Tidak Semua Virus Corona pada Hewan Bisa Menginfeksi Manusia
Merdeka.com - Pada awalnya, kelelawar dan berbagai hewan disebut sebagai penyebar dari virus corona. Faktanya, walau virus corona terdapat pada beberapa hewan, namun tidak semuanya bersifat zoonosis dan bisa menginfeksi manusia.
"Kita tidak boleh menggeneralisasikan, kalau ada virus corona di kucing, itu ada, di anjing, itu merupakan sesuatu yang zoonotik," kata peneliti senior pada Pusat Studi Satwa Primata Institut Pertanian Bogor, Joko Pamungkas di Jakarta.
Joko mengatakan, penyakit zoonotik bisa menular dari hewan ke manusia, apabila ada kemiripan reseptor (bagian permukaan sel yang menangkap virus) antara hewan dan manusia terhadap satu patogen.
"Tidak kemudian seperti rabies dari anjing ke manusia. Itu karena memang ada reseptor yang mirip, yang serupa, baik di anjing maupun manusia, terhadap virus tersebut," kata Joko.
Pentingnya Surveilans Hewan Pembawa Virus
Selain itu, Joko menegaskan bahwa apabila berbicara soal virus corona, Tidak semuanya juga merupakan penyebab COVID-19.
"Saya tidak ingin masyarakat menyatakan, kalau kita bicara virus corona, itu pasti yang COVID-19 ini. Karena ada ratusan spesiesnya. Banyak sekali," kata Joko.
Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya penularan penyakit baru muncul, Joko mengatakan bahwa diperlukan sebuah surveilans Betacoronavirus pada hewan reservoir yang ada di Indonesia.
Berdasarkan penelitiannya di beberapa wilayah di Pulau Sulawesi, Joko mengungkapkan setidaknya dibutuhkan paling tidak butuh hingga sebulan sekali untuk melakukan surveilans sehingga deteksi pun juga lebih baik. Maka dari itu, surveilans yang ia lakukan empat kali dalam setahun, pun dirasa masih tidak cukup.
"Tentunya itu adalah pekerjaan yang tidak dilakukan oleh satu institusi. Makanya pendekatan One Health sangat, sangat ideal, untuk situasi seperti ini," tandas Joko.
Reporter: Giovani Dio PrasastiSumber: Liputan6.com
(mdk/RWP)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya