Gejala Vaginismus, Penyebab, Beserta Cara Mencegahnya

Namun apa itu vaginismus dan apa gejala vaginismus? Berikut ini merdeka.com merangkum selengkapnya tentang vaginismus, tetapi juga apa saja gejala vaginismus serta penyebab dan cara mengobatinya:

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gejala Vaginismus, Penyebab, Beserta Cara Mencegahnya
Alasan vagina bengkak. boldsky.com

Menjaga kesehatan tubuh adalah hal yang utama demi bisa menjalankan kehidupan yang optimal. Kesehatan tubuh ini melingkupi berbagai macam bagian tubuh, dari yang terkecil hingga yang terbesar.

Jangan pernah lupa juga untuk menjaga kesehatan alat kelamin. Selain sebagai saluran buang air kecil, alat kelamin juga berfungsi sebagai alat reproduksi, sehingga harus dijaga dengan baik.

Meski terdengar remeh, lalai dalam menjaga kesehatan dan kebersihan alat vital bisa menyebabkan kondisi medis yang serius. Terlebih pada wanita, bisa jadi akan mengalami vaginismus.

Namun apa itu vaginismus dan apa gejala vaginismus? Berikut ini merdeka.com merangkum selengkapnya tentang vaginismus, tetapi juga apa saja gejala vaginismus serta penyebab dan cara mengobatinya:

Vaginismus adalah sebutan pada suatu kondisi medis di mana otot-otot pada bagian vagina mengencang secara tiba-tiba. Kondisi ini umumnya terjadi di saat melakukan penetrasi seksual. Gangguan ini biasanya akan membuat penderitanya mengalami nyeri, kejang otot, hingga kesulitan bernapas.

Kondisi ini juga bisa disebut dengan disfungsi seksual yang terjadi pada wanita. Pubococcygeus muscle group adalah kelompok otot yang paling beresiko terkena gangguan vaginismus. Kelompok otot ini memiliki fungsi sebagai pengontrol buang air kecil dan besar, senggama, orgasme, dan juga melahirkan.

Vaginismus dapat dialami oleh wanita dari berbagai kalangan usia. Gangguan vaginismus terbagi menjadi empat kelompok sebagai berikut:

a. Vaginismus Primer

Vaginismus primer merupakan kejang otot yang terjadi akibat melakukan hubungan seksual untuk kali pertama serta saat memasukkan tampon ke dalam vagina.

Ketika vaginismus primer terjadi, hubungan seksual akan sulit dilakukan. Penderita vaginismus akan merasakan sensasi terbakar, serta sakit akibat kejang otot tersebut. Gangguan ini akan hilang apabila usaha penetrasi vagina dihentikan.

b. Vaginismus Sekunder

Vaginismus sekunder terjadi akibat adanya kondisi medis tertentu seperti menopause, infeksi, pembedahan, persalinan atau kondisi medis lainnya. Rasa sakit akan terus diderita meskipun kondisi medisnya sudah teratasi. Vaginismus sekunder lah yang disebabkan oleh faktor emosional dan psikologis.

c. Vaginismus Global

Gangguan yang satu ini bisa bersifat primer maupun sekunder. Adapun vaginismus global sebagai respons terhadap segala jenis usaha penetrasi, seperti penetrasi vagina, oral, maupun masturbasi.

d. Vaginismus Situasional

Gangguan ini adalah bentuk respon terhadap beberapa jenis usaha penetrasi. Contohnya saat seseorang memasukkan tampon ke dalam vagina.

Penyebab Vaginismus

Sebelum mengetahui tentang gejala vaginismus, penting untuk terlebih dahulu mempelajari tentang penyebab vaginismus. Vaginismus disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu faktor fisik dan faktor emosional.

Penyebab vaginismus dari faktor fisik adalah menopause, pasca melahirkan, pasca operasi panggul, atau efek samping pengobatan. Selain itu penyebab lainnya seperti adanya penyakit kanker, infeksi virus, serta kurangnya pemanasan dan lubrikasi sebelum melakukan hubungan seksual.

Sedangkan penyebab vaginismus dari faktor emosional bisa disebabkan oleh trauma (biasanya dialami oleh korban pelecehan atau kekerasan seksual), kecemasan akibat rasa bersalah terhadap pasangan, atau perasaan takut akan sakitnya saat berhubungan seksual.

Namun apa itu vaginismus dan apa gejala vaginismus? Berikut ini merdeka.com merangkum selengkapnya tentang vaginismus, tetapi juga apa saja gejala vaginismus serta penyebab dan cara mengobatinya:

Setelah mempelajari pengertian vaginismus serta penyebab terjadinya gangguan vaginismus, selanjutnya adalah mengetahui apa saja gejala vaginismus. Adapun gejala vaginismus yang utama adalah terjadi penegangan otot pada vagina.

Selain itu, gejala vaginismus selanjutnya adalah penderita akan merasa sesak, nyeri, dan ada sensasi terbakar saat melakukan hubungan seksual. Kondisi ini disebut dengan dispareunia.

Gejala vaginismus lainnya adalah penderita akan merasa sulit atau bahkan tidak mungkin untuk melanjutkan usaha penetrasi. Nyeri pasca hubungan seksual akan terasa dalam waktu lama tanpa sebab yang jelas.

Penderita Juga akan mengalami gejala vaginismus berupa berhentinya napas dan kejang otot saat melakukan hubungan seksual.

Cara Mencegah Vaginismus

Seusai mengetahui gejala vaginismus, kini perlu diketahui cara mengobati vaginismus. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar gangguan vaginismus tidak terjadi. Pencegahan tersebut antara lain:

- Melakukan pendidikan dan konseling kepada dokter mengenai anatomi seksual. Hal ini dilakukan agar bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi ketika melakukan usaha penetrasi.
- Melakukan latihan kontrol pada dasar panggul. Latihan ini juga termasuk pada kontraksi dan relaksasi otot panggul sehingga otot panggul lebih bisa dikendalikan.
- Melakukan latihan penetrasi yang dimulai dengan melakukan sentuhan-sentuhan ringan pada vagina terlebih dahulu. Apabila sudah terbiasa melakukannya tanpa merasa sakit, disarankan untuk belajar memakai dilator plastik. Jika dilator plastik berhasil masuk tanpa rasa sakit, biarkan dahulu selama 10 hingga 15 menit agar vagina terbiasa menghadapi tekanan.
- Melakukan latihan emosi dengan cara mengatur napas dan mencoba untuk selalu rileks. Ketika lebih mudah untuk menjelaskan dan mengekspresikan emosi yang ada dalam tubuh, akan lebih mudah untuk menghadapi emosi tersebut.
- Mengurangi sensitifitas terhadap usaha penetrasi dengan cara membiasakan diri untuk menyentuh area di sekitar vagina secara rutin. Hal ini agar tubuh tidak cepat kaget dan otomatis menegang dengan usaha penetrasi. Apabila berhasil melakukannya tanpa rasa sakit, maka bisa mencoba untuk membuka bibir vagina serta memasukkan jari secara perlahan.

Sebagai catatan, setiap latihan yang melibatkan sentuhan langsung ke area vagina harus dilakukan secara hati-hati. Hal yang perlu diperhatikan adalah kebersihan tangan dan area vagina, agar ketika melakukan usaha penetrasi tidak terjadi infeksi.

Rekomendasi