Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Badung, Bali menggelar Bali International Football Championship (IFC) 2018. Kompetisi ini bertujuan untuk memperkuat hubungan yang erat sepak bola muda di Asia Pasific, memberikan pengalaman para pemain Indonesia menghadapi tim luar, dan mendongkrak pariwisata Bali.
"Ini perhelatan pertama di luar event federasi di Indonesia untuk level internasional. Kami bersyukur Badung menyambut baik program Kemenpora dan siap menjadi tuan rumah penyelenggara. Ke depan bisa jadi banyak negara yang datang ke Badung. Bukan hanya karena banyak objek wisata saja, tapi juga sepak bolanya,” kata Deputi Pembudayaan Olahraga saat konferensi pers pada acara Gala Dinner Bali IFC 2018, di Jendela Bali Restoran, GWK, Bali, Minggu (2/12) malam.
Sembilan negara sudah memastikan turut serta pada kejuaraan internasional U-15 ini, di antaranya Australia (Western Football), Thailand (Cruzeiro Academy Asia), Korea Selatan (Busan Football Academy), China(Hubei FA), Jepang ( Progresso Sano FC), Filipina (Apuesto Bueno United FC), Singapura (Sporting CF SA), Malaysia (Felda United FC) dan Indonesia yang akan menurunkan tiga tim (Bara FC, Bali All Stars dan Timnas Pelajar U-15).
Dari hasil pengundian, Timnas Pelajar tergabung di Grup A bersama Apuesto dan Busan. Bara FC di Grup B bersama Progresso Sano dan Cruzeiro. Lalu Bali All Stars di Grup C bersama Sporting Academy dan Hubei. Sementara tiga tim lainnya masuk di Grup D.
“Semoga ini bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Badung. Untuk target, karena kita tuan rumah, jadi kita harus bisa juara," harap Raden.
Sementara itu, Kepala Desa Pecatu Kabupaten Badung, Made Karyana mengatakan dampak kegiatan ini luar biasa terasa. Ekonomi mikro sangat berpotensi untuk pemberdayaan di Pecatu. Dia juga memastikan segala persiapan teknis sudah matang.
"Para peserta sudah meninjau Lapangan Pecatu dan mereka cukup puas dengan fasilitas yang kami miliki," ujarnya.