Telah terjadi aksi pembacokan yang dilakukan oleh seorang preman di Jalan Masjid Taufik, Kecamatan Medan Timur pada hari Rabu (3/5) kemarin sore.
Menurut informasi dari akun Instagram @tkpmedan, korban aksi pembacokan tersebut rupanya seorang anggota kepolisian bernama Aipda Ilham yang bertugas di bagian Intel di Polsek Medan Timur.
Usut punya usut, penyebab utama seorang preman berani melakukan pembacokan kepada anggota kepolisian itu gara-gara tak senang ditegur. Hal ini dikarenakan preman tersebut sering membuat onar dan keributan, sehingga memicu keresahan di masyarakat setempat.
Advertisement
Ditegur Korban
Dari informasi yang didapat, aksi pembacokan ini berawal saat korban menegur seorang pemuda yang juga warga sekitar rumahnya itu sering sekali membuat onar dan kerap melakukan pencurian. Seiring berjalannya waktu, masyarakat kesal dan resah dengan aksinya.
Pada saat kejadian, korban sempat melawan tindakan pelaku dengan menahan parang tersebut agar tidak mengenai tubuhnya. Tetapi, korban pun akhirnya terluka pada bagian ibu jari tangan sebelah kanan.
"Saat itu, korban sempat mengelak, namun kena ibu jari tangannya yang sebelah kanan," kata warga, dikutip dari unggahan akun @tkpmedan.
Advertisement
Dalam Tahap Pengejaran
Usai melakukan pembacokan, pelaku langsung melarikan diri ke arah Marelan. Sementara itu, Kapolsek Medan Timur, Kompol Rona Tambunan membenarkan adanya anggota kepolisian yang menjadi korban pembacokan.
"Saat ini anggota kita sedang mendapatkan perawatan medis, korban kena sabetan senjata tajam pada bagian ibu jarinya karena berusaha melawan pelaku. Untuk saat ini, pelaku tersebut sedang dalam pengejaran," terang Kompol Rona.