Mencicipi Itak Gurgur, Kuliner Khas Batak Lambang Keberkahan
Merdeka.com - Tanah Batak di Sumatera Utara terkenal dengan kekayaan kuliner tradisionalnya. Kuliner Batak terkenal dengan olahan daging dan ikannya, terutama untuk masyarakat Batak yang tinggal pesisir Danau Toba.
Namun, ternyata ada satu makanan khas Batak Toba yang banyak dibuat dengan sangat sederhana namun kaya akan filosofi, yaitu Itak Gurgur. Itak gurgur ini biasanya disebut sebagi makanan tradisional yang disajikan ketika memanjatkan doa saat momen-momen tertentu seperti dalam menanam padi.
Disebut dalam Doa Masyarakat Batak
Itak Gurgur biasanya disebut sebagaai makanan tradisional yang disajikan ketika memanjatkan doa saat momen-momen tertentu.
Misalnya dalam bertani, Itak Gurgur disebut dalam sebuah doa-doa untuk keberkahan dalam penanaman padi. Doa ini dulunya dilakukan setelah lama negeri Sagala ditimpa musim kemarau, lalu masyarakat berdoa di masing-masing sawahnya dan memberikan sajian. Hujan pun mulai turun dan air mulai menggenang.
Bunyi doanya adalah 'On ma itak gurgur dan ompung, gurgur ma gogo ni haumanami on.' yang memiliki arti 'Inilah itak gurgur (tepung beras yang ditumbuk) ya ompung (somba on Martua Pusuk Buhit dan Mulajadi Nabobol), berlipat gandalah hasil sawah kami'. Demikian doa-doa petani yang diucapkan kepada dewa-dewa dan roh leluhur.
Dimasak dengan Sederhana

Sumber: pergikuliner.com ©2020 Merdeka.com
Itak gurgur dibuat dengan sangat sederhana tanpa dimasak. Bahan utama makanan ini adalah tepung beras. Sebelum ada alat penggilingan, beras hanya ditumbuk sehalus mungkin.
Bahkan hingga kini sebagian masyarakat masih ada yang mempertahan pengolahan seperti ini karena dianggap rasa Itak Gurgur justru terasa lebih enak.Cara membuatnya adalah beras terlebih dahulu direndam. Kemudian dicampur dengan garam, gula, dan kelapa parut. Semua bahan tersebut diaduk merata. Setelah itu baru dikepal-kepal hingga padat kemudian Itak Gurgur sudah dapat dinikmati.
Memiliki Makna Filosofis
Dilansir dari laman hitabatak, dalam Bahasa Batak, Itak artinya beras yang digiling secara tradisional, sedangkan Gurgur sering diartikan mendidih atau membara.
Sekilas, arti ini sedikit berbeda dengan cara pembuatannya yang sama sekali tidak dimasak. Namun, ternyata ini merupakan filosofi yang ada di dalam makanan tradisional ini.Konon, yang dimaksud mendidih atau membara itu adalah semangat yang menikmati Itak Gurgur. Bagi siapa saja yang menyantap makanan ini diharapkan memiliki semangat yang mendidih dan membara.
Begitu juga adanya kandungan gula dalam kue beras ini, walaupun jika berlebihan gula tidak baik bagi kesehatan, tetapi gula banyak diketahui bisa memberi energi instan untuk orang yang mencicipinya dan membuat orang menjadi lebih bersemangat.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya