Bacaan Doa Sesudah Sholat Dhuha dan Artinya, Ketahui Keutamaannya
Merdeka.com - Ibadah sholat merupakan salah satu rukun iman setelah syahadat. Ini adalah ibadah yang wajib dikerjakan oleh orang Islam yang telah baligh. Begitu pentingnya ibadah sholat ini, sampai Rasulullah mengibaratkan sholat sebagai tiang agama.
“Dari Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah sholat.” (HR. Tirmidzi).
Sebagai orang beriman, kita diperintahkan untuk mengerjakan sholat wajib 5 waktu, yaitu subuh, zuhur, ashar, maghrib, dan isya'. Selain itu, kita juga bisa mengerjakan ibadah sholat sunnah di waktu lain.
Baca juga: Doa Setelah Melaksanakan Sholat Dhuha Arab Latin Dan Artinya
Ibadah sholat sunnah ini boleh dikerjakan dan boleh tidak. Jadi kita akan mendapat kebaikan ketika mengerjakannya, dan tidak akan mendapat dosa jika meninggalkannya. Tapi tentu akan sayang jika kita melewatkan kesempatan untuk menambah pahala melalui ibadah ringan ini.
Salah satu ibadah sholat sunnah yang mudah dilakukan tapi memiliki manfaat yang luar biasa adalah sholat dhuha. Sholat dhuha merupakan sholat sunnah yang bisa dikerjakan minimal dua rakaat pada waktu di mana ketika matahari mulai naik kurang lebih tujuh hasta sejak terbit, sampai waktu zuhur tiba.
Setelah menunaikan ibadah sholat, kita juga dianjurkan untuk memanjatkan doa sekaligus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Begitu juga saat selesai melaksanakan sholat dhuha. Adapun bacaan doa sesudah sholat dhuha akan kami bahas dalam artikel kali ini.
Hukum Sholat Dhuha

©2020 Merdeka.com
Sebelum mengetahui bacaan doa sesudah sholat dhuha, ada baiknya kita juga mengetahui hukum dari ibadah sunnah ini.
Hukum sholat dhuha adalah sunnah muakkad, yang berarti menjadi ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Ini karena Rasulullah SAW sendiri melakukannya dan menjadikannya sebagai suatu wasiat.
"Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata, "Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan sholat witir." (Muttafaqun ‘Alaih, Al-Bukhari No. 1981, Muslim No. 721).
Tata Cara Sholat Dhuha
Selanjutnya, kita juga harus memahami tata cara dari sholat dhuha. Berikut tata cara sholat dhuha yang benar dan yang dianjurkan:
1. Membaca niat sholat dhuha2. Takbiratul ihram (Allahu akbar)3. Membaca doa iftitah4. Membaca surah al-Fatihah.5. Membaca surah pendek, diutamakan surat ad-Dhuha.6. Ruku dengan tumaninah.Itidal dengan tumaninah.7. Sujud dengan tumaninah.Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah.8. Sujud kedua dengan tumaninah.9. Berdiri lagi menunaikan rakaat yang kedua.10. Membaca surah al-Fatihah.11. Membaca surah pendek, diutamakan surat as-Syams.12. Ruku dengan tumaninah.13. Itidal dengan tumaninah.14. Sujud dengan tumaninah.15. Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah.16. Sujud kedua dengan tumaninah.17. Tasyahud akhir dengan tumaninah.18. Membaca salam menengok ke kanan dan ke kiri.19. Membaca doa sholat dhuha.
Jika Anda ingin melaksanakan sholat dhuha sebanyak empat rakaat, maka Anda bisa mengerjakannya dengan cara 2 rakaat salam, lalu 2 rakaat salam.
Doa Sesudah Sholat Dhuha

©2020 Merdeka.com
Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba’idan fa qoribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shoolihiin.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.
Doa tersebut adalah doa sesudah sholat dhuha yang mungkin sering dibacakan. Namun, dilansir dari rumaysho, doa sesudah sholat dhuha ini disebutkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan Ad Dimyathi dalam I’anatuth Tholibiin, dan tidak dikatakan sebagai hadis.
Lalu, adakah bacaan sesudah sholat dhuha yang berasal dari hadis?
Terdapat satu hadis yang sanadnya dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani yang menunjukkan bacaan Rasulullah saat beliau selesai sholat dhuha.
"Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat Dhuha, beliau mengucapkan, "Allohummaghfir-lii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rohiim" (artinya: Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang) sampai beliau membacanya seratus kali." (HR. Bukhari).
Sebenarnya tidak ada doa sesudah sholat dhuha khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Sehingga dalam kitab-kitab Fiqih, para ulama sama sekali tidak mencantumkan doa sesudah sholat dhuha.
Keutamaan Sholat Dhuha
Sebagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan, sholat dhuha menyimpan banyak keutamaan yang bisa didapatkan seseorang yang mengerjakannya. Beberapa keutamaan sholat dan membaca bancaan sesudah sholat dhuha berdasar hadis antara lain sebagai berikut:
Dibuatkan Istana di Surga
Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadis pernah bersabda,
"Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Diampuni Dosanya
Salah satu hadis Rasulullah berbunyi yang artinya,
"Siapapun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (HR. Tirmidzi).
Dicukupi Rezekinya
Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman, 'Wahai anak Adam, bersholat lah untuk-Ku empat rakaat pada permulaan siang, niscaya akan Aku cukupi kebutuhannmu pada sore harinya." (HR. Tirmidzi).
Pengganti Sedekah Seluruh Persendian
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedekah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah". (HR. Bukhari dan Muslim).
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya