Waspada saat Tingkatkan Intensitas Olahraga, Bisa Sebabkan Imunitas Menurun

Selasa, 21 September 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Waspada saat Tingkatkan Intensitas Olahraga, Bisa Sebabkan Imunitas Menurun Ilustrasi Kelelahan Berolahraga. ©runtastic.com

Merdeka.com - Pada saat kita melakukan olahraga secara rutin, pasti ada upaya yang kita lakukan untuk terus-menerus agar lebih baik. Salah satunya adalah dengan menaikkan intensitas latihan.

Menaikkan intensitas olahraga tak boleh sembarangan, sebab bisa menurnkan imunitas, kata Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), dr. Leny Pintowari, SpKO. Leny menjelaskan, imunitas tubuh seseorang akan terjaga dengan latihan fisik dengan intensitas sedang dengan durasi minimal 150 sampai 300 menit setiap pekan.

"Kalau sudah biasa dan ingin mencoba intensitas yang lebih berat, perlu anjuran dokter karena (intensitas berat) berisiko menurunkan imunitas tubuh," jelas Leny beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan ciri-ciri dari intensitas latihan fisik yang dapat diketahui dari kemampuan seseorang berbicara saat berolahraga. Ketika latihan fisik dengan intensitas ringan, berbicara dan bernyanyi bisa dilakukan secara mudah. Saat intensitas dinaikkan menjadi sedang, berbicara masih bisa dilakukan, tapi sulit untuk bernyanyi. Sementara orang yang melakukan latihan fisik intensitas tinggi akan sulit bicara karena napasnya terengah-engah.

"Kalau intensitas latihan fisik sudah berat, kembalikan ke level sedang," pesan dia.

Pada dasarnya, latihan fisik bisa dilakukan secara bertahap dengan jenis yang direkomendasikan sesuai usia masing-masing. Namun anjuran dari dokter penting sebelum berolahraga bila seseorang berusia di atas 45 tahun dan belum terbiasa melakukan latihan fisik dengan intensitas berat.

2 dari 2 halaman

Perlunya Konsultasi dengan Dokter Terlebih Dahulu

Leny juga menjelaskan hal-hal yang membuat seseorang wajib berkonsultasi ke dokter sebelum latihan fisik, yakni orang yang menderita penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, pernah nyeri dada saat istirahat, berkegiatan atau melakukan aktivitas fisik. Kemudian, orang yang pernah kehilangan keseimbangan karena pusing atau hilang kesadaran dalam 12 bulan terakhir, pernah mengidap penyakit kronis, sedang menjalani pengobatan penyakit kronis, pernah punya masalah pada tulang, sendi atau jaringan lunak yang bertambah parah dengan melakukan aktivitas fisik.

Selanjutnya, konsultasi dulu dengan dokter bila pernah dinyatakan hanya boleh beraktivitas fisik di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Dia juga mengingatkan untuk menunda olahraga bila kondisi badan sedang tidak fit, seperti demam atau flu. Prioritaskan pemulihan kesehatan tubuh sebelum menjalani aktivitas fisik.

Perempuan hamil juga harus berkonsultasi sebelum latihan fisik, begitu pula orang yang justru kesehatannya menurun saat olahraga. Dengan panduan dari dokter, jenis olahraga yang dilakukan bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh sehingga hasilnya akan bermanfaat bagi tubuh, bukan sebaliknya.

Melakukan olahraga dalam kadar yang tepat dan sesuai anjuran bisa membuat manfaat yang kita dapatkan menjadi maksimal. Hal ini tidak boleh dikesampingkan demi kesehatan dan kebugaran. [RWP]

Baca juga:
BPOM Sarankan Agar SKM Tidak Diseduh atau Diminum Langsung
Deretan Makanan yang Cocok Dikonsumsi untuk Memperoleh Tubuh Ideal
Buah Hati Suka Pilih-Pilih Makanan, Ini 10 Cara Menyiasatinya
Cara Mudah dalam Batasi Garam pada Makanan Berkuah
Persiapkan Sejak Usia Muda untuk Mencegah Terjadinya Osteoporosis di Masa Tua

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini