Mengenal Mogang, Tradisi Sambut Bulan Suci Ramadan Khas Masyarakat Batu Bara
Merdeka.com - Menjelang Ramadan yang akan tiba, sejumlah masyarakat muslim biasanya akan menggelar tradisi dalam menyambut bulan suci tersebut. Salah satu tradisinya adalah Mogang, tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat Batu Bara ini memiliki makna membantai atau menyembelih hewan ternak.
Melansir dari Jurnal Universitas Islam Negeri Sumatra Utara berjudul Sejarah dan Perkembangan Tradisi Mogang di Batu Barakarya Rudi Khoiruddin dkk, tradisi Mogang rupanya juga ada di wilayah Aceh dengan nama Meugang.
Awalnya, tradisi ini di masa Sultan Iskandar Muda bertujuan untuk dibagikan kepada rakyat yang kurang mampu. Tradisi ini biasa dilakukan pada saat penyambutan Bulan Ramadan maupun Hari Raya Idul Fitri.
Penasaran dengan tradisi Mogang yang unik ini? Simak rangkuman selengkapnya yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.
Sejarah Tradisi Mogang di Batu Bara

©2020 Merdeka.com
Masih dari sumber yang sama, tradisi Mogang muncul di masyarakat Batu Bara pada awal abad ke-18 yang saat itu dibawa oleh seorang perantau asal Aceh yang pindah ke salah satu daerah di Batu Bara.
Adapun yang menyebutkan bahwa tradisi Mogang ada di Batu Bara yang bermula dari kekuasaan Sultan Alamuddin yang pernah mendirikan kampung pada tahun 1728 yang lalu.
Tradisi Mogang di Batu Bara juga dipengaruhi oleh tradisi lain seperti Aceh, Minangkabau, dan Malaka. Di Batu Bara, tradisi ini dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu saat menyambut Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Sikap Sosial yang Tinggi

©2020 Merdeka.com
Sesuai dengan sejarah lahirnya tradisi Mogang yang membagikan daging ternak kepada masyarakat yang kurang mampu, hal ini memicu adanya kandungan nilai-nilai sosial di dalamnya.
Bagi masyarakat Batu Bara, apabila melaksanakan tradisi Mogang memiliki sensasi tersendiri. Bayangkan saja, tradisi ini memberikan kesempatan kepada masyarakat Batu Bara yang jarang makan daging, bisa merasakan nikmatnya olahan daging meskipun jumlahnya tidak banyak.
Rasa dan sikap sosial makin terasa saat masyarakat Batu Bara biasa melaksanakan tradisi Mogang ini dengan berbagi kepada saudara agar bisa menikmati daging secara bersama-sama.
Alami Kemajuan Pesat

freepik.com ©2022 Merdeka.com
Perkembangan tradisi Mogang bisa terbilang cukup cepat. Pasalnya, pada tahun 1970 proses penyembelihan hewan ternak harus dilakukan oleh orang yang profesional di bidangnya, serta paham aturan yang sesuai dengan Syariat Islam.
Ada dua cara dalam melaksanakan tradisi Mogang ini, pertama masyarakat membeli daging di sentra pemotongan hewan kurban. Biasanya, masyarakat ada yang langsung mengolah dagingnya, ada juga yang dijual kembali.
Kedua, masyarakat membeli langsung di pasar. Menjelang Bulan Suci Ramadan, para penjual daging akan memadati pasar yang ada di penjuru kota Batu Bara. Para penjual daging biasa menyembelih dua ekor sapi atau kerbau dalam satu hari pelaksanaan Mogang. Untuk pedesaan, penjual hanya menyembelih satu ekor saja.
(mdk/adj)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya