Manfaat Suntik Botox Beserta Efek Sampingnya yang Mesti Diketahui

Suntikan ini juga mengobati kondisi medis, seperti migrain, hiperhidrosis, kandung kemih yang terlalu aktif, dan masalah mata. Untuk mempertahankan hasil, perawatan harus diulang setiap tiga sampai enam bulan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Manfaat Suntik Botox Beserta Efek Sampingnya yang Mesti Diketahui
Ilustrasi botox. ©Shutterstock.com/Poznyakov

Suntik botox dikenal di dunia kecantikan secara luas dan lumrah digunakan. Botox alias suntikan neurotoksin, bekerja untuk membantu mengurangi munculnya garis-garis halus dan kerutan dengan melumpuhkan otot-otot di bawahnya.

Di mana pun suntikan, botox menyebabkan otot-otot di bawahnya berhenti bergerak untuk sementara. Ketika otot berhenti bergerak, kerutan berhenti terbentuk.

Suntikan ini juga mengobati kondisi medis, seperti migrain, hiperhidrosis, kandung kemih yang terlalu aktif, dan masalah mata. Untuk mempertahankan hasil, perawatan harus diulang setiap tiga sampai enam bulan. Berikut selengkapnya manfaat suntik botox dan efek sampingnya yang mesti diketahui sebelum melakukannya:

Apa itu Suntik Botox?

Suntik botox adalah suntikan obat untuk melemahkan atau melumpuhkan otot. Dalam dosis kecil, dapat mengurangi kerutan kulit dan membantu mengobati beberapa kondisi medis.

Botox adalah protein yang terbuat dari toksin Botulinum, yang diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum. Ini adalah racun yang sama yang menyebabkan botulisme.

Botox adalah racun, tetapi ketika dokter menggunakannya dengan benar dan dalam dosis kecil, ini bisa bermanfaat. Suntik botox memiliki kegunaan kosmetik dan medis.

Produsen membuat suntikan Botox dengan dosis toksin Botulinum yang sangat kecil. Obat tersebut dapat melumpuhkan otot untuk sementara, yang dapat bermanfaat bagi orang dengan berbagai gangguan otot atau saraf.

Bagaimana cara kerjanya?

Botox adalah racun saraf. Zat ini menargetkan sistem saraf, mengganggu proses sinyal saraf yang merangsang kontraksi otot. Ini adalah bagaimana obat menyebabkan kelumpuhan otot sementara.

Agar setiap otot berkontraksi, saraf melepaskan pembawa pesan kimia yang disebut asetilkolin di persimpangan tempat ujung saraf bertemu sel otot. Asetilkolin menempel pada reseptor pada sel otot dan menyebabkan sel berkontraksi, atau memendek.

Suntikan botox mencegah pelepasan asetilkolin, yang menghentikan sel-sel otot berkontraksi. Dengan cara ini, racun membantu otot menjadi kurang kaku.

Manfaat Suntik Botox

Manfaat suntik botox digunakan untuk mengatasi tanda-tanda penuaan. Perawatan ini dapat menghaluskan garis-garis halus dan kerutan di beberapa area wajah, antara lain:

  • alis.
  • dahi.
  • hidung.
  • mata.
  • bibir.
  • dagu.
  • garis rahang.
  • leher.

Kondisi medis apa yang dapat diobati dengan Botox?

Botox telah digunakan selama beberapa dekade di industri medis. Suntikan ini mungkin direkomendasikan untuk pengobatan:

  • Mata juling (strabismus).
  • Kontraksi otot yang berlebihan (dystonia).
  • Keringat berlebihan (hiperhidrosis).
  • Kelopak mata berkedut.
  • Migrain kronis.
  • Kandung kemih yang terlalu aktif.
  • Spastisitas ekstremitas atas anak.
  • spastisitas dewasa.
  • Blefarospasme.
  • Distonia serviks.

Bisakah Botox membantu mengurangi rasa sakit?

Ya. Banyak penyedia layanan kesehatan merekomendasikan botox untuk manajemen nyeri. Botox memblokir sinyal saraf yang mengontrol aktivitas otot, menghasilkan relaksasi dan penghilang rasa sakit. Manfaat suntik botox bisa berhasil dalam mengobati:

  • Sakit punggung.
  • Sakit leher.
  • Sakit rahang.
  • Nyeri saraf.
  • Nyeri linu panggul.
  • Neuropati (neuropati perifer).
  • Nyeri panggul.
  • Nyeri myofascial kronis (CMP).
  • Osteoartritis.
  • Nyeri sendi.
  • nyeri TMJ.

Efek Samping Suntik Botox

Selain ada manfaat suntikan botox, ada juga efek sampingnya yang bervariasi, tergantung pada daerah yang menerima pengobatan. Sebagian besar masalah ringan dan membaik dalam satu atau dua hari. Kemungkinan efek samping botox meliputi:

  • Nyeri, bengkak, kemerahan atau memar di tempat perawatan.
  • Gejala seperti flu.
  • Sakit kepala.
  • Sakit leher.
  • Sakit perut (gangguan pencernaan).
  • Kelopak mata terkulai sementara (ptosis).
  • Iritasi mata atau kemerahan.

Berapa Lama Botox Bertahan?

Dalam tiga sampai enam bulan setelah terapi Botox, racun hilang dan otot kembali bergerak. Akibatnya, kerutan kembali dan masalah seperti migrain dan berkeringat dapat berlanjut.

Untuk mempertahankan hasil, Anda dapat memilih untuk menerima lebih banyak suntikan Botox. Penyedia layanan kesehatan profesional yang terpercaya dapat memberi tahu seberapa sering bisa menjalani perawatan Botox.

Berapa Usia Ideal untuk Mulai Menggunakan Botox?

Ini bervariasi dan sebagian besar sebenarnya taka da anjuran untuk usia berapa pun. Intinya, Anda tidak membutuhkannya sebelum memiliki kerutan, atau Anda dapat menggunakannya untuk pencegahan. 

Untuk lebih jelasnya, ini lebih tentang anatomi (sebagai akibat dari faktor genetik dan lingkungan) daripada tentang usia.

Pada dasarnya, seorang pasien dapat melakukan botox dengan aman kapan pun mereka terganggu oleh kerutannya atau hanya ingin mencegahnya terbentuk sejak awal. Tidak ada masalah dengan penggunaan jangka panjang.

Harga Botox

Ada berbagai variasi harga botox bergantung tempat di mana Anda melakukan botox. Umumnya dibutuhkan 10 titik suntikan botox, di mana satu titik suntikan berkisar Rp100.000-Rp300.000.

Rekomendasi