3 Cara Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan yang Perlu Diketahui

Rabu, 1 April 2020 16:30 Reporter : Ayu Isti Prabandari
3 Cara Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan yang Perlu Diketahui BPJS Ketenagakerjaan. ©bpjsketenagakerjaan.co.id

Merdeka.com - BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk memenuhi hak dan kesejahteraan masyarakat secara merata. Kebijakan ini khususnya ditujukan bagi para tenaga kerja, baik tenaga kerja sipil maupun swasta.

Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan memiliki 4 program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) bagi seluruh tenaga kerja beserta keluarganya.

Program tersebut dijalankan berdasarkan pendanaan jaminan sosial dalam bentuk iuran. Dalam hal ini, biasanya setiap perusahaan atau badan usaha menanggung iuran per bulan bagi setiap karyawannya kemudian akan menjadi sebuah saldo yang terus berkembang.

Saldo inilah yang nantinya dapat dicairkan bagi setiap peserta untuk mendapatkan manfaatnya. Namun peserta tidak dapat mencairkan dana dari keempat program yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan.

Dari empat program tersebut, peserta hanya bisa mencarikan dana dari program Jaminan Hari Tua (JHT). Kabar baiknya, peserta dapat mengajukan pencairan dana JHT tanpa harus menunggu usia kepesertaan 10 tahun yang telah menjadi syarat sebelumnya.

Lalu bagaimana cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan untuk program Jaminan Hari Tua (JHT). Dilansir dari laman resmi pemerintah, Indonesia.go.id, berikut beberapa cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan yang bisa Anda lakukan.

1 dari 4 halaman

Perubahan Peraturan Pemerintah

Saat ini peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak perlu menunggu usia kepesertaan hingga 10 tahun untuk mencairkan dana program Jaminan Hari Tua. Hal tersebut tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2015, yang menyebutkan bahwa saldo JHT bisa diambil 10 persen, 30 persen, hingga 100 persen, tanpa harus menunggu usia kepesertaan 10 tahun atau peserta minimal berumur 56 tahun seperti yang tertera di peraturan sebelumnya (Peraturan Pemerintah (PP) No 46 tahun 2015).

Dalam hal ini, pekerja yang masih aktif bekerja atau yang sedang mempersiapkan masa pensiun dapat mengajukan pencairan dana JHT sebesar 10 persen atau 30 persen. Sedangkan peserta yang berhenti bekerja karena beberapa kondisi tertentu dapat melakukan pencairan dana sebesar 100 persen. Untuk mencairkan dana JHT, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut.

2 dari 4 halaman

Cara Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan JHT Secara Online

Cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan bisa Anda lakukan dengan mudah via online. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

  1. Unduh aplikasi BPJSTKU atau Anda bisa mengunjungi situs online resmi sso.bpjsketenagakerjaan.go.id
  2. Buka aplikasi atau situs online tersebut.
  3. Lakukan login pada akun BPJS Ketenagakerjaan Anda. Jika belum mempunyai akun, Anda bisa mendaftar terlebih dulu melalui kolom Daftar Pengguna.
  4. Jika sudah masuk, pilih menu Klaim Saldo JHT.
  5. Isi kolom informasi. Di kolom KPJ, isi dengan nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan yang Anda miliki, lalu di kolom Keperluan, pilih Pengajuan Klaim.
  6. Setelah itu akan muncul pilihan Jenis Klaim. Anda bisa memilih salah satu di antaranya. Mencapai Usia Pensiun, Mengundurkan Diri, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
  7. Jika semua data sudah diisi lengkap, Anda bisa segera klik menu Kirim.
  8. Kemudian, muncul daftar dokumen yang dibutuhkan untuk melengkapi persyaratan. Unggah semua dokumen yang dibutuhkan secara online. Setelah selesai, tunggu email konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan.
  9. Email tersebut berisi informasi tanggal dan kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang harus Anda datangi untuk melanjutkan proses klaim saldo JHT.
  10. Pada hari yang telah ditentukan, Anda bisa menyerahkan dokumen yang telah diminta sebelumnya. Kemudian, petugas akan menginformasikan waktu pencairan saldo JHT.
3 dari 4 halaman

Cara Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan JHT dengan KTP Elektronik Reader

Cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan program Jaminan Hari Tua juga dapat dilakukan dengan menggunakan akses KTP elektronik. Caranya pun cukup mudah, Anda hanya melakukan tap KTP elektronik pada mesin yang telah disediakan. Tanpa perlu mengisi formulir, data Anda akan terekam secara otomatis.

Sebelum melakukan cara ini, Anda disarankan untuk memastikan data kependudukan sudah valid. Jika tidak ada masalah, maka cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan melalui KTP Elektronik dapat dilakukan dengan mudah. Fitur ini tersedia di DKI Jakarta dan 33 Kantor Cabang/KCP ibu kota provinsi.

4 dari 4 halaman

Cara Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan JHT Secara Offline

Selain dapat dilakukan melalui online atau juga KTP Elektronik, cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan selanjutnya dapat dilakukan secara offline atau datang langsung ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

  1. Datang ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Anda bisa datang lebih awal untuk mengambil nomor antrean.
  2. Pastikan Anda telah membawa semua dokumen sesuai persyaratan. Seperti fotokopi kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu aslinya, fotokopi KTP atau paspor milik peserta beserta dokumen aslinya, dan fotokopi Kartu Keluarga (KK) beserta dokumen aslinya, dan buku rekening tabungan yang masih aktif
  3. Isi formulir pengajuan klaim yang didapat dari petugas dengan lengkap. Setelah itu Anda bisa mengembalikan dokumen kepada petugas, dengan melampirkan beberapa dokumen yang dibutuhkan.
  4. Anda kemudian akan mendapatkan nomor antrean, lalu tunggu sesuai urutan nomor.
  5. Jika dokumen yang Anda lampirkan masih kurang, maka petugas akan memanggil dan meminta Anda melengkapi berkas persyaratan secara lengkap. Jika dokumen Anda sudah lengkap, Anda akan mendapatkan nomor antrean untuk menemui petugas bagian pengajuan klaim.
  6. Petugas pengajuan klaim akan memeriksa kembali semua dokumen. Jika sudah sesuai, petugas akan memberitahukan waktu pencairan saldo JHT Anda.
[ayi]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini