Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hukum Tidak Berjabat Tangan dalam Islam, Berikut Penjelasannya

Hukum Tidak Berjabat Tangan dalam Islam, Berikut Penjelasannya

Hukum Tidak Berjabat Tangan dalam Islam, Berikut Penjelasannya

Para ulama punya pendapat berbeda mengenai hukum berjabat tangan dengan lawan jenis.

Setiap Muslim dianjurkan untuk saling berkunjung dan berjabat tangan. Meski terlihat sederhana, berjabat tangan dengan sesama umat Islam memiliki pahala yang besar. Saat menjalin silaturahmi, hendaknya umat Muslim mengisinya dengan berbagai hal yang bermanfaat seperti saling mengakui kesalahan dan berjabat tangan. Adapun keutamaan silaturahmi sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis riwayat dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Kebaikan yang pahalanya paling cepat didapat adalah berbuat baik kepada orang tua dan silaturrahim. Sedangkan kejelekan yang cepat siksanya adalah berbuat keji dan memutus tali persaudaraan.”

Kendati demikian, ada hukum tidak diperbolehkannya umat Islam berjabat tangan dengan lawan jenis. Lebih jelasnya, berikut hukum tidak berjabat tangan dan penjelasannya yang merdeka.com lansir dari NU Online:

Hukum Tidak Berjabat Tangan dalam Islam, Berikut Penjelasannya

Hukum Berjabat Tangan dengan Lawan Jenis

Para ulama punya pendapat berbeda mengenai hukum berjabat tangan dengan lawan jenis. Mayoritas ulama kecuali madzhab Syafi’i membolehkan jabat tangan dengan perempuan tua yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana keterangan berikut ini, yang artinya:

“Jabat tangan dengan perempuan haram berdasarkan sabda Rasulullah SAW, ‘Aku tidak berjabat tangan dengan perempuan,’ (HR Al-Muwaththa’, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i). Tetapi mayoritas ulama selain madzhab Syafi’I membolehkan jabat tangan dan sentuh tangan perempuan tua yang tidak bersyahwat karena tidak khawatir fitnah. Hanya saja Madzhab Hanbali memakruhkan jabat tangan dengan perempuan dan melarang keras termasuk dengan mahram. Tetapi Madzhab Hanbali membolehkan jabat tangan bagi seorang bapak dengan anaknya dan membolehkan jabat tangan perempuan tua–maaf–buruk rupa,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh)

© 2023 merdeka.com/pexels

Hukum Berjabat Tangan dengan Lawan Jenis Menurut Madzhab Syafii

Hukum Berjabat Tangan dengan Lawan Jenis Menurut Madzhab Syafii

Sementara itu, madzhab Syafi'i mengharamkan jabat tangan dan memandang perempuan, sekalipun itu seorang perempuan tua. Kendati demikian, madzhab ini membolehkan jabat tangan antara seorang laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya dengan dihalangi sarung tangan. Sebagaimana keterangan berikut, artinya:

“Madzhab Syafi’i mengharamkan bersentuhan dan memandang perempuan secara mutlak, meskipun hanya perempuan tua. Tetapi boleh jabat tangan dengan alas (sejenis sarung tangan atau kain) yang mencegah sentuhan langsung,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh)

Hukum Tidak Berjabat Tangan dalam Islam, Berikut Penjelasannya

Dalam sebuah hadis, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak berjabat tangan atau bersentuhan kulit dengan wanita yang bukan mahramnya. Sebagaimana yang diriwayatkan An-Nasa’i berikut, artinya: “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan perempuan. Sesungguhnya ucapanku kepada seratus wanita sebagaimana ucapanku kepada satu orang wanita.” (HR Nasa’i)

Syarat Berjabat Tangan dengan Lawan Jenis Menurut Syekh Qardhawi

Menurut Syekh Qardhawi, berjabat tangan boleh dilakukan dengan lawan jenis asalkan memenuhi beberapa syarat. Hukum berjabat tangan dengan lawan jenis haram apabila disertai dengan syahwat dan menikmati hal tersebut. Hal ini dikhawatirkan akan menjadi fitnah. Sedangkan, berjabat tangan dengan lawan jenis boleh dilakukan dengan wanita tua yang sudah tidak punya gairah terhadap laki-laki. Demikian pula dengan anak-anak kecil yang belum mempunyai syahwat terhadap laki-laki. Hal ini diperbolehkan karena mereka aman dari sebab-sebab fitnah.

Hadits tentang Membuka Aib Orang Lain dan Penjelasannya, Umat Muslim Wajib Tahu
Hadits tentang Membuka Aib Orang Lain dan Penjelasannya, Umat Muslim Wajib Tahu

Sebagai seorang Muslim, tentu kita harus paham tentang hukum menyebarkan aib orang lain.

Baca Selengkapnya
Doa untuk Teman dan Seluruh Umat Islam di Dunia, Begini Lafalnya lengkap dengan Terjemahan
Doa untuk Teman dan Seluruh Umat Islam di Dunia, Begini Lafalnya lengkap dengan Terjemahan

Di dalam ajaran Islam, mendoakan orang lain termasuk membaca doa untuk teman agar sukses dalam dunia akhirat ialah hal yang amat dianjurkan. Berikut doanya.

Baca Selengkapnya
Hukum Memakai Gelang bagi Laki-laki dalam Islam, Berikut Penjelasannya
Hukum Memakai Gelang bagi Laki-laki dalam Islam, Berikut Penjelasannya

Manusia akan tetap berada dalam kodrat penciptaannya ketika mereka mengerti dan memahami fungsi dan kegunaan masing-masing.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Mahfud Md Ajak Pemda Sabang Rawat Makam Tengku Pasi, Salah satu Keramat Aulia 44
Mahfud Md Ajak Pemda Sabang Rawat Makam Tengku Pasi, Salah satu Keramat Aulia 44

Ziarah ini adalah bentuk penghormatan kepada para alim ulama yang telah berjasa menyebarkan agama islam di Desa Jaboi, Kota Sabang, Aceh.

Baca Selengkapnya
Ajarkan Kebaikan, Cigawiran Jadi Tembang Sunda untuk Sebarkan Agama Islam Khas Pesantren di Garut
Ajarkan Kebaikan, Cigawiran Jadi Tembang Sunda untuk Sebarkan Agama Islam Khas Pesantren di Garut

Cigawiran digunakan oleh ulama di Kabupaten Garut untuk berdakwah dan menyebarkan ilmu agama kepada para santrinya.

Baca Selengkapnya
Menengok Silsilah Keluarga Ganjar, Istrinya Keturunan Ulama dan Pejuang Kemerdekaan Indonesia
Menengok Silsilah Keluarga Ganjar, Istrinya Keturunan Ulama dan Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Ibu dari Alam Ganjar tersebut ikut berkecimpung pada organisasi islam, seperti pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Purbalingga.

Baca Selengkapnya
Ulama Gabung TKN, Prabowo-Gibran Disebut Bisa Gaet Pemilih Muslim
Ulama Gabung TKN, Prabowo-Gibran Disebut Bisa Gaet Pemilih Muslim

Deretan ulama dan kiai menempati berbagai posisi dalam struktur TKN Prabowo-Gibran seperti Dewan Pembina, Pengarah dan Penasihat.

Baca Selengkapnya
25 Juli 1947: Wafatnya KH Hasyim Asy'ari, Ulama Besar Pendiri Nahdlatul Ulama
25 Juli 1947: Wafatnya KH Hasyim Asy'ari, Ulama Besar Pendiri Nahdlatul Ulama

Selain dikenal sebagai ulama besar, KH Hasyim Asy'ari juga seorang pahlawan nasional yang berjasa bagi RI.

Baca Selengkapnya
Hukum Istri Menggugat Cerai Suami dalam Islam, Pahami Ketentuannya
Hukum Istri Menggugat Cerai Suami dalam Islam, Pahami Ketentuannya

Hukum istri menggugat cerai suami dalam Islam penting diketahui setiap perempuan yang sudah berumah tangga.

Baca Selengkapnya