Mengenal Laut Selat Sunda: Ketahui Lokasi, Kedalaman dan Bencana di Selat Sunda
Merdeka.com - Laut Selat Sunda adalah laut yang berada di Selat Sunda. Selat Sunda merupakan perairan yang menghubungkan Laut Jawa dan Samudera Hindia, yang memisahkan Pulau Sumatra dan Pulau Jawa.
Lalu lintas Selat Sunda cukup padat karena menjadi salah satu jalur pelayaran yang merupakan bagian dari ALKI I yang dilalui oleh lalu lintas kapal kargo, kapal tanker, kapal tunda, kapal ikan dan kapal militer.
Karena lalu lintas yang padat, laut Selat Sunda menjadi daerah yang rawan kecelakaan laut. Tak hanya itu, gelombang tinggi dan cuaca buruk juga menambah risiko keselamatan kapal yang berlalu lalang.
Berikut merdeka.com merangkum selengkapnya tentang laut Selat Sunda terkait dengan lokasi, tsunami, beserta kedalamannya:
Lokasi Laut Selat Sunda
Selat Sunda merupakan selat yang terletak di antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa di mana massa air Laut Jawa bercampur dengan massa air yang berasal dari Samudera Hindia.
Laut Selat Sunda secara geografis terletak di sebelah utara dibatasi oleh garis yang menghubungkan dari barat ke timur yaitu Tanjung Sumur Batu pada posisi koordinat 5° 50’ LS dan 105° 47’ BT, di pantai bagian selatan Pulau Sumatera ke Tanjung Pujut pada posisi koordinat 5° 53’ LS dan 105° 02’ BT di pantai sebelah barat laut Pulau Jawa.
Sedangkan batas di sebelah selatan dibatasi laut Pulau Jawa garis yang menghubungkan dari barat ke timur yaitu Tanjung Guha Kolak pada posisi koordinat 6° 50’ LS dan 105° 15’ BT di pantai barat daya Pulau Jawa ke Tanjung Cuku Balimbing pada posisi koordinat 5° 56’ LS dan 105° 33’ BT di pantai sebelah selatan Pulau Sumatea.
Luas dan Kedalaman Laut Selat Sunda
Luas perairan laut Selat Sunda kurang lebih 8.138 km persegi. Selat ini berbentuk seperti corong, bagian utara selat berukuran lebih sempit (± 24 km) dan lebih dangkal (£80m), sedangkan bagian selatan memiliki lebar sekitar 100 km dan kedalaman mencapai 1.575 meter.
Tsunami di Laut Selat Sunda
Laut Selat Sunda pernah mengalami tsunami pada 22 Desember 2018. Tsunami yang menyebabkan gelombang ombak tinggi menerjang pantai di sekitar Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.
Gelombang ombak tersebut awalnya hanya dinyatakan sebagai gelombang pasang, tetapi kemudian diralat dan disebut dengan kejadian bencana tsunami. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Geologi, tsunami disebabkan karena longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Mengutip Yudhicara dan K. Budiono dalam tulisannya di Jurnal Geologi Indonesia, sepanjang sejarahnya perairan Selat Sunda memang telah berkali-kali mengalami gempa bumi dalam magnitudo di atas 6 Skala Richter, dengan kedalaman yang relatif dangkal, dan mekanisme gempa vertikal. Hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan tsunami.
Pada tahun 1883, di Kawasan Selat Sunda telah terjadi letusan Gunung Api Krakatau. Peristiwa bersejarah tersebut menarik perhatian dari seluruh dunia, karena material yang dimuntahkannya memicu terjadinya tsunami yang melanda sebagian Sumatra bagian selatan dan Jawa Barat bagian barat, sehingga menewaskan lebih kurang 36.000 jiwa manusia.
Berdasarkan katalog tsunami yang ditulis oleh Soloviev dan Go (1974), telah tercatat adanya beberapa kali peristiwa bencana tsunami di Selat Sunda. Di dalam katalog dijelaskan bahwa tsunami tersebut dipicu salah satunya oleh erupsi gunung api yang pernah terjadi pada tahun 416 yang terekam dalam sebuah kitab Jawa yang berjudul Pustaka Raja (“Book of Kings”), yang diduga sebagai gunung api Krakatau kuno.
Setelah peristiwa erupsi gunung api bawah laut Krakatau di tahun 1883, erupsi-erupsi kecil berlangsung pada tahun 1884, menghasilkan tsunami kecil yang teramati di sekitar Selat Sunda. Peristiwa yang sama kembali terjadi pada tahun 1928, dan tsunami kecil teramati sekitar Gunung Api Anak Krakatau.
Dalam katalog tersebut juga dijelaskan bahwa tsunami pernah teramati setelah adanya peristiwa gempa bumi yang berpusat di dasar laut, di antaranya pada tahun 1722, 1757, 1852, dan 1958.
(mdk/amd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya