Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

8 Cara Membangun Komunikasi yang Sehat dalam Hubungan Romantis, Lakukan Ini

8 Cara Membangun Komunikasi yang Sehat dalam Hubungan Romantis, Lakukan Ini Ilustrasi pasangan. ©tvN

Merdeka.com - Mungkin kamu sering mendengar bahwa kunci dalam sebuah hubungan romantisadalah berkomunikasi dengan baik. Berkomunikasi nyatanya memang tidak mudah bagi sebagian orang. Banyak faktor yang mendasarinya seperti gaya komunikasi, kebiasaan dalam keluarga, trauma, harga diri, dan banyak faktor lainnya.

Tetapi dari sekian faktor, komunikasi tetap harus diusahakan oleh dua pihak. Komunikasi yang efektif dalam hubungan memberi tahu kita bahwa kita dicintai dan dapat membuat kita merasa hidup.

Jika kamu merasa kesulitan berkomunikasi atau menjalin komunikasi sehat dengan pasangan, berikut merdeka.com merangkum cara membangun komunikasi yang sehat dalam hubungan romantis:

Mendengarkan Aktif dan Menanggapi

Cara membangun komunikasi yang sehat dengan pasangan adalah dengan membangun komunikasi yang sehat.

Kadang-kadang ketika kita mendengarkan orang terdekat kita, kita tidak sepenuhnya hadir. Kita mungkin terganggu oleh hal lain yang terjadi dalam hidup kita, atau merasa terlalu reaktif terhadap emosi kuat yang mereka tunjukkan. 

Dalam percakapan santai (dan terutama selama percakapan yang panas), orang-orang biasanya menemukan diri mereka dalam dinamika yang tidak sabar menunggu untuk menyela pemikiran (pernyataan defensif, sanggahan, dll.) padahal lawan bicaranya sedang berbicara.

Akibatnya, kita akhirnya tidak memperhatikan sepenuhnya apa yang dikatakan orang lain. "Mendengarkan Aktif", di sisi lain, melibatkan upaya bersama untuk memperlambat dan mendengarkan dengan hati dan pikiran terbuka. Ini, tentu saja, lebih mudah diucapkan daripada dilakukan! Tapi, niat adalah kuncinya.

Kamu dapat mendengarkan secara aktif selangkah lebih maju dengan membagikan umpan balik. Cara klasik untuk melakukan ini adalah menyatakan kembali apa yang kamu dengar dari orang lain, untuk menunjukkan pemahamanmu. Kita semua tahu betapa senang rasanya didengarkan. 

Mendengarkan secara aktif, seperti banyak aspek komunikasi lainnya, adalah sebuah keterampilan dan karena itu membutuhkan latihan. Semakin sering kita melakukannya, semakin baik dan semakin mudah.

Perhatikan Kritikanmu

Saat berkomunikasi dengan pasangan, lakukan upaya bersama untuk menghindari kritik pribadi. Ini termasuk menahan diri dari merendahkan, menghina dan bahasa tubuh yang negatif, seperti eye-rolling. 

Seperti yang kita ketahui bersama, kritik membuat orang merasa defensif, antara lain; ini secara signifikan menghambat proses mendengarkan dan dapat menyebabkan peningkatan lebih lanjut dari kemarahan dan perasaan sakit hati.

Bersikap Lembut

Ketika ada sesuatu yang mengganggumu, ungkapkan dengan lembut dan tanpa menyalahkan. Waspadai nada yang digunakan saat mengomunikasikan masalah. Nada yang saling menghormati, yang tidak pasif atau agresif, sangat membantu dalam memulai dialog yang produktif.

Memahami

Saat berada dalam konflik, kegagalan kita sebagai manusia seringkali terfokus pada keinginan kita untuk dipahami. Berapa kali kamu mendengar, "kamu tidak mengerti apa yang saya katakan!" Tentu saja, hubungan yang sehat melibatkan pemahaman satu sama lain, tetapi alih-alih menekankan keinginanmu sendiri untuk didengarkan, cobalah mengubah fokusmu untuk memberi perhatian pada pemahaman orang lain. 

Ini benar-benar dapat mengubah dinamika relasional dan membuka jalan bagi komunikasi yang lebih terbuka dan segar.

Ajukan Pertanyaan Terbuka

Ajukan pertanyaan terbuka saat kamu memiliki kekhawatiran. Misalnya, kamu mungkin mengatakan kepada pasangan, “Saya membutuhkan lebih banyak bantuan untuk membuang sampah; apakah kamu punya ide tentang bagaimana kita dapat mengatur ini?

Tetap Tenang

Cobalah untuk menjaga diskusi setenang mungkin. Jika keadaan mulai meningkat, istirahatlah dan mengobrol kembali berdua saat sudah merasa kurang emosional. Perhatikan self-talkmu, apakah kamu mengatakan hal-hal pada diri sendiri yang membuatmu relatif tenang atau apakah kamu mengobarkan api tekanan emosional?

Bagikan Apresiasi

Dalam hubungan baik apa pun, setiap orang akan merasa dihargai dan dihormati apa adanya. Saat berkomunikasi, akan sangat membantu untuk mengidentifikasi apa yang kamu hargai tentang orang lain dan menyatakan hal-hal itu. 

Penelitian Gottman menunjukkan bahwa mereka yang berada dalam hubungan yang sukses membuat pernyataan positif 5 kali lebih banyak daripada pernyataan negatif saat mendiskusikan masalah.

Berbagi penghargaan berkontribusi pada berbagai perasaan positif dan orang hanya berpikir dan berkomunikasi lebih baik ketika mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri.

Coba Tempatkan Diri di Posisi Lawan Bicara

Cobalah untuk menempatkan diri pada posisi pasangan dan bersedia mengikuti perspektif dan saran mereka. 

Penelitian Dr. John Gottman menunjukkan bahwa ”perkawinan berhasil sejauh suami dapat menerima pengaruh dari istrinya”. Oleh karena itu, perhatikan dinamika gender dalam hubunganmu yang dapat mendorong atau menghambat kemampuan untuk saling memengaruhi.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP