Bagian Kaki hingga Kini Belum Ditemukan, Ini Fakta Arca Buddha Bukit Siguntang

Saat ditemukan kondisi arca ini terdiri dari beberapa bagian yang terbuat dari batu granit.

Adrian Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Bagian Kaki hingga Kini Belum Ditemukan, Ini Fakta Arca Buddha Bukit Siguntang
Arca Buddha di Bukit Siguntang (© 2024 merdeka.com)

Bukit Siguntang selama ini menjadi destinasi wisata sejarah yang populer di kalangan masyarakat Palembang.

Peninggalan-peninggalan sejarah yang ditemukan di lokasi ini masih berkaitan dengan masa Kerajaan Sriwijaya dan kental dengan pengaruh agama Buddha.

Tempat ini melambangkan lanskap besar dari betapa berkuasanya Kerajaan Sriwijaya pada masa lalu. Peninggalan sejarah yang ditemukan cukup beragam, mulai dari pecahan tembikar hingga keramik yang diperkirakan sudah ada sejak zaman Dinasti Tang.

Penemuan peninggalan sejarah ini menjadi bukti jika Bukit Siguntang tak hanya sebagai pusat persebaran agama Buddha dan ilmu pengetahuan, melainkan juga menjadi permukiman penduduk.

Batu Granit

Pada tahun 1920-an di lereng selatan bukit ini ditemukan arca Buddha bergaya Amarawati. Melansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, saat ditemukan kondisi arca ini terdiri dari beberapa bagian yang terbuat dari batu granit.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dulunya, bagian kepala arca tersebut disimpan di Museum Nasional lalu digabungkan dengan bagian tubuhnya. Hingga saat ini, bagian kakinya belum ditemukan. (Foto: Bpcb Jambi)

Sikap Berdiri

Arca ini menggambarkan seseorang dengan sikap berdiri. Bagian rambutnya berbentuk ikal kecil yang menutupi seluruh kepalanya. Tepat di bagian atas, ada semacam sanggul berbentuk bulat dan kecil yang disebut Usnisa.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Sementara itu, bagian tubuhnya tersemat pakaian semacam jubah panjang bergaris-garis yang menutupi kedua bahunya. Arca Buddha Bukit Siguntang ini memiliki tinggi sekitar lebih kurang 277 cm.

Masa Amarawati

Penemuan Arca Buddha di Bukit Siguntang ini lantas mengundang minat para peneliti untuk mengetahui kapan benda tersebut dibuat. Arca ini mengikuti langgam Amarawati yang berkembang di India Selatan abad II sampai V masehi.

Pengaruh-pengaruh Amarawati ini bisa terjalin dengan Kerajaan Sriwijaya akibat adanya aktivitas perdagangan dan juga agama.

Saat ini Arca Buddha Bukit Siguntang dapat dilihat di halaman Museum Sultan Mahmud Badarudin 2 yang berada di Kawasan Benteng Kuto Besak.

Rekomendasi