Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fungsi Koklea atau Rumah Siput pada Telinga yang Perlu Diketahui

Fungsi Koklea atau Rumah Siput pada Telinga yang Perlu Diketahui anatomi telinga. ©2021 Merdeka.com/pixabay

Merdeka.com - Sementara koklea secara teknis adalah tulang, ia memainkan peran penting dalam fungsi pendengaran daripada hanya menjadi komponen lain dari sistem kerangka. Itu terletak di dalam telinga bagian dalam dan sering digambarkan sebagai berongga dan berbentuk siput atau spiral. Oleh karena itu, koklea juga dikenal sebagai rumah siput.

Koklea adalah organ pendengaran yang ada di telinga bagian dalam. Reseptor pendengaran ada di koklea. Ini mengubah sinyal pendengaran menjadi impuls saraf, yang dibawa oleh serabut saraf aferen dan saraf pendengaran ke otak, di mana ia terintegrasi dan kita mendengar suaranya.

Bentuk spiral koklea diperlukan untuk transduksi frekuensi suara yang berbeda. Panjang koklea kira-kira 10 milimeter (mm) dan jika koklea tidak digulung, panjangnya kira-kira 35 mm. Berikut merdeka.com merangkum struktur dan fungsi koklea yang perlu dipahami beserta kondisi kesehatan terkait koklea atau rumah siputdilansir dari very well mind:

Struktur Koklea

Rumah siput diisi dengan cairan (perilymph dan endolymph) dan dibagi menjadi tiga ruang yang disebut scala vestibuli, scala media, dan scala tympani. Dua dari ruang berisi cairan ini merasakan perubahan tekanan (yang disebabkan oleh suara) sedangkan ruang ketiga berisi organ Corti, saluran koklea dan membran basilar.

Duktus koklea adalah tabung berongga bertulang lain yang berada di antara scala vestibuli dan scala tympani. Saluran koklea mengandung endolimf. Scala tympani dan saluran koklea dipisahkan oleh membran basilar.

Juga terletak di dalam koklea adalah sel-sel rambut kecil. Mereka secara khusus ditemukan di dalam organ Corti dan penting untuk pendengaran yang tepat. 

Saat lahir kita memiliki sekitar 12.000 sel rambut. Sel-sel rambut dapat rusak dan hilang sepanjang hidup kita karena suara keras atau kondisi lain dan begitu mereka hilang, sel-sel ini tidak beregenerasi. Mengingat peran pentingnya dalam pendengaran, hilangnya sel-sel rambut menyebabkan gangguan pendengaran sensorineural permanen.

Lokasi Koklea

Koklea adalah salah satu dari dua struktur utama yang menyusun telinga bagian dalam. Telinga bagian dalam terletak di belakang gendang telinga dan di samping telinga tengah. Struktur lainnya disebut kanal setengah lingkaran yang bertanggung jawab untuk keseimbangan sementara koklea terlibat dalam pendengaran.

Di belakang gendang telinga adalah ossicles, tulang kecil yang memainkan peran penting dalam pendengaran. Di bagian bawah stapes terdapat jendela oval diikuti oleh kanal setengah lingkaran (juga disebut labrynthine).

Saluran setengah lingkaran berisi cairan yang disebut endolimfe dan berfungsi untuk memberikan keseimbangan yang tepat bagi tubuh. Berbatasan langsung dengan kanalis setengah lingkaran, sebelum dimulainya tabung berbentuk siput yang membentuk koklea adalah jendela bundar. 

Fungsi Koklea atau Rumah Siput

Fungsi koklea adalah fungsi pendengaran itu sendiri. 

Reseptor pendengaran ada di koklea. Gelombang tekanan yang dihasilkan oleh getaran suara ditransfer ke endolimf dan ini menyebabkan pergerakan di membran basilar. Pembengkokan sel-sel rambut terhadap membran tektorial menghasilkan impuls saraf di neuron aferen yang ada di dasar di dekat sel-sel rambut. Potensi aksi yang dihasilkan berjalan ke otak melalui saraf pendengaran. Otak mengintegrasikan sinyal listrik dan kita mengenali suaranya.

Kita juga bisa mengenali tinggi nada suara itu, tergantung dari bagian membran basilar yang terstimulasi. Frekuensi tinggi dikenali oleh sel rambut koklea yang ada di dasar dan frekuensi rendah dikenali oleh sel rambut yang ada di bagian atas.

Kenyaringan dikenali dari jumlah impuls yang ditransmisikan oleh saraf koklea. Suara keras yang memiliki amplitudo lebih besar akan merangsang sel-sel rambut dengan lebih intens.

Jadi koklea bertanggung jawab atas fungsi pendengaran telinga.

Kondisi Terkait

Beberapa kondisi dapat memengaruhi koklea, yaitu sebagai berikut:

Gangguan Pendengaran Sensorineural

Gangguan pendengaran sensorineural secara teknis didefinisikan sebagai gangguan pendengaran yang timbul dari disfungsi telinga bagian dalam. Ini termasuk gangguan pendengaran sensorik yang diakibatkan oleh sel-sel rambut yang rusak di dalam koklea.

Gangguan pendengaran sensorineural sangat umum terjadi terutama pada populasi lansia tetapi bisa juga bawaan. Ini dapat disebabkan oleh paparan suara keras, obat-obatan yang beracun bagi telinga, atau terkait dengan penyakit Meniere.

Gangguan pendengaran sensorineural dapat dibagi menjadi gangguan pendengaran sentral atau gangguan pendengaran sensorik. Seperti yang disebutkan sebelumnya, gangguan pendengaran sensorik disebabkan oleh sel-sel rambut yang rusak sedangkan gangguan pendengaran pusat dapat disebabkan oleh kerusakan jalur saraf pendengaran. 

Neuroma Akustik (Vestibular Schwannoma)

Neuroma akustik adalah pertumbuhan jinak yang muncul dari saraf yang memasok telinga bagian dalam. Ini dapat menyebabkan masalah dengan keseimbangan yang tepat yang mengakibatkan pusing dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran atau tinnitus (telinga berdenging). 

Tinnitus

Tinnitus berdenging di telinga. Ini juga bisa menjadi suara berdengung, bersiul atau berkicau. Pulsatile tinnitus adalah saat Anda dapat mendengar apa yang terdengar seperti detak jantung Anda sendiri di telinga Anda.

Tinnitus sangat terkait dengan paparan suara keras, gangguan pendengaran sensorineural dan juga dianggap sebagai akibat dari kerusakan sel-sel rambut di koklea.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP