Klub Sepakbola Karo United Ganti Nama Jadi Sada Sumut FC, Ini Alasannya

Salah satu klub sepakbola yang tergabung dalam Liga 2 Indonesia asal Sumatra Utara, Karo United akhirnya mengubah nama menjadi Sada Sumut FC.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Klub Sepakbola Karo United Ganti Nama Jadi Sada Sumut FC, Ini Alasannya
Klub Sepakbola Karo United Ganti Nama Jadi Sada Sumut FC, Ini Alasannya. ©2023 Merdeka.com/Instagram/sadasumut.fc

Salah satu klub sepakbola yang tergabung dalam Liga 2 Indonesia asal Sumatra Utara, Karo United akhirnya mengubah nama menjadi Sada Sumut FC. Keputusan ini diambil saat pelaksanaan Kongres Biasa PSSI yang digelar pada hari Minggu (28/5) di Hotel Intercontinental, Jakarta.

Keputusan mengubah penamaan klub kebanggaan daerah Karo, Sumatra Utara itu telah mengejutkan berbagai pihak. Alasan perubahan nama ingin menyatukan semangat sepak bola Sumut di level nasional.

Berikut ulasannya

Alasan Ubah Nama

Dilansir dari sadasumut.fc, sepakbola di Sumatra Utara yang mengalami kemunduran beberapa tahun terakhir, terlihat tidak adanya klub asal Sumut yang tampil di Liga 1 Indonesia. Pergantian nama ini diambil untuk kembali memajukan sepakbola di Sumatera Utara agar sepakbola di Sumut disegani di Indonesia.

"Langkah besar inilah yang membuat kami memutuskan mengubah nama Karo United menjadi Sada Sumut FC. Semangat Laskar Simbisa yang menjadi semangat Karo United akan kami kembalikan kepada Sumut seperti yang dilakukan para pahlawan Tanah Karo pada masanya," tulis sadasumut.fc pada Rabu (31/5). 

Senada dengan kabar tersebut, Ketua Karo Mania Kota Medan Mikha Gabriel Meliala mengatakan, pihak supporter sudah mengetahui rencana pengubahan nama klub sebelum diputuskan pada Kongres Biasa PSSI kemarin.

"Kabar itu sudah disampaikan oleh pemilik Karo United, Arya Sinulingga pada saat buka puasa bersama suporter, manajemen, dan official saat Bulan Ramadan kemarin," ucapnya mengutip dari Antara (2/6).

Khawatir Hilang Identitas

Mikha menjelaskan, dirinya sempat merasa kecewa dengan keputusan tersebut. Hal ini dikarenakan khawatir bahwa identitas Tanah Karo yang sudah di bawa dalam tim akan dihilangkan begitu saja. Namun, pihak manajemen klub memastikan bakal mempertahankannya.

Selain itu, Mikha juga meminta beberapa persyaratan untuk mempertahankan identitas tim meski sudah berganti nama. Dia juga mendukung pengubahan nama itu selama berniat untuk membangkitkan dunia sepakbola Sumut.

"Dengan beberapa paparan yang disampaikan Pak Arya (pemilik klub) kemarin, saya setuju. Apalagi tiga syarat yang saya minta dipenuhi oleh manajemen klub yaitu tetap berkultur Karo, tetap berwarna merah," katanya.

Masyarakat Sumut Bersatu

Berangkat dari pengubahan nama klub menjadi Sada Sumut FC, Mikha pun berharap mampu mendongkrak semangat dan perkembangan sepakbola khususnya di Sumatra Utara agar bisa tampil di kancah nasional.

"Dengan perubahan itu, masyarakat Sumut bisa bersatu memberikan dukungan terhadap perkembangan sepakbola melalui Sada Sumut FC," harapnya.

Harapan utama Mikha, pihak klub bisa "serius" menatap kompetisi selanjutnya terlebih untuk menentukan pelatih, official, dan pastinya pemain-pemain yang berkualitas.

"Termasuk menentukan venue latihan dan home base," tutup Mikha.

Rekomendasi