Dosa Ghibah adalah Perbuatan Buruk Seperti Memakan Bangkai Saudara Sendiri

Berikut selengkapnya merdeka.com merangkum dosa ghibah berdasarkan hadis dan dampaknya:

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dosa Ghibah adalah Perbuatan Buruk Seperti Memakan Bangkai Saudara Sendiri
Ilustrasi bergosip. ©2012 Shutterstock/prodakszyn

Ghibah adalah merupakan keinginan untuk menghancurkan orang lain dengan menodai diri, kemuliaan, kehormatan, orang lain ketika mereka sedang tidak ada di hadapannya.

Di antara dampak negatif ghibah pada individu adalah melukai hati seseorang sehingga dapat menimbulkan permusuhan. Sementara dampak negatifnya untuk masyarakat adalah mengacaukan hubungan kekeluargaan, persaudaraan dan kemasyarakatan serta menimbulkan saling curiga-mencurigai.

Ghibah merupakan perbuatan yang sangat berbahaya menurut pandangan Islam. Hal tersebut sesuai sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa dosa ghibah adalah dosa besar:

Artinya:

hadis tersebut menjelaskan bahwa ghibah itu sama dengan riba, bahkan dipandang yang paling riba dari pada riba. Dengan demikian ghibah itu haram hukumnya, sebab Allah SWT mengharamkan riba (QS. al-Baqarah (2): 275).

Dosa ghibah adalah dosa besar juga bisa dilihat pada hadis sebagai berikut:
Artinya:

Rasulullah SAW bersabda: yang paling besar dosa besar adalah gunjingan seseorang tentang kehormatan seseorang laki-laki muslim tanpa kebenaran.

Berikut selengkapnya merdeka.com merangkum dosa ghibah berdasarkan hadis dan dampaknya:

Rasulullah SAW memberikan pelajaran bagi umatnya tentang ghibah, dalam suatu riwayat,

Rasulullah Saw bertanya kepada para sahabat, tahukah kamu wahai sahabatku  apa-kah ghibah itu? Mereka menjawab, Allah dan Rasulnya  lebih tahu lalu beliau menjawab, yaitu menyebut-nyebut saudaramu mengenai sesuatu yang tidak disukainya.

Para sahabat nabi penasaran lalu mengajukan pertanyaan lagi. Bagaimana pendapat engkau jika apa yang kami katakan itu benar apa pada dirinya? Beliau menjawab, jika yang kamu katakan itu ada padanya, maka sesungguhnya kamu telah melakukan ghibah terhadapnya.

Dan jika kamu katakan itu tidak ada padanya maka sesungguhnya kamu telah melakukan kebohongan (fitnah) mengenai dia. Sesuatu yang tidak disukai tersebut diatas, mengenai dirinya meliputi fisik, akhlak, nasab dan hal-hal lain yang jelek tentang kekhususannya, sebagai contoh: Si Fulan itu begini, begini dengan mengisyaratkan bahwa yang bersangkutan adalah orang kate / pendek.

Selain itu Alquran dan Hadis telah memperingatkan tentang ghibah dan melarang perbuatan tersebut. Berdasarkan firman Allah SWT dalam surah Al Hujurat: 12

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”

1. Mendapatkan siksaan kubur

Sebagaimana hadis di atas menjelaskan bahwa Rasulullah mendengarkan siksaan dari dalam dua kubur yang salah satunya disiksa karena dosa ghibah.

2. Menghanguskan pahala

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan zur [perkataan tercela], mengamalkannya, atau tindakan bodoh, maka Allah tidak butuh atas usahanya dalam menahan rasa lapar dan dahaga,” (H.R. Bukhari).

Puasa digambarkan bagaikan bunga atau perlindungan yang sewaktu-waktu dapat dirusak atau dibakar oleh dosa ghibah. Ghibah yang dilakukan oleh orang puasa dapat berdampak pada pahala puasa di mana ghibah akan menghabiskan pahalanya, sehingga dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa ghibah dapat menghanguskan pahala bagi orang yang sedang berpuasa.

3. Menjerumuskan ke dalam api neraka

Tidak dijelaskan bahwa orang yang melakukan ghibah akan dimasukkan ke dalam api neraka, akan tetapi dapat dipahami secara terbalik (mafhum mukhalafah) bahwa orang yang menghalau atau menghindari perilaku ghibah maka Allah akan menyelamatkannya dari api neraka berarti orang yang melakukan ghibah tidak akan diselamatkan dari api neraka.

4. Mengeluarkan bau busuk di hari kiamat

Dari Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhu diriwayatkan bahwasanya ia berkata: "Ketika kami sedang bersama Nabi Shallallahu alaihi wassallam, tiba-tiba tercium bau busuk. Maka Rasulullah bersabda: 'Tahukah kalian bau apa ini? Ini adalah bau orang-orang yang mengghibah (membicarakan kejelekan) kaum mukminin'."

Salah satu sanksi yang akan diterima oleh pelaku ghibah di hari kiamat nanti adalah dia akan mengeluarkan bau bangkai busuk sebagaimana dia suka memakan bangkai pada saat masih hidup.

Rekomendasi