Recyling Village merupakan kampung yang dibangun dari daur ulang sampah. Kampung ini terletak diDesa Timbang Jaya, Bukit Lawang, Langkat. Dengan berdirinya Recycling Village diharapkan mampu mendongkrak wisatawan lokal hingga mancanegara untuk mengunjungi tempat tersebut.
"Pertama, dengan adanya tempat ini bisa menjadi salah satu magnet wisatawan untuk datang. Kedua, ini juga menjadi pusat edukasi," ucap Wakil Gubernur Sumatra Utara, Musa Rajekshah saat berkunjung ke Recycling Village di Langkat, dikutip infosumut.id, Senin (12/12).
Advertisement
Kampung Recycling Village nantinya akan menjadi tempat edukasi yang membahas seputar bahaya sampah. Sehingga kamu ini nantinya ditujukan kepada seluruh masyarakat terutama generasi muda. Oleh karena itu, generasi penerus bangsa harus lebih peduli dengan lingkungan.
Kampung ini telah menyelamatkan setidaknya 25 ton sampah untuk didaur ulang. Bagi masyarakat lokal, Recyling Village ini bisa memberikan dampak ekonomi yang baik untuk ke depannya.
"Ketika tempat ini ada, masyarakat lokal akan merasakan efek ekonomis. Karena Recycling Village ini dibangun dengan membeli sampah sekitar. Kemudian dikelola menjadi ecobrick yang menjadi pondasi bangunan ini," terang Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah.
Advertisement
Pembangunan kampung daur ulang sampah ini tidak lepas dari peran Project Wings Indonesia yang di bawahnya ada Bastian selaku Manager Project dari Jerman, Sabarata Bangun, Recycling Village Manager, dan Iwan Purba.
Sabarata Bangun mengatakan bahwa kampung ini hadir agar masyarakat memahami pentingnya menjaga lingkungan.
"Bangunan ini kami buat dari sampah plastik, kemudian dipadu dengan tanah serta bambu yang semuanya kami beli dari masyarakat di Bukit Lawang," kata Sabarata, dikutip infosumut.id (12/12).
Tempat ini sudah dibangun sejak 2020, karena pandemi pembangunan ini mengalami kendala. Ditargetkan 2023 pembangunan ini sudah selesai. Selain itu, Recycling Village diharapkan mampu menarik wisatawan untuk datang ke Bukit Lawang.