Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi saat ini tengah membantu mencari solusi pendanaan untuk Persiba Balikpapan. Effendi sudah melakukan beberapa langkah mendekati beberapa perusahaan besar di kota Minyak itu.
"Mengenai pendanaan yang menjadi masalah Persiba kami sedang carikan solusinya," kata Wali Kota Rizal di Balaikota, Rabu (26/9).
Effendi berharap berbagai perusahaan di Balikpapan dapat membantu Persiba mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) dengan menyisihkan sebagian dari dana "corporate social responsibility".
Pada musim 2011-12, juga di musim-musim sebelumnya, saat dibiayai dana APBD Balikpapan, Persiba Balikpapan menghabiskan dana tidak kurang dari Rp35 miliar. Dana itu digunakan untuk membayar kontrak pemain yang berjumlah 24 orang, kontrak pelatih, bonus kemenangan, dan biaya tur ke kandang lawan, termasuk juga biaya operasional PT BKO dan gaji karyawan, hingga pemeliharaan stadion.
Di sisi lain, di tangan pelatih Hans Peter Schaller, Persiba kini mengusung konsep pemain muda. Pelatih asal Austria itu memilih tidak menggunakan jasa pemain bintang namun memaksimalkan talenta para pemain muda Balikpapan dan Indonesia lainnya.
"Saya melihat Balikpapan penuh dengan anak-anak muda berbakat yang menunggu kesempatan untuk muncul. Kesempatan itu ada di Persiba, dan Persiba harus memberikannya kepada mereka yang terbaik," kata Schaller seusai sesi latihan-seleksi sore di Stadion Persiba Selasa (25/9).
Media-media lokal Balikpapan menyebut proyek pemain muda Schaller ini sebagai ala Arsenal, klub London yang lebih memilih pemain muda yang bertalenta bagus namun belum terkenal untuk memperkuat skuadnya. (ant/mac)