Kisah Sedih Pelatih Kamerun, Hampir Meninggal Akibat Stroke hingga Ditolong Anjing

Suatu hari dirinya terkena serangan stroke dan seluruh badan terasa lemas. Sialnya, ketika itu tidak ada orang lain selain dia dan peliharaannya tersebut.

Haris Kurniawan
Oleh Haris Kurniawan - Reporter
Kisah Sedih Pelatih Kamerun, Hampir Meninggal Akibat Stroke hingga Ditolong Anjing
Pelatih Timnas Kamerun Rigobert Song. ©REUTERS

Timnas Kamerun saat ini masih berjuang untuk meraih tiket 16 besar Piala Dunia 2022. Namun, hal itu tidak mudah karena mereka bertemu Timnas Brasil dalam laga terakhir Grup G, Sabtu (3/12) dini hari.

Jika menang, hal tersebut tidak lantas membuat mereka otomatis lolos karena Swiss yang menjalani pertandingan kontra Serbia wajib kalah atau imbang, dengan harapan selisih gol Kamerun lebih banyak.

Namun demikian, Timnas Kamerun tidak ingin hilang harapan. Meski peluang untuk lolos kecil karena bertemu Brasil di laga terakhir, mereka tetap berkeyakinan untuk bisa mendapatkan tiket babak knock out.

Song Alami Stroke

Terus berjuang hingga akhir menjadi kunci mereka dalam pertandingan nanti. Hal itu didapatkan karena belajar dari kisah hidup sang pelatih, Rigobert Song. Song tidak asing dalam mengatasi tekanan serius, pencapaian terbesarnya ialah pulih setelah terkena stroke pada tahun 2016.

Song mengakui kepada L'Equipe bahwa anjingnya membantu menyelamatkan nyawanya. Di mana suatu hari dirinya terkena serangan stroke dan seluruh badan terasa lemah. Sialnya, ketika itu tidak ada orang lain selain dia dan peliharaannya tersebut.

"Saya sedang menonton TV, tapi saya merasa sangat lelah," kata Song kepada L'Equipe.

"Saya membiarkan pintu terbuka berharap ada yang datang. Jika ditutup, itu sudah berakhir karena keluarga saya ada di Paris. Anjing saya pasti merasakan sesuatu dan mulai menggonggong. Lalu orang yang menunggu datang dan melihat saya berbaring di lantai."

 

Setelah terkena stroke, Song mengalami kesulitan untuk mendapatkan perawatan dari rumah sakit. Beruntung, Ia dibantu Presiden Kamerun ketika itu, Paul Biya dan keluarga untuk mendapatkan penanganan.

"Tanpa dia (Biya) atau istrinya, saya tidak akan berada di sini hari ini. Saya tidak bisa cukup berterima kasih," lanjut Song.

"Presiden Kamerun memberi tahu keluarga saya bahwa dia akan mengurus semuanya dan dia menerbangkan saya ke Paris," jelasnya.

Terbangun dari Koma

Saat sakit, dia sempat mengalami koma hingga melihat sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Seperti bertemu ayahnya yang telah meninggal.

"Itu seperti mimpi," kata Song.

"Saya bersatu kembali dengan leluhur saya. Ayah saya meninggal ketika saya berusia 9 tahun, tetapi saya mengenalinya. Dia mengatakan kepada saya: 'Apa yang kamu lakukan di sini? Kamu harus kembali.'"

"Itu terjadi pada saya dengan ayah Alex Song dan kakak laki-laki ayah saya. Karena mendengarkan mereka, saya mulai berjuang. Saya memiliki kekuatan yang luar biasa! dan saya mulai berteriak: Lepaskan saya, lepaskan saya!"

Dengan pengalaman hidupnya itu, Song berharap untuk menanamkan tingkat ketangguhan ini pada para pemainnya saat Kamerun menghadapi Brasil.

Pelatih berambut gimbal ditunjuk sebagai pelatih kepala Kamerun pada Februari awal tahun ini menggantikan Toni Conceicao. Dirinya berhasil membawa Kamerun ke Piala Dunia 2022.

Sumber: Marca

Rekomendasi