Dalam tradisi adat masyarakat Batak terdapat berbagai macam istilah dan mengandung makna yang mendalam. Pada praktiknya, beberapa tradisi yang dilaksanakan masyarakat Batak tanpa disadari juga dilakukan oleh masyarakat suku lain.
Salah satu tradisi tersebut bernama Mandok Hata. Istilah itu terdengar asing di telinga masyarakat umum, selain suku Batak.
Mandok Hata merupakan bagian dari upacara adat, biasanya tradisi ini ada pada saat upacara orang meninggal, pesta tugu, dan upacara-upacara besar lainnya. Simak makna dari Mandok Hata yang dirangkum dari beberapa sumber berikut ini.
Advertisement
Makna dan Arti
Mandok Hata tidak hanya sekadar mengatakan atau berkata-kata. Namun, tradisi ini sudah termasuk bagian dari seni dan budaya Batak Toba. Bahkan, ucapan atau kata orang Batak Toba tidak bisa disandingkan dengan kata sambutan dalam peristiwa penting lainnya.
Biasanya, seseorang memberi sambutan pada suatu acara besar sekalipun, masih menggunakan teks tertulis ketika dibacakan. Berbeda dengan Mandok Hata. Ucapan dalam tradisi ini harus disertai dengan bahasa sastra (umpama/umpasa) dan diucapkan dengan lisan tanpa adanya teks.
Advertisement
Hanya Bisa Dilakukan oleh Orang Terhormat
Melansir dari budaya-indonesia.org, pelaksanaan Mandok Hata ternyata tidak bisa dilakukan sembarang orang. Tradisi unik ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang terhormat dan dianggap mempunyai Sahala Hatuaon (yang bertuah).
Tidak hanya itu, sebelum pelaksanaan Mandok Hata, mereka harus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh dan memperlihatkan perhatian serta kewibawaannya. Dengan mempersiapkan diri, efek dari Mandok Hata bisa berdampak besar.
Advertisement
Tata Cara Mandok Hata
Banyak yang menilai jika orang Batak itu terkenal banyak bicara, atau bermulut besar. Namun, orang Batak cukup kesulitan apabila dihadapkan dengan Mandok Hata.
Saat ini, banyak orang Batak yang mengakui bahwa Mandok Hata itu cukup sulit karena harus dilakukan di depan banyak orang. Butuh keberanian untuk menjalani tradisi ini.
Mengutip dari budaya-indonesia.org, ada beberapa langkah sederhana dalam menyampaikan Mandok Hata. Pertama, mengucapkan marsantabi atau permisi kepada Si Tuan Natorop (orang banyak) dan mengucapkan terima kasih.
Kedua, inti ucapan, di momen ini, orang Mandok Hata harus lancar dalam berbicara dan menggunakan bahasa sastra yang baik dan benar. Agar inti ucapan bisa berjalan lancar, sebelumnya sudah dipersiapkan lebih dulu di dalam hati bukan dengan teks. Ketiga yaitu bagian penutup, pada bagian ini biasanya diisi dengan umpasa/umpama.