Sholat sunnah ini begitu dianjurkan oleh Nabi. Oleh karenanya, penting untuk tahu serba-serbi dari ibadah malam ini.
Sholat adalah salah satu pilar utama dalam agama Islam. Ibadah ini bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi juga bentuk hubungan spiritual antara seorang Muslim dengan Sang Pencipta.
Ibadah sholat sendiri tak hanya yang wajib, tapi juga ada yang sunnah. Dan sholat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan adalah sholat malam atau tahajud.
Dikerjakan pada malam yang tenang, sholat tahajud merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki makna mendalam dan keistimewaan tersendiri. Kegiatan ini mengharuskan bangun di tengah malam untuk kembali bersujud kepada Sang Pencipta.
Melalui sholat malam ini, umat Muslim memiliki kesempatan untuk merenungi, memohon, serta memperkuat ikatan batin dengan Allah SWT.
Advertisement
Pengertian Sholat Tahajud
Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan di malam hari atau sepertiga malam setelah terjaga dari tidur.
Sholat tahajud dikerjakan pada malam hari sesudah mengerjakan sholat Isya sampai terbitnya fajar dan sesudah bangun dari tidur, meskipun itu hanya sebentar.
Sholat tahajud hukumnya adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
Advertisement
Niat Shalat Malam Arab Latin dan Artinya
Sebelum mengetahui tata cara shalat tahajud, umat muslim juga perlu mengetahui niat shalat sunnah ini. Shalat malam atau tahajud bisa dikerjakan lepas tengah malam hingga masuknya waktu subuh. Secara definisi dalam Islam, shalat tahajud berarti ibadah sunnah yang dikerjakan setelah bangun tidur.
Tata cara shalat malam bisa dikerjakan minimal dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Tata cara shalat malam diawali dengan niat sholat malam. Adapun niat shalat malam atau tahajud adalah sebagai berikut:
اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat-tahajjudi rak'ataini (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'aalaa.
Artinya:
"Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat (dengan menghadap kiblat) karena Allah Taala."
Advertisement
Tata Cara Shalat Malam
Setiap ibadah memiliki keutamaan tersendiri, termasuk shalat malam, yaitu sholat witir, sholat tarawih, sholat tahajud, dan shalat sunnah lainnya yang dikerjakan di malam hari.
Beberapa macam shalat sunnah tersebut dengan sendirinya akan menjadi sholat tahajud apabila dilakukan setelah tidur.
Shalat malam bisa dikerjakan minimal dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Berikut tata cara shalat malam yang perlu diketahui umat muslim. Tata cara shalat malam ini shalat tahajud 2 rakaat.
1. Membaca niat shalat malam atau shalat tahajud
2. Takbiratul ihram (Allahu akbar)
3. Membaca doa iftitah
4. Membaca surah al-Fatihah
5. Membaca surah pendek
6. Ruku dengan tumaninah
7. Itidal dengan tumaninah
8. Sujud dengan tumaninah
9. Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah
10. Sujud kedua dengan tumaninah
11. Berdiri lagi menunaikan rakaat yang kedua
12. Membaca surah al-Fatihah
13. Membaca surah pendek
14. Ruku dengan tumaninah
15. Itidal dengan tumaninah
16. Sujud dengan tumaninah
17. Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah
18. Sujud kedua dengan tumaninah
19. Tasyahud akhir dengan tumaninah
20. Membaca salam menengok ke kanan dan ke kiri, hingga wajah samping nampak di belakang.
Advertisement
Doa Setelah Shalat Malam
Setelah mengetahui tata cara shalat malam, umat muslim juga dianjurkan membaca doa. Adapun doa setelah menunaikan ibadah shalat malam adalah sebagai berikut:
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqâ'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ'atu haq. Allâhumma laka aslamtu.
Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a'lantu, wa mâ anta a'lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.
Artinya:
"Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya.Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.
Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah.
Advertisement
Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah."
Advertisement
Waktu Pelaksanaan Tahajud
Waktu yang tepat untuk sholat tahajud adalah pada awal, pertengahan, atau pun di akhir malam. Ini karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaksanakan sholat tahajud di semua waktu tersebut.
Hal ini sebagaimana hadis dari Anas bin Malik yang mengatakan,
“Tidaklah kami bangun agar ingin melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam hari mengerjakan sholat kecuali pasti kami melihatnya. Dan tidaklah kami bangun melihat beliau dalam keadaan tidur kecuali pasti kami melihatnya pula.” (HR. Bukhari, An Nasai, Tirmidzi).
Meski begitu, disebutkan juga bahwa waktu terbaik sholat tahajud ini adalah pada akhir malam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Rabb kami -Tabaroka wa Ta’ala- akan turun setiap malamnya ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Allah berfirman, “Siapa yang memanjatkan do’a pada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan memberikan ampunan untuknya”.” (HR. Bukhari dan Muslim).
‘Aisyah pernah ditanya terkait sholat malam yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Aisyah menjawab,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur di awal malam, lalu beliau bangun di akhir malam. Kemudian beliau melaksanakan sholat, lalu beliau kembali lagi ke tempat tidurnya. Jika terdengar suara muadzin, barulah beliau bangun kembali. Jika memiliki hajat, beliau mandi. Dan jika tidak, beliau berwudu lalu segera keluar (ke masjid).” (HR. Bukhari).
Advertisement