atau dalam bentuk tablet.
Obat antikanker yang digunakan dalam kemoterapi sarkoma bisa berupa doxorubicin, ifosfamide, gemcitabine, dan lainnya.
Efek samping yang mungkin terjadi selama proses kemoterapi antara lain mual, muntah, penurunan berat badan, kehilangan rambut, lelah, gangguan pencernaan, dan penurunan jumlah sel darah. Dokter akan memberikan perawatan tambahan untuk mengurangi dampak dari efek samping tersebut.
Dalam pengobatan sarkoma, jenis-jenis obat antikanker yang diberikan dalam bentuk suntikan atau tablet termasuk methotrexate, etoposide, cisplatin, dan cyclophosphamide.
Proses kemoterapi ini dilakukan dengan teratur sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh dokter untuk memastikan efektivitas pengobatan.
Kemoterapi merupakan salah satu bentuk pengobatan yang diberikan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien secara individual untuk mengurangi pertumbuhan sel kanker dan memperpanjang hidup pasien.
Advertisement
Advertisement
3. Radioterapi
Radioterapi adalah salah satu metode pengobatan yang menggunakan sinar radiasi untuk mengobati kanker. Pada kasus sarkoma, radioterapi dapat digunakan sebelum atau setelah operasi untuk mengurangi ukuran tumor dan menghilangkan sel kanker yang tersisa.
Dalam banyak kasus, radioterapi digunakan setelah operasi untuk memastikan semua sel kanker telah dihilangkan.
Penggunaan radioterapi untuk sarkoma bertujuan untuk mengurangi gejala seperti nyeri, perdarahan, atau penekanan terhadap organ atau jaringan di sekitarnya.
Namun, seperti halnya setiap prosedur medis, radioterapi juga memiliki efek samping yang umum seperti kelelahan, kulit yang teriritasi di area yang diradiasi, mual, dan menurunnya selera makan.
Penting untuk berkonsultasi dengan tim medis Anda untuk memahami prosedur radioterapi yang akan Anda jalani serta efek samping yang mungkin terjadi.
Advertisement
4. Terapi target
Terapi target adalah pendekatan dalam penanganan sel kanker yang bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dengan menargetkan fitur khusus dari sel kanker tersebut. Tujuan utama dari terapi target adalah untuk mempengaruhi sel kanker tanpa merusak sel sehat sebanyak mungkin.
Imatinib adalah obat yang umum digunakan dalam terapi target untuk kanker, khususnya leukemia mieloid kronis.
Mekanisme kerja imatinib adalah dengan menghambat aktivitas protein khusus yang ditemukan pada sel kanker, seperti protein Bcr-Abl. Hal ini mengakibatkan penghentian pertumbuhan sel kanker tanpa merusak sel sehat.
Pexidartinib, sementara itu, adalah obat yang digunakan dalam penanganan tumor jinak ganas, seperti tumor fibrosarkoma.
Mekanisme kerja pexidartinib adalah dengan menargetkan protein khusus yang ditemukan pada sel tumor, yaitu protein CSF1R, untuk menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel tumor.