Siapa yang tak tahu kapur barus? Benda yang satu ini sering kali dimanfaatkan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pengharum ruangan, pengusir rengat hingga bahan pengawet non makanan.
Namun, tak banyak tahu jika kapur barus yang ada di dunia asal mulanya adalah dari salah satu kota yang ada di Sumatra Utara (Sumut).
Mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, sebuah kota bernama Barus, yang terletak di Kecamatan Tapanuli Tengah, Sumut ini merupakan kota di mana kapur barus berasal.
Bahkan, pernah tercatat dalam sejarah bahwa Kota Barus merupakan salah satu kota perdagangan kuno dunia di abad ke-6 Masehi.
Berikut telah kami rangkum fakta menarik mengenai kapur barus dan kota kecil bersejarah yang terletak di Sumut ini.
Advertisement
Dihasilkan dari Pohon Kamper
Melansir dari merahputih, sejak jaman dahulu, Kota Barus ini dikenal sebagai penghasil kapur barus terbesar di dunia. Kapur barus ini dihasilkan dari pohon kamper (Cinnamomum camphora) yang banyak tumbuh di hutan di Tapanuli Tengah. Menariknya, pohon ini hanya tumbuh di Indonesia. Oleh masyarakat sekitar, pohon ini biasa disebut dengan barus, haburuan atau kaberun.
Pohon Barus ini memiliki batang yang tinggi dan memiliki getah yang mengandung zat padat berwarna keputihan yang mengkristal. Dari getah inilah kemudian diolah menjadi kapur barus berkualitas terbaik di dunia.
Advertisement
Pengekspor Kapur Barus Terbesar di Dunia
Melansir dari Liputan6.com, Kota Barus dikenal sebagai kota pelabuhan perdagangan internasional sekaligus pengekspor kapur barus terbesar di dunia. Beberapa petualang kenamaan masa lalu memuji kualitas kapur barus dari kota ini, salah satunya Marco Polo. Dalam sebuah literatur sejarah, Ia menyatakan Fansur (merujuk pada Barus) disebut sebagai produsen kapur barus dengan kualitas terbaik di dunia.
Advertisement
Hutan Pohon Kamper Nyaris Punah
Melansir dari ANTARA, kapur barus yang ada di masyarakat sekarang ini merupakan tiruan (sintesis) dari getah pohon asli yang umurnya beratus-ratus tahun yang ada di dalam hutan di Tapanuli Tengah.Kapur barus asal Tapanuli Tengah ini sejak dulu terkenal dengan keharumannya sehingga diburu dan mengakibatkan harganya relatif tinggi. Namun, karena eksplorasi yang berlebihan, kini pohon kamper sangat jarang ditemukan di Kota Barus dan bisa dibilang nyaris punah.
Advertisement
Digunakan untuk Mengawetkan Raja Mesir Kuno
Saking terkenalnya kualitas kapur barus asal Kota Barus ini di masa lalu, banyak literatur yang mengatakan bahwa kapur barus ini telah digunakan sejak 5000 tahun sebelum Masehi. Saat itu, kapur barus asal Kota Barus ini banyak dimanfaatkan oleh Kerajaan Firaun untuk mengawetkan jenazah raja-raja Mesir kuno. Fakta menarik ini juga pernah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Tapanuli Tengah pada 2017 lalu.