Menengok RS Darurat Corona di Batam yang Dibuat dalam Waktu Singkat, Hampir Selesai
Merdeka.com - Rabu (1/4) kemarin, Presiden Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka kunjungan kerja. Dalam kunjungan ini, Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono juga meninjau kesiapan Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 yang berada di Pulau Galang.
Hingga saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang tersebut. Pada kunjungannya, Jokowi menyampaikan bahwa progres keseluruhan konstruksi telah mencapai 94,42 persen.
Perkembangan pembangunan juga terlihat dari video yang hari ini, Kamis (2/4), diunggah oleh PT. Wijaya Karya yang bertindak selaku kontraktor pelaksana dalam akun instagram resminya.
Video tersebut memperlihatkan laporan pandangan mata langsung dari Direktur Operational I WIKA, Agung Budi Waskito saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau kesiapan rumah sakit darurat corona ini pada Rabu (1/4) lalu.
Dibangun di Lahan 20 Hektar

Sumber: Instagram/@ptwijayakarya 2020 Merdeka.com
Dilansir dari Liputan6.com, lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas ini adalah lahan eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari Kota Batam. Tempat ini memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar.
Fasilitas Sudah Disiapkan

Sumber: Instagram/@ptwijayakarya 2020 Merdeka.com
Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 zonasi, yakni Zona A meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang, dan power house.Sedangkan Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas.
Sementara untuk Zona C disiapkan untuk tahap berikutnya, menyesuaikan kebutuhan dengan memanfaatkan cadangan lahan yang tersedia di Pulau Galang.Untuk saat ini progres pembangunan gedung isolasi ICU (20 bed) hampir selesai dikerjakan, gedung observasi 1 (50 bed) sebesar 56 persen, gedung observasi 2 (50 bed) sebesar 59 persen, gedung observasi 3 (240 bed) sebesar 64 persen, dan penataan kawasan 70 persen. Sedangkan untuk pembangunan landasan helipad saat ini progres fisiknya sudah rampung 100 persen.
Fasilitas di Ruang Observasi

Sumber: Instagram/@ptwijayakarya 2020 Merdeka.com
Video yang diunggah akun instagram PT Wijaya Karya (WIKA), memperlihatkan Agung Budi Waskito sedang berada di ruang atau gedung observasi. Ruang observasi ini terdiri dari 240 ruangan. Di gedung ruang observasi ini terdiri dari dua lantai, di mana di setiap lantainya terdiri dari beberapa ruang inap. Tampak di video tersebut, Agung Budi Waskito menjelaskan bahwa ruang observasi ini sudah mulai siap untuk digunakan. Lantai gedung sudah seluruhnya terpasang, begitu juga dengan fasilitas AC sudah terpasang dan menyala.
Di ruangan atau gedung observasi ini terlihat sebuah lorong dengan lebar 2,5 m yang di sisi kiri dan kanan adalah ruang inap. Selain AC, fasilitas penerangan di gedung ini juga sudah bisa digunakan. Seperti yang terlihat pada video tersebut, masing-masing ruang inap di dalamnya terdapat 5 buah kasur untuk pasien. Terlihat juga ada 3 meja dan kursi yang sudah disiapkan di masing-masing ruang inap tersebut.Agung Budi Waskito mengatakan bahwa ruang atau gedung observasi telah lengkap dan siap untuk digunakan.
Mulai Beroperasi Senin 6 April

Sumber: Instagram/@ptwijayakarya 2020 Merdeka.com
Pada saat kunjungannya ke RS Darurat Corona Pulau Galang Rabu (1/4) kemarin, Jokowi menyebut RS Darurat Corona Pulau Galang bisa mulai beroperasi Senin 6 April 2020. Proyek ini mulanya ditargetkan rampung pada 28 Maret 2020.
Jokowi mengakui ada keterlambatanan dalam penyelesaian proyek pembangunan RS ini. Adanya sejumlah kendala membuat rumah sakit ini baru akan bisa beroperasi Senin depan."Ini maksimal Senin sudah bisa dioperasikan. Memang ada keterlambatan 3-4 hari. Karena ada transportasi bahan material yang terkendala karena cuaca," ujar Jokowi usai meninjau pembangunan RS Darurat Corona di Pulau Galang Kepulauan Riau, Rabu (1/4/2020), dilansir dari Liputan6.com.
Kapasitas 1.000 Tempat Tidur

Sumber: Instagram/@ptwijayakarya 2020 Merdeka.com
Rencananya, fasilitas penampungan, karantina dan observasi corona di Pulau Galang akan memiliki kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur.Pada Tahap I, dibangun dua gedung bertingkat dua dengan kapasitas 340 tempat tidur, yakni 240 tempat tidur untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 100 tempat tidur untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP).Adapun 340 tempat tidur tersebut merupakan fasilitas observasi non-ICU. Sedangkan 20 tempat tidur lainnya merupakan fasilitas ICU. Sisanya 640 tempat tidur akan dilaksanakan pembangunan fasilitasnya pada tahap II.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya