Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Penyebab Tawuran Antar Pelajar dan Upaya untuk Mengatasinya, Penting Diketahui

7 Penyebab Tawuran Antar Pelajar dan Upaya untuk Mengatasinya, Penting Diketahui 18 pelajar SMK pelaku tawuran. ©2016 merdeka.com/bram salam

Merdeka.com - Tawuran antar pelajar masih kerap ditemukan di beberapa daerah. Hal tersebut menyebabkan beragam dampak termasuk adanya korban di antara para pelaku tawuran itu sendiri. Umumnya tawuran antar pelajar yang terjadi di sebuah daerah tersebut adalah tradisi turun temurun.

Masalah ini sering dikaitkan dengan perilaku negatif/menyimpang dan bahkan sering dikaitkan dengan pelanggaran hukum yang berujung pada tindak pidana. Kasus-kasus tersebut seringnya terjadi di kota besar seperti, Jakarta, Bandung, Surabaya dan tidak menutup kemungkinan kota-kota yang lebih kecil juga melakukannya karena perkembangan internet yang semakin maju.

Maraknya tawuran dari tahun ke tahun selalu membawa korban mulai dari luka ringan hingga sampai harus dirawat di rumah sakit sampai ada beberapa yang harus menghembuskan napas terakhir. Lalu apa sebenarnya penyebab tawuran antar pelajar ini? Berikut penyebab tawuran antar pelajar dan upayanya untuk mengatasi penyimpangan tersebut:

Penyebab Tawuran Antar Pelajar

Ciri remaja atau pelajar yang terlibat tawuran diduga dipengaruhi oleh beragam kondisi seperti lingkungan tempat tinggal, kedekatan dengan orangtua dan anggota keluarga lainnya, hubungan dengan peer group serta akses untuk melihat kekerasan di media visual seperti tayangan di media sosial.

Faktor penyebab tawuran antar sekolah menurut jurnal Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu sebagai berikut:

Faktor Internal

Mengalami krisis identitas (identity crisis)

Penyebab tawuran yang pertama yaitu karena remaja atau pelajar tersebut sedang mengalami krisis identitas. Identitas diri yang dicari remaja adalah bentuk pengalaman terhadap nilai-nilai yang akan mewarnai kepribadiannya.

Jika tidak mampu menemukan atau menginternalisasi nilai-nilai positif ke dalam dirinya, serta tidak dapat mengidentifikasi dengan figur yang ideal, maka akan berakibat buruk, yakni munculnya penyimpangan-penyimpangan perilaku tersebut.

Jika para remaja tidak mendapatkan panutan yang baik atau keyakinan sendiri atas identitasnya, maka mereka cenderung mencari identitas yang sedang trend di lingkungan sekitarnya, dan apabila ia kebetulan di lingkungan yang buruk atau antar remaja dengan kekerasan, maka kemungkinan besar para remaja ini akan melakukan hal yang serupa.

Memiliki kontrol diri yang lemah (weakness of self control)

Penyebab tawuran berikutnya yaitu karena remaja memiliki control diri yang lemah. Kontrol diri merujuk pada ketidakstabilan emosi, emosi ini meliputi mudah marah, frustrasi, dan kurang peka terhadap lingkungan sosialnya.

Sehingga ketika menghadapi masalah, mereka cenderung melarikan diri atau menghindarinya, bahkan lebih suka menyalahkan orang lain, dan kalaupun berani menghadapinya, biasanya memlih menggunakan cara yang paling instan atau tersingkat untuk memecahkan masalahnya.

Tidak mampu menyesuaikan diri (self mal adjustment)

Penyebab tawuran selanjutnya yang berasal dari faktor internal atau dari dalam diri sendiri yaitu karena tidak mampu menyesuaikan diri. Pelajar yang melakukan tawuran biasanya tidak mampu melakukan penyesuaian dengan lingkungan yang kompleks, seperti keanekaragaman pandangan, ekonomi, budaya dan berbagai perubahan di berbagai kehidupan lainnya yang semakin lama semakin bermacam-macam.

Faktor Eksternal Penyebab Tawuran

Pengaruh media

Dilansir dari very well mind, penyebab tawuran atau kekerasan pada remaja bisa dipengaruhi oleh media. Penelitian oleh Research Institute of Moral Education, College of Psychology, Nanjing Normal University, Nanjing, China menunjukkan bahwa kekerasan di media mempengaruhi remaja dan dapat menyebabkan mereka bertindak agresif. 

Meskipun sulit untuk menentukan apakah kekerasan di media mengarah langsung ke kekerasan remaja, penelitian telah menunjukkan bahwa bermain video game kekerasan meningkatkan pikiran dan perilaku agresif.

Faktanya, sebuah penelitian menemukan bahwa video game kekerasan tidak hanya meningkatkan perilaku agresif. Mereka juga meningkatkan pikiran marah serta meningkatkan detak jantung dan tekanan darah peserta.  

Pengawasan Orang Tua Tidak Memadai

Ketika orang tua tidak memberikan pengawasan yang memadai, remaja cenderung akan melakukan perilaku agresif atau aktivitas kriminal. Tanpa pengawasan orang dewasa, remaja tidak memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat pilihan yang baik atau untuk mengenali risiko.

Akibatnya, para remaja ini cenderung berteman dengan orang yang salah, mengambil risiko yang tidak perlu, dan bereksperimen dengan hal-hal yang tidak diizinkan oleh orang tua yang terlibat. Ketika orang tua terlalu permisif, anak-anak mereka seringkali tidak memiliki motivasi untuk berprestasi di sekolah dan bahkan mungkin berhenti memedulikan masa depan mereka.

Secara keseluruhan, remaja membutuhkan disiplin yang adil dan tegas serta interaksi yang konsisten dan arahan dari orang tua. Ketika orang tua mengambil peran aktif dalam kehidupan remaja mereka, itu mengurangi kemungkinan kekerasan remaja.

Tekanan teman sebaya

pelaku tawuran di tangsel

©2018 Merdeka.com

Tekanan teman memainkan peran penting dalam kekerasan remaja sebagai penyebab tawuran, terutama karena anak-anak lebih cenderung terlibat dalam perilaku berisiko atau kekerasan ketika mereka bertindak sebagai sebuah kelompok.

Remaja yang biasanya tidak agresif atau melakukan kekerasan sendiri sering merasa diberdayakan saat berada dalam kelompok.

Selain itu, remaja lebih cenderung menjadi kasar atau agresif saat mereka merasa tertekan. Mereka juga mungkin melakukan kekerasan untuk mempertahankan tempat mereka dalam grup. Tekanan teman sebaya dapat membuat remaja terlibat dalam perilaku pengambilan risiko.

Komunitas dan Lingkungan

Tempat tinggal remaja juga dapat berdampak pada mereka dan mengarahkan mereka untuk bertindak lebih agresif. CDC menunjukkan beberapa faktor risiko komunitas untuk kekerasan pemuda termasuk berkurangnya peluang ekonomi, tingkat kejahatan yang tinggi, dan lingkungan yang tidak terorganisir secara sosial. 

Selain itu, penelitian dari American Psychologist menunjukkan bahwa kekerasan remaja dapat menjadi bentuk "keadilan jalanan" sebagai jawaban atas kurangnya perlindungan polisi di beberapa lingkungan. 

Ketika ini terjadi, remaja mungkin berusaha mengamankan lingkungan dengan menggunakan kekerasan sebagai cara untuk menertibkan daerah tersebut. Akibatnya, kekerasan pemuda sering kali bermanifestasi sebagai kekerasan geng, perang wilayah, perang senjata, dan jenis kekerasan lainnya. 

Cara Mengatasi Tawuran

Anak muda yang bertindak agresif atau kasar kemungkinan besar sedang bergumul dengan perasaannya atau bisa jadi itu adalah reaksi terhadap sesuatu yang mereka alami dan mungkin mereka simpan sendiri. 

Apakah perilaku ini adalah sesuatu yang tidak terduga? Di sisi lain, apakah itu sesuatu yang mungkin telah meningkat seiring dengan perkembangan mereka? Penting untuk mencoba membuat garis waktu kapan dan bagaimana hal itu dimulai dan pemicu apa yang bisa menjadi katalisator. Berikut alternatif cara mengatasi tawuran dari berbagai lini:

1. Pihak pemerintah melalui Dinas Pendidikan menetapkan berbagai kebijakan yang dapat mengakomodasi penangan secara komprehensif. Seperti yang pernah dilakukan Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada tahun 2002 sampai tahun 2005 tawuran mulai berkurang karena pada saat itu Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberikan instruksi kepada seluruh sekolah khususnya SLTA agar tiap-tiap sekolah siswanya mengikuti kegiatan kesiswaan dengan sistem mentoring.

2. Pihak sekolah melalui guru BK dibantu elemen sekolah lainnya bekerjasama dengan orang tua, dapat melakukan beberapa langkah berikut:

a. Identifikasi siswa-siswa yang berisiko terlibat tawuran agar mendapatkan perhatian khusus.

b. Memberikan pendidikan moral, sekaligus pendidikan tentang dampak kenakalan remaja termasuk di dalamnya adalah tawuran, yang dilakukan secara terjadwal.

c. Setiap guru wajib menjadi seorang figur yang baik, sabar yang dapat dicontoh oleh para pelajar.

d. Memberikan perhatian (sebagai wujud dukungan sosial di sekolah) dan motivasi yang lebih untuk para remaja yang sejatinya sedang mencari jati diri.

e. Memfasilitasi para pelajar untuk dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat sesuai bakat dan minatnya. Semua potensi yang dimiliki setiap siswa harus diidentifikasi dan dikembangkan serta diakomodir pertumbuhannya.

f. Membentuk kelompok fasilitator teman sebaya. Salah satu bentuk bantuan yang dapat dipikirkan oleh konselor yang bekerja dengan remaja adalah membentuk program fasilitator teman sebaya.

3. Pihak orang tua, diharapkan dapat memberikan perhatian dan motivasi yang cukup kepada remaja. Orang tua juga harus bersikap terbuka agar remaja tidak segan menyatakan keluh kesahnya, baik ketika menghadapi masalah maupun saat merasakan kegembiraan.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Penyebab Gatal di Jari Tangan, Ketahui Cara Mengatasinya
Penyebab Gatal di Jari Tangan, Ketahui Cara Mengatasinya

Gatal di jari tangan bisa dipengaruhi oleh beberapa kondisi.

Baca Selengkapnya
Modus Berbagi Takjil, Ratusan Pelajar Bikin Onar dan Hendak Tawuran Ditangkap di Jakpus
Modus Berbagi Takjil, Ratusan Pelajar Bikin Onar dan Hendak Tawuran Ditangkap di Jakpus

Modus Berbagi Takjil, Ratusan Pelajar Bikin Onar dan Hendak Tawuran Ditangkap di Jakpus

Baca Selengkapnya
Belasan Pelajar Pelaku Tawuran di Tangerang Ditangkap Polisi, Celurit hingga Pedang Disita
Belasan Pelajar Pelaku Tawuran di Tangerang Ditangkap Polisi, Celurit hingga Pedang Disita

Belasan Pelajar Pelaku Tawuran di Tangerang Ditangkap Polisi, Celurit hingga Pedang Disita

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Penyebab Jari Tangan Kaku saat Bangun Tidur, Ketahui Cara Mengatasinya
Penyebab Jari Tangan Kaku saat Bangun Tidur, Ketahui Cara Mengatasinya

Jari tangan kaku saat bangun tidur bisa menjadi tanda penyakit tertentu.

Baca Selengkapnya
Cara Mengatasi Telapak Tangan Gatal, Pahami Faktor Penyebabnya
Cara Mengatasi Telapak Tangan Gatal, Pahami Faktor Penyebabnya

Cara mengatasi telapak tangan gatal ini bisa diterapkan. Pasalnya, gatal di bagian telapak tangan kerap terjadi dalam durasi yang lama.

Baca Selengkapnya
Penyebab Susah Sendawa yang Penting Diketahui, Berikut Cara Mengatasinya
Penyebab Susah Sendawa yang Penting Diketahui, Berikut Cara Mengatasinya

Penyebab susah sendawa dapat bervariasi, mulai dari faktor-faktor sehari-hari hingga kondisi medis tertentu.

Baca Selengkapnya
4 Cara Mengatasi Telinga Sakit saat Naik Pesawat, Pahami Penyebab dan Gejalanya Sebelum Liburan
4 Cara Mengatasi Telinga Sakit saat Naik Pesawat, Pahami Penyebab dan Gejalanya Sebelum Liburan

Telinga sakit ketika naik pesawat dapat disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara antara bagian dalam telinga dan luar tubuh. Begini cara mencegahnya.

Baca Selengkapnya
Penyebab Kedutan pada Tangan, Dehidrasi hingga Kram Otot
Penyebab Kedutan pada Tangan, Dehidrasi hingga Kram Otot

Kedutan pada tangan dipengaruhi oleh banyak faktor. Jangan anggap sepele penyebabnya.

Baca Selengkapnya
13 Faktor Ini Bisa Menghambat Kesuksesan, Ada yang Pernah Kamu Lakukan?
13 Faktor Ini Bisa Menghambat Kesuksesan, Ada yang Pernah Kamu Lakukan?

Perjalanan menuju kesuksesan nggak selalu mulus seperti yang dibayangkan.

Baca Selengkapnya