Pandemi virus corona (COVID-19) di Indonesia tak kunjung usai. Banyak pihak yang terkena dampak negatif dari pandemi virus ini karena berbagai kebijakan yang diambil pemerintah, termasuk artis dan seniman dunia hiburan. Tak sedikit artis yang harus kehilangan pekerjaan karena pandemi ini.
Salah satu yang terdampak pandemi virus corona ini adalah kegiatan produksi film. Sesuai anjuran pemerintah, tak sedikit sutradara yang terpaksa menghentikan kegiatan syuting demi menekan penyebaran virus corona, salah satunya adalah Lola Amaria yang pernah masuk sebagai nominasi Sutradara Terbaik Piala Citra.
Advertisement
Karier Perfilman
Sebelumnya Lola dikenal sebagai model dan aktris. Kiprahnya di dunia perfilman sebagai aktris dimulai pada tahun 2000 dalam film Tabir. 10 tahun berselang ia juga berperan sebagai aktris pada film Minggu Pagi di Victoria Park. Di film yang dirilis pada tahun 2010 itu ia juga dipercaya sebagai sutradara.
Filmnya tersebut berhasil meraih penghargaan ‘Netpac Award’ dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2006. Selain itu film garapannya yang lain berjudul Betina juga menjadi salah satu film yang akan ditayangkan di luar Indonesia, yaitu Festival Film Singapura ke-20.
Selain Betina, ia juga menyutradari film Sanubari Jakarta (2012), Jingga (2016) dan Labuan Hati (2017).
Advertisement
Terpaksa Berhenti
Kegiatan syuting terpaksa berhenti lantaran masih dalam masa pandemi virus corona. Aktris berusia 42 tahun ini menutup produksi filmnya.
"Dari PSBB berlaku kita stop dulu produksi dan resto kita kan juga ditutup akibat situasi ini,” ungkapnya.
Advertisement
Jual Nasi
Kini Lola mencoba peruntungan dengan bisnis kuliner. Ia membuat Lola’s Cooking dengan menawarkan olahan nasi cimit.
“Jadi saya coba untuk bikin Lola's Cooking dengan nasi cimit dan ada 5 paket menu yang kami siapkan. Ordernya lewat online," ujar Lola dilansir dari KapanLagi.com.
Advertisement
Sesuai Protokol COVID-19
Berbicara mengenai menu yang ia buat, perempuan yang pernah masuk nominasi Sutradara Terbaik Piala Citra ini mengatakan bahwa masakannya sehat dan telah mengikuti protokol kesehatan. Terlebih saat ini sedang masa karantina di mana semua hal wajib steril dan patuh dengan kebijakan kesehatan.
"Kita masaknya tetap mengikuti protokol kesehatan dan proporsional kesehatan. Ini penting untuk menjaga kualitas dan kesehatan makanan. Tapi ordernya H-1 ya," lanjut Lola.
Advertisement
Murah Meriah
Ia menjual nasi cimit miliknya dengan harga yang murah meriah.
"Harganya murah meriah terjangkau, hanya 20 ribu rupiah per paketnya. Minimum order 1 pun kita layani. Untuk ongkirnya ditanggung pemesan,“ ujar Lola.
Advertisement
Terjun Langsung
Lola mengaku bahwa dirinya terjun langsung untuk memasak makanan di Lola’s Cooking. Ia mengaku target pasarnya adalah pekerja kantoran yang tidak sempat masak karena kesibukan.
"Kita kerjakan sendiri semuanya di rumah. Jadi yang lagi malas masak atau yang lagi di kantor dan lainnya, bisa order langsung. Kita akan antar tepat waktu sesuai dengan waktu yang ditentukan," tutupnya.