Ketahui Arti Pansos yang Kerap Diucapkan di Media Sosial, Berikut Penjelasannya
Merdeka.com - Beragam istilah baru kini mulai bermunculan seiring dengan perkembangan zaman. Istilah itu pun lekas menyebar merata dengan adanya media sosial. Salah satu istilah yang sedang tenar di kalangan anak muda atau millennial yaitu pansos. Pansos merupakan kependekan dari Panjat Sosial.
Media sosial cukup mempengaruhi bagaimana seseorang ingin mencitrakan dirinya dan selalu ingin dianggap dalam keadaaan bahagia dan hidup dengan sukses. Hal tersebut tak urung memicu rasa iri pada orang-orang yang melihatnya dan mungkin merasa memiliki kehidupan menyedihkan. Oleh salah satu sebab itu, orang-orang yang tidak mampu untuk berada di puncak bukit tertentu dengan usaha sendiri membutuhkan orang lain, yang menurutnya sudah berada di puncak bukit untuk bisa mencapai puncak dengan instan.
Pansos umumnya kerap dipandang sebagai perilaku negatif meski tidak semuanya merugikan orang lain. Pansos dapat memiliki dampak internal terhadap karakter seseorang dari waktu ke waktu jika ia menghalalkan segala cara untuk melakukan panjat sosial demi keuntungannya semata.
Pansos mungkin terlihat sebagai fenomena sederhana dan mudah untuk melabeli secara sembarangan beberapa orang yang terus menempel pada orang-orang yang punya kuasa agar bisa menaikkan “pandangan sosial” orang lain terhadapnya. Namun apakah semua pansos buruk?
Arti Pansos (Panjat Sosial)
Pansos adalah salah satu internet slang yang merupakan singkatan dari panjat sosial. Kata “pansos” ini telah resmi menjadi bagian dari kosakata dalam Bahasa Indonesia. Hal ini dibuktikan telah masuknya arti kata “pansos” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Menurut KBBI, arti pansos adalah usaha yang dilakukan untuk mencitrakan diri sebagai orang yang mempunyai status sosial tinggi, dilakukan dengan cara mengunggah foto, tulisan, dan sebagainya di media sosial.
Pansos umumnya dikenal dengan sebutan social climbing dan akhirnya berubah nama menjadi social climber yang memiliki pengertian yaitu perpindahan kedudukan sosial seseorang atau kelompok anggota masyarakat dari lapisan sosial yang rendah ke lapisan sosial yang lebih tinggi di masyarakat, karena adanya prestasi diri seseorang ataupun pekerjaannya menurut Jurnal Strategi dan Misi Pertumbuhan Gereja.
Psikologi di Balik Panjat Sosial
Arti pansos atau panjat sosial pada pertemanan yaitu siapa saja yang berteman dengan orang lain jika mereka memiliki sesuatu yang mereka inginkan atau butuhkan. Para pemanjat sosial akan menghargai hubungan antarmanusia berdasarkan popularitas dan status karena kedua hal tersebut merupakan kebutuhan utama mereka.
Mereka tidak pernah melihat kedalaman dan keintiman dalam persahabatan mereka karena mereka hanya akan berteman dengan orang-orang yang "mengenal orang penting".
Lebih sering daripada tidak, pemanjatsosial menonjolkan karakteristik termasuk ambisius, kompetitif, dan berprestasi tinggi karena satu-satunya tujuan mereka adalah untuk "mencapai puncak". Orang-orang ini tidak akan pernah merasa puas jika ada orang lain yang memiliki “status lebih tinggi” dari mereka.
Ingin Dilihat Lebih Baik
Berdasarkan Psychology Today, perilaku panjat sosial mungkin berasal dari harga diri yang rendah dan kecenderungan ekstrem terhadap perbandingan diri. Terlepas dari perilaku kupu-kupu sosial yang banyak bicara, mereka sebenarnya sangat insecure tentang diri mereka sendiri. Mereka akan selalu melihat orang lain lebih baik dari mereka dalam hal karier, penampilan, kualitas, dan kepribadian.
Karena itu, karena para pemanjat sosial tidak pernah percaya diri, mereka memanfaatkan keberadaan orang lain untuk meningkatkan harga dirinya. Inilah sebabnya mengapa mereka tidak akan pernah membangun persahabatan dengan tulus karena jika mereka berpikir bahwa Anda memiliki "status yang lebih rendah" daripada mereka, mereka tidak mendapatkan penghargaan kebutuhan dari Anda.
Krisis gaya hidup dan identitas mungkin juga menjadi alasan munculnya panjat sosial di masyarakat kita. Di dunia ini, yang berubah dengan cepat dalam hal teknologi dan media sosial, semua orang ingin dikenal. Misalnya ketika berusia 20-an dan itu adalah periode ketika orang ingin dikenal sebagai orang-orang yang sukses, muda, dan cerdas; mereka ingin dunia melihat bahwa mereka memiliki kehidupan yang sempurna.
(mdk/amd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya