Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengunjungi Museum Raja Ali Haji, Sajikan Koleksi Perkembangan Budaya di Kota Batam

Mengunjungi Museum Raja Ali Haji, Sajikan Koleksi Perkembangan Budaya di Kota Batam Museum Raja Ali Haji, Sajikan Koleksi Sejarah Kota Batam. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Museum Raja Ali Haji yang berada di Kota Batam merupakan museum daerah pertama milik pemerintah kota setempat. Dibuka untuk umum sejak 2020 lalu, museum ini berdiri di atas bangunan yang pernah dipakai sebagai tempat pelaksanaan Musaqabah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional ke-25 pada 2014 silam.

Museum ini masih terletak satu kawasan dengan Kantor Wali Kota Batam dan Alun-Alun Batam Centre. Di samping menjadi pusat kegiatan masyarakat, keberadaan museum ini juga bisa menjadi opsi wisata edukasi terkait sejarah budaya Kota Batam.

Melansir dari ppkd.kemdikbud.go.id, Museum Raja Ali Haji termasuk dalam kategori Museum Umum yang terdiri 15 ruangan pameran koleksi. Koleksi benda sejarah di museum ini sudah cukup beragam, di mana kebanyakan masih berkaitan dengan sejarah perkembangan Kota Batam.

Penasaran dengan museum daerah pertama di Kota Batam ini? Simak rangkumannya yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.

Berkembang Pesat

Didaftarkan menjadi museum sejak tahun 2019, pengelola museum yang saat itu masih di bawah naungan Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Batam langsung bergerak cepat melakukan pembenahan.

Untuk renovasi infrastruktur, Museum Raja Ali Haji mendapatkan dana bantuan dari Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. Dana tersebut digunakan untuk renovasi bagian dalam bangunan menjadi 15 ruangan seperti saat ini.

Keberadaan museum ini juga tak terlepas dari permintaan masyarakat Kota Batam yang menginginkan adanya museum atau galeri sebagai tujuan wisata lokal. Keinginan tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Batam, dan akhirnya bisa terwujud.

Banyak Koleksi

museum raja ali haji sajikan koleksi sejarah kota batam

disbudpar.batam.go.id ©2023 Merdeka.com

Di Museum Raja Ali Haji ini tersedia berbagai koleksi benda-benda sejarah terkait perkembangan Kota Batam.

Koleksi-koleksi tersebut dimulai dari zaman Nong Isa di Kesultanan Riau-Lingga, kemudian masa masuknya Otorita Batam, sampai dibentuknya pemerintahan administratif seperti saat ini.

Salah satu koleksi berharga yaitu Nong Isa yang menerima mandat dari Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah dari Kesultanan Lingga. Ia diperintahkan untuk memerintah kawasan Nongsa pada abad ke-19 silam.

Ada Kendi Zaman Belanda

Mengutip dari Antara, di Museum Raja Ali Haji ini terdapat benda-benda peninggalan zaman Belanda, salah satunya Kendi Jenever.

Kendi itu berbentuk bulat dan berwarna cokelat muda yang mampu menampung air sebanyak 1 liter. Namun, kondisinya memang sudah rusak akibat termakan zaman. Kendi ini terbuat dari tembikar tanah dan glasir.

Pada zaman penjajahan, Kendi Jenever biasa digunakan tentara Belanda untuk wadah minuman yang difermentasi, seperti air anggur atau tuak.

Koleksi BJ Habibie

ilustrasi bj habibie

©2019 Merdeka.com

Selain menyajikan koleksi sejarah budaya Kota Batam, museum ini juga memiliki koleksi milik salah satu tokoh Republik Indonesia sekaligus presiden ketiga yaitu BJ Habibie.

Perkembangan Kota Batam rupanya tak lepas dari campur tangan BJ Habibie yang membuat pembangunan di kota ini menjadi kota industri untuk menyaingi negara tetangga, Singapura.

Beberapa koleksi yang berkaitan dengan BJ Habibie di antaranya, telepon, laptop hingga salinan surat pengangkatannya menjadi Ketua Otorita Batam yang sekarang bernama BP Batam.

(mdk/adj)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP