Memasuki akhir tahun, banyak orang biasanya sudah sibuk dengan rencana berlibur. Mulai dari berkumpul dengan orang terkasih hingga mengunjungi tepat wisata, setiap orang punya cara tersendiri. Pergantian tahun biasanya memang menjadi momentum spesial untuk sebagian orang.
Walaupun biasanya dirayakan dengan pesta besar-besaran, rupanya pergantian tahun kali ini akan berbeda. Pandemi corona membuat pesta pergantian tahun tak bisa begitu saja dilakukan. Terbaru di Indonesia bahkan menerapkan berbagai peraturan untuk mencegah penularan virus selama libur Natal dan tahun baru.
Salah satu peraturan yang diterapkan pada libur Natal dan tahun baru kali ini adalah diwajibkannya surat hasil rapid antigen. Berkat diberlakukannya peraturan ini banyak orang membatalkan rencana berliburnya. Beragam respon dari masyarakat membanjiri sosial media.
Artis Carissa Putri juga terpaksa membatalkan rencana berliburnya bersama keluarga. Namun bukan karena harus rapid antigen, Carissa memiliki alasan lain. Mengingat Carissa sedang tidak di Indonesia, tentu peraturan yang dijalaninya berbeda:
Advertisement
Sydney Laporkan Ada Kasus Corona Lagi
Melalui akun Instagram pribadinya, Carissa menyampaikan jika ia dan anak-anaknya gagal melakukan liburan pada akhir tahun ini. Carissa bercerita jika ia dan keluarga kecilnya sempat memiliki rencana ke Sydney.
Namun hal itu harus diurungkan lantaran kasus corona kembali ditemukan di Sydney. Tak mau mengambil resiko, Carissa memilih membatalkan liburannya. Rapid antigen tentu tak menjadi alasan Carissa membatalkan liburan.
"Berencana untuk ke Sydney, mau tahun baruan di sana karena anak-anak semua libur. Koper udah dikirim semua dan semua pasukan udah siap berangkat tiba-tiba jam 11 malam liat berita Sydney mulai ada lagi Covid-19," tulis Carissa.
Advertisement
Bersyukur Tak Jadi Berangkat
Meski harus gagal liburan, Carissa justru merasa bersyukur. Ia merasa beruntung karena belum sempat berangkat. Menurut Carissa, jika ia sudah berangkat, maka deretan peraturan karantina harus dijalaninya beserta keluarga.
"Akhirnya kita memutuskan untuk tetap stay di Melbourne. Untung aja kita belum berangkat, kalo nggak kita akan stuck di sana dan harus karantina kalo balik ke Melbourne 14 hari. Alhamdulillah banget, kita hanya bisa berencana tapi Allah yang berkehendak lain," imbuh Carissa.