Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berjumpa dengan Kelinci Sumatra, Spesies Kelinci Liar Paling Langka di Indonesia

Berjumpa dengan Kelinci Sumatra, Spesies Kelinci Liar Paling Langka di Indonesia Kelinci Sumatra. ksdae.menlhk.go.id ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Pulau Sumatra memiliki jenis flora dan fauna yang begitu beragam, mulai dari spesies yang sering ditemui hingga yang sudah jarang ditemui, bahkan yang langka dan hampir punah.

Ada satu fauna unik di Pulau Sumatra yang sangat jarang ditemui yaitu Kelinci Sumatra. Satwa ini merupakan spesies yang paling langka dari semua jenis kelinci yang ada di Indonesia. Kelinci yang mempunyai nama ilmiah Nesolagus netscheri ini juga dikenal sebagai kelinci belang Sumatra atau kelinci telinga pendek.

Seiring perkembangan zaman, satwa ini akhirnya menyusut jumlahnya. Hal ini disebabkan maraknya penebangan liar di hutan-hutan Sumatra yang merupakan habitat aslinya, memicu populasi satwa ini menjadi semakin berkurang. Berikut penampakan kelinci langka khas Sumatra yang jarang terlihat.

Tidak Suka Menampakkan Diri

Meskipun tergolong satwa liar, Kelinci Sumatra memiliki ciri khasnya sendiri yaitu elusive, yang artinya tidak suka menampakkan diri. Selain itu, Kelinci Sumatra juga termasuk hewan nokturnal atau yang biasa beraktivitas di malam hari.

Ciri-ciri Kelinci Sumatra ini memiliki bulu di bagian punggung, lalu dari bagian hidung hingga ujung ekornya berwarna hitam nampak seperti belang-belang. Warna belang ini yang menjadi ciri khas dari kelinci liar yang satu ini.

Selain itu, ukuran tubuhnya yang cenderung lebih besar dibandingkan kelinci pada umumnya. Tekstur bulunya yang halus, memiliki telinga pendek, dan ekornya juga pendek bahkan hampir seperti tidak mempunyai ekor.

Hidup di Sepanjang Bukit Barisan

kelinci sumatra

ksdae.menlhk.go.id ©2023 Merdeka.com

Melansir dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kelinci Sumatra dapat ditemui di seluruh hutan di Bukit Barisan. Mulai dari Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sampai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Dahulu, spesies ini ditemukan antara rentang tahun 1880-1916 yang berhasil didokumentasikan di sepanjang kawasan Bukit Barisan. Rupanya kelinci yang satu ini sudah dikenal dalam dunia ilmiah sejak lama, namun tidak banyak orang tahu mengenai keberadaannya hingga saat ini.

Setelah itu, tepatnya pada tahun 1900-an, kembali dijumpai satwa belang ini di kawasan Sumatra Selatan dan Bengkulu. Namun, setelah hampir 6 dekade, satwa tersebut sudah jarang terlihat.

Satwa Dilindungi

Kelinci Sumatra yang keberadaannya sangat sulit diketahui ini telah dinyatakan sebagai hewan yang dilindungi sejak tahun 1970-an.

Beberapa penelitian yang dilakukan menjelaskan bahwa Kelinci Sumatra ini merupakan spesies langka yang memiliki sedikit informasi terkait ekologi, status, dan distribusinya di wilayah Sumatra.

Pada tahun 2012, dilakukan survei secara menyeluruh untuk mengetahui keberadaan satwa ini, namun data yang dikumpulkan rupanya masih belum mencukupi untuk dilakukan kajian lebih lanjut.

(mdk/adj)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP