Ternyata stres yang terkait dengan kesehatan mental juga bisa langsung berdampak dengan kesehatan fisik seseorang. Bagi sebagian orang, stres terasa seperti jantung akan meledak keluar dari dada atau berdegup terlalu kencang. Bagi yang lain, stres muncul di kulit sebagai ruam atau seseorang melihat rambut mereka rontok lebih dari biasanya.
Stres adalah bagian dari kehidupan, tetapi tidak selalu merupakan hal yang buruk. Terkadang itu memberi motivasi yang Anda butuhkan untuk mencapai tenggat waktu atau melakukan yang terbaik. Tetapi stres yang tidak terkendali atau berkepanjangan dapat mendatangkan malapetaka pada tubuh, yang mengakibatkan rasa sakit, nyeri, dan gejala lainnya yang tidak terduga.
“Stres tidak selalu menyebabkan kondisi tertentu, tetapi dapat memperburuk gejala kondisi tersebut,” kata dokter penyakit dalam Richard Lang, MD, MPH melansir dari laman health.clevelandclinic.org. "Ketika gejala fisik memburuk, mereka pada gilirannya dapat meningkatkan tingkat stres seseorang, yang menghasilkan lingkaran setan."
Berikut merdeka.com merangkum selengkapnya dampak stres bagi tubuh yang kerap diabaikan:
Advertisement
Dampak stres bagi tubuh dapat menyebabkan rasa sakit, sesak atau nyeri pada otot Anda, serta kejang nyeri. Ini dapat menyebabkan gejala radang sendi, fibromyalgia, dan kondisi lainnya karena stres menurunkan ambang batas rasa sakit Anda.
Menurut American Psychological Association (APA), ketika Anda mengalami stres, otot Anda tegang sama sekali. Ketika stres hilang, otot-otot Anda melepaskan ketegangan.
2. Jantung dan paru-paru
Percaya atau tidak, dampak stres dapat memengaruhi jantung, bahkan jika Anda berusaha memenuhi tenggat waktu di tempat kerja, misalnya atau berusaha istirahat tidak terlalu bekerja keras.
Situasi ini bisa membuat detak jantung Anda meningkat. Terlalu banyak hormon stres kortisol dapat memperburuk kondisi jantung dan paru-paru. Ini kemudian berlanjut menjadi penyakit jantung, kelainan irama jantung, tekanan darah tinggi, stroke dan asma. Selain kondisi paru-paru, stres juga dapat menyebabkan sesak napas dan napas cepat.
Jika Anda mengalami nyeri atau sesak di dada atau jantung berdebar, temui dokter sesegera mungkin untuk menyingkirkan kondisi serius.
Advertisement
Produk kulit dan rambut baru tampaknya mendominasi ruang iklan saat ini. Namun, jika Anda sedang stres, produk tersebut tidak akan banyak membantu kondisi kulit dan rambut.
Jika Anda memiliki kondisi kulit seperti eksim, rosacea atau psoriasis, stres dapat memperburuknya. Ini juga dapat menyebabkan gatal-gatal dan, keringat berlebih dan bahkan rambut rontok.
4. Masalah Usus
Pernahkah Anda sakit perut karena stres? Korelasinya nyata karena stres benar-benar terlihat dalam sistem pencernaan Anda, mulai dari gejala yang lebih sederhana seperti nyeri, gas, diare, dan sembelit hingga kondisi yang lebih kompleks seperti sindrom iritasi usus besar dan refluks asam (GERD).
Dampak stress bagi tubuh, mungkin menyebabkan kecenderungan untuk makan lebih banyak atau lebih sedikit, yang dapat menyebabkan pola makan yang tidak sehat. Jika stresnya cukup parah, Anda bahkan bisa muntah.
5. Bahu, kepala dan rahang
Efek stres dalam tubuh Anda dapat bergerak melalui segitiga ketegangan, yang meliputi bahu, kepala, dan rahang Anda.
“Stres dapat memicu sakit kepala tegang, sesak di leher dan rahang, serta simpul dan kejang di leher dan bahu Anda,” kata Dr. Lang. "Ini juga dapat berkontribusi pada TMJ, gangguan rahang."
Tanyakan kepada dokter tentang pengobatan seperti manajemen stres, konseling atau obat penurun kecemasan.
Advertisement
Anda membutuhkan sistem kekebalan yang kuat untuk melawan penyakit, tetapi stres melemahkan pertahanan tubuh seseorang.
"Itu membuat Anda lebih mungkin terkena pilek atau flu, misalnya," Dr. Lang memperingatkan. "Ini juga dapat memperburuk kondisi autoimun seperti lupus dan penyakit radang usus."
Jaga sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkannya dengan kebiasaan makan yang sehat dan olahraga. Yang terpenting, melatih sistem kekebalan Anda melalui pengurangan stres dapat melakukan keajaiban dalam menjaga Anda tetap sehat.
7. Kesehatan mental
Stres dapat menimbulkan gejala depresi dan mengurangi antusiasme terhadap aktivitas yang biasanya Anda nikmati, dari hobi sehari-hari hingga seks. Orang juga cenderung makan dengan buruk dan kurang berolahraga ketika mereka stres, yang hanya membuat gejala lebih kuat.
Merasa sedih karena stres bukanlah kegagalan pribadi. Itu terjadi pada kebanyakan dari kita, jadi jangan takut untuk mencari bantuan. “Kita bisa mengobati gejalanya,” kata Dr. Lang. “Kunci sebenarnya adalah menemukan dan mengobati penyebab masalah.”
Menerapkan pola hidup sehat akan sangat mengurangi stress beserta dampaknya.