Srimulat merupakan grup lawak legendaris Indonesia. Grup lawak ini didirikan oleh Teguh Slamet Rahardjo di Solo pada tahun 1950. Berawal dari panggung pertunjukan, Srimulat memiliki banyak anggota. Grup lawak ini mulai muncul di televisi pada akhir 1980-an.
Grup ini pun semakin terkenal di kalangan masyarakat. Setelah puluhan tahun nama Srimulat masih eksis di dunia hiburan. Walaupun kini hanya tersisa beberapa anggota Srimulat. Beberapa anggota Srimulat masih mengisi beberapa acara di layar kaca. Di antaranya Tessy, Rohana, dan Polo.
Belum lama ini, mereka menjadi bintang tamu dalam acara yang dipandu oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Dalam acara tersebut mereka mengungkapkan kenangan bersama Srimulat lainnya.
Advertisement
Polo mengungkapkan rasa bangganya menjadi bagian dari Srimulat. Ia juga mengatakan bahwa Srimulat memiliki kekeluargaan yang kuat.
"Jadi pas di Surabaya tuh kekeluargaan sangat erat banget, sekarang kan Srimulat udah pecah-pecah," kata Polo.
"Karna kehidupan kita ga di panggung aja tapi kehidupan sehari-hari juga. Jadi dulu tinggal seatap terus gantian yang masak," tambahnya.
Advertisement
Tessy mengungkapkan anggota Srimulat pernah cek-cok pada saat itu. Tapi hanya sekedar masalah pekerjaan.
"Pernah berantem ga?," tanya Raffi Ahmad.
"Ga kita persaudaraan kita udah deket banget," jawab Rohana.
"Berantemnya begini contoh main di salah satu tempat saya ngomong ke mas Polo, ada salah temen yang ngrusak cerita itu nah itu jadi berantem," ungkap Tessy.
Advertisement
Satu momen acara ini yaitu menghadirkan video para anggota Srimulat yang telah tiada. Sontak hal ini membuat Polo, Rohana, dan Tessy tak kuasa menahan tangis.
"Kalau kita bicara kenangan tuh susah, saya pribadi merasa kehilangan rekan-rekan satu atap satu perjuangan mulai dari nol. Secepat itu mereka meninggalkan kita, kita bener-bener satu keluarga satu sodara," ucap Tessy.
"Jujur ya saya di Srimulat tuh anak ragil anak bontot dan kita sadar beliau-beliau almarhum ini banyak membimbing aku. Mamik itu yang ngajak aku keluar dia bilang kalau kamu bertahan begini terus ga berkembang, jadi bikin grup sendiri itu aku mas Tarzan, Mamik sama Nunung, almarhum-almarhum ini pernah bimbing saya," kenang Polo sambil menahan tangis.
"Kalau sama temen-temen kenangannnya banyak banget kayak keluarga, sekarang tinggal 7 orang, tetapi kita tetap kompak kita ngadain arisan biar tidak terputus silaturahmi," kenang Rohana.