Ketinting Kiluan, Perahu Tradisional Andalan Masyarakat Teluk Kiluan yang Tangguh Membelah Lautan

Meski terbuat dari kayu, kapal ini sangat kuat dan tangguh untuk mengarungi ganasnya ombak di lautan.

Adrian Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Ketinting Kiluan, Perahu Tradisional Andalan Masyarakat Teluk Kiluan yang Tangguh Membelah Lautan
Ketinting Kiluan, Perahu Tradisional Andalan Masyarakat Teluk Kiluan yang Tangguh Membelah Lautan (Merdeka.com)

Meski terbuat dari kayu, kapal ini sangat kuat dan tangguh untuk mengarungi ganasnya ombak di lautan.

Teluk Kiluan yang berada di Kabupaten Tanggamus, Lampung terkenal dengan destinasi wisata bahari. Di tempat ini anda bisa bertemu dengan lumba-lumba dan paus. Selain itu, teluk ini juga cocok untuk snorkeling.

Selain daya tarik wisata baharinya, teluk ini juga memiliki sebuah kapal tradisional yang diproduksi oleh masyarakat setempat. (Foto: e-katalog.lkpp.go.id) 

Bagi masyarakat Desa Pekon di Kiluan Negeri, industri pembuatan kapal ini sangat membantu ekonomi mereka terutama saat musim paceklik atau objek wisata sedang sepi pengunjung. Kapal ini juga sudah menjadi produk unggulan daerah mereka.

Meski terbuat dari kayu, kapal ini sangat kuat dan tangguh untuk mengarungi ganasnya ombak di lautan. Sehingga kapal ini cocok untuk digunakan oleh para nelayan yang harus menghabiskan berjam-jam di lautan lepas.

Perahu Ketinting ini masih termasuk dalam jenis perahu Jukung. Melansir dari berbagai sumber, Jukung meruapakan salah satu jenis perahu tradisional khas Nusantara.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Perahu-perahu jenis Jukung ini tersebar di banyak daerah, mulai dari Banjar di Kalimantan Selatan, masyarakat Madura dan Bali, dan hampir seluruh pesiir Sumatera mengenal jenis perahu ini.

Meski banyak tersebar di berbagai daerah, tentu dalam proses pembuatannya berbeda-beda. Begitu juga dalam pembuatan Ketinting khas warga desa Kiluan Negeri ini. (Foto: Dinas Kebudayaan DKI Jakarta)

Ketinting Kiluan ini memiliki standar ukuran dengan panjang 11 meter dan lebar 60 cm. Perahu ini bahan dasarnya terbuat dari kayu Tabuh utuh yang dilubangi dan diserut menjadi bagian lambung perahu. Kayu Tabuh ini sendiri banyak tumbuh di sekitar Pesisir Kiluan.

Kapal ini terkenal dengan kekuatannya yang tangguh dan kuat menghadapi air laut. Hal ini dikarenakan ujung kapal yang lancip kemudian di sisi kiri dan kanannya dipasangi cadik atau kerangka dari bambu agar tetap seimbang ketika terkena terpaan ombak dan angin.

Bentuk kapal yang aerodinamis membuat Kelinting Kiluan ini sangat kuat menghadapi ganasnya ombak di lautan. Banyak produk kapal tersebut digunakan untuk nelayan, serta mengantar wisatawan melihat lumba-lumba.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kapal ini cukup kuat untuk menempuh perjalanan panjang. Buktinya, Kelinting pernah digunakan untuk melaut ke Laut Jawa hingga menyeberang ke Ujung Kulon. Perjalanan ini sangatlah lama, yaitu selama 6 sampai 8 jam perjalanan.

Terbukti, jika kapal buatan masyarakat Kiluaun ini sangatlah kuat dan tangguh ketika berada di lautan. Selain menjadi produk unggulan, kapal ini menjadi berkah bagi pencipta serta penggunanya.

Rekomendasi